Sepucuk Surat Kepada Rakyat Papua Yang Tertindas

YOUTEFAPOST.COM-(JAYAPURA),-Demo Damai Yang digelar BPP-KNPB),dilingkaran Abepura telah Mengeluarkan Himbauan  Dalam Bentuk Selebaran Surat Tinta Hitam Kepada Rakyat Papua Yang Tertindas yang dikeluarkan Tertanggal 16 September 2022.

 

 

 isi Surat tersebut adalah  : Kepada Yang Terhormat “RAKYAT PAPUA YANG TERTINDAS”  Ditempat atau dimana saja Berada.

 

“Dengan Hormat” berhubungan dengan himbauan ini kami melihat kondisi atau realitas yang terjadi di Papua : bahwa dulu sampai saat ini Rakyat jadi sandaran korban dari Sejak awal wilayah Papua Barat dipaksa Masuk ke dalam Indonesia sampai akan berakhir penghorban rakyat Ketika Papua Merdeka.

 

Terjadi Pembunuhan dengan Cara tembak dan mutilasi secara biadab terhadap 4 warga sipil asal Nduga di Timika tepat pada 22 Agustus 2022.

 

Juga Penyiksaan terhadap Rakyat Sipil di Mapi sampai Korban Nyawa atas Nama MD 30 Agustus 2022,juga Terjadi dikota Wamena terhadap warga sipil atas Nama Brian Gombo Pada Tanggal 14 September 2022.untuk itu kami komite Nasional Papua Barat (KNPB),Sebagai Media Nasional Rakyat Bangsa Papua Menghimbau Kepada Rakyat Papua.

 

Dengan Rentetan Peristiwa ini Kolonial Indonesia memunculkan  kasus Korupsi  hingga tiba-tiba terjadi Penangkapan  Bupati Timika Eltinus Omaleng,Pemeriksaan Terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe dan Pengejaran Terhadap Bupati Mamberamo Tengah Riky Ham Pagawak dengan Isu Korupsi di PNG,Negara Senggaja Ciptakan agar Masalah Kejadian diatas ini hilang atau tenggelam.

 

Kami Memberitahukan Kepada Rakyat Papua,janga ikut campur atau terlibat dengan kasus-kasus Korupsi ini, dan biarkan mereka supaya,tangkap mereka dan Proses hukum,aktor-aktor korupsi adalah antek boneka Jakarta.

 

Rakyat Papua  “STOP”!!! Ikut-ikutan dan  Jangan muda Terpengaruh  dengan isu-isu  tidak penting  yang sedang dimainkan Oleh Negara Indonesia.

 

Penyelesaian kasus Pembunuhan mutilasi,Penganiyaan sampai Korban Nyawa ini  dengan tuntutan Hukuman Mati bagi  pelaku Melalui aksi mimbar bebas,pamflet,spanduk  dan Membagi di Metsos sebagai Aspirasi rakyat  apapun caranya  guna mewujudkan rasa Keadilan bagi Tanah Papua.

 

Persoalan Keji dan Tidak Berprikemanuasiaan  dan cara-cara ini adalah pintu masuk tabir Kejahatan di Tanah Papua yang selama ini  dibiarkan tanpa proses hukum.

 

Kami Bersama Rakyat Papua menyatakan Bahwa Pembunuhan dengan Cara Mutilasi Oleh Aparat TNI  berkonspirasi  dengan warga Sipil yang dilakukan pada tanggal 22 Agustus 2022 adalah Bentuk Penghinaan,terhadap  nilai dan Martabat kemanusiaan bagi Orang Asli Papua,oleh Sebab itu  kasus Sentral di Papua yang dapat Mendorong  Pelanggaran  HAM Berat diatas Tanah Papua oleh Negara.

 

Kami Sebagai Manusia ciptaan Tuhan,kami tidak dapat Menerima perbuatan  keji dan Jahat  ini terhadap tubuh umat manusia Sebagai Bait Allah  yang diwujudkan sesuai RupaNya,dan oleh Sebab itu Wajib Pelaku di hukum mati.

 

Demikian Himbauan ini kami sampaikan atas Perhatiaanya di Ucapkan terimakasih Tuhan Memberkati kita Sekaliab Salam Revolusi!!!Kita Harus Mengakhiri.

Badan Penggurus BPP-KNPB Tertanda Agus Kossay Ketua Umum dan Mecky Yeimo Sekretaris Umun.(***)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.