Pelaku Mutilasi Bagi Warga Sipil di Timika Harus di Hukum Se Berat-beratnya

Theo Hesegem :  Pelaku Mutilasi Bagi 4 Warga Sipil Timika Harus Di Hukum Berat

 

 

Direktur Yayasan Keadilan Pembela Keutuhan Manusia Papua (Pembela Ham) Bapak Theo Hesegem

 

YOUTEFAPOST.COM-(JAYAPURA),- Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela Ham) Theo Hesegem mengatakan para pelaku pembunuhan mutilasi bagi warga sipil di Timika Papua harus di hukum seberat-beratnya.

 

 

 

“Para pelaku harus dihukum seberat-beratnya karena apa yang mereka lakukan adalah hal yang keji dan tidak bermoral dan tidak punya rasa kemanusiaan,” ujar Hesegem , Sabtu, (24/09/2022).

 

 

Dirinya juga meminta dan menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Timika terus mengawal proses hukum yang sedang berjalan.

 

 

Selaku pembela Ham dirinya juga mengaku bahwa akan terus memberikan dukungan kepada aparat penegak hukum dengan proses yang sedang berjalan selama ini.

 

 

Kabid Humas Polda Papua Kombes Kamal Ahmad mengatakan modus para pelaku melakukan aksinya yakni berpura-pura menjual senjata api. Korban pun hendak membeli senjata api dari para pelaku. Lalu para pelaku menyiapkan benda menyerupai senjata api untuk meyakinkan korban.

 

 

 

“Atas perbuatan para pelaku dikenakan dengan pasal tindak pidana kejahatan terhadap jiwa orang (pembunuhan) dan atau pencurian dengan kekerasan (Curas), sebagaimana dimaksud dalam primer pasal 340 KUHP Subsider pasal 338 KUHP Jo. Pasal 55, 56 KUHP dan atau pasal 365 KUHP,” kata Kamal beberapa waktu lalu.

 

 

Adapun korban adalah Arnold Lokbere, Irian Nirigi, Leman Nirigi, dan Atis Tini.

 

 

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Selasa (22/8) sekitar pukul 21.50 WIT di SP 1 Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika.

 

 

Setelah melakukan pembunuhan, para pelaku membawa para korban ke Sungai Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, untuk dibuang dengan terbungkus dalam karung.

 

 

Sebelum dibuang, empat korban dimutilasi dan anggota badan ditaruh dalam enam karung berbeda. Karung itu selanjutnya diisi batu-batu dan dibuang ke Sungai Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika. (MG)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.