PT PLN (Persero ) Akan tetap Melindungi Masyarakat Kecil Dalam Proses Penyesuain Tarif di Tanah Papua

“PLN UNIT INDUK WILAYAH SIAP LAKSANAKAN PENYESUAIAN TARIF BAGI MASYARAKAT KECIL YANG KURANG MAMPU BAIK PAPUA DAN PAPUA BARAT”

YOUTEFAPOST.COM,  -(JAYAPURA),- Penerapan Tariff Adjustmen TW III Tahun 2022 Bertempat Kantor PT PLN (Persero), Unit Induk Wilayah Papua dan  Papua Barat,Rabu  (29/06/2022), Melaksanakan Dialog Interaktif Bersama RRI Bersama  Tiga  Nara Sumber diantaranya,”General Menager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Bapak Moch.Andy Adchaminoerdin, John Semuel Yarangga Senior Menager Niaga dan Managemen PT PLN (Persero), Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat dan Yohanis Soedharmono Tondokusumo PT PLN (Persero), Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Pusat Pelayanan Pelanggan.

 

 

 

Acara Tersebut dipandu langsung Oleh Bung Andre Ardan yang berlangsung selama 30 Menit dan dilanjutkan dengan Konfrensi Pers Bersama Sejumlah Awak media dikota Jayapura.

 

PT PLN (Persero),Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIW PPB), Siap Melaksanakan Keputusan Pemerintah yang sesuai tarif tenaga listrik kepada pelanggang rumah tangga Mampu non subsidi golongan 3.500 Volt Ampere (VA), ke atas (R2 dan R3), Serta golongan Pemerintah (P1,P2 dan P3) Per 1 Juli 2022.

 

Guna Melindungi Masyarakat Kecil, tarif listrik untuk golongan lain, yakni rumah tangga dibawah 3.500 VA, Bisnis dan industri tidak mengalami Perubahan.

 

Untuk Wilayah Papua dan Papua Barat, Penyusuaian tarif hanya diberlakukan Kepada 33,716 Pelanggang rumah Tangga mampu atau 4,4 Persen dari total 765.805 pelanggang PLN di Kedua Provinsi tersebut.

 

Penyesuaian tarif juga berlaku untuk 3.919 Pelanggang golongan pemerintah atau Sebesar 0,5 Persen.

 

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Moch Andy Adchaminoerdin menyampaikan pihaknya siap menjalankan Keputusan Pemerintah tersebut guna mewujudkantarif listrik yang berkeadilan.

 

“Penerapan kompensasi akan tetap diberikan kepada Masyarakat yang berhak menerima.

 

Selain pelanggang rumah tangga daya dibawa 3.500.VA, Tarif listrik untuk pelaku UMKM, Bisnis dan Industri juga Mengalami Perubahan” Ucapnya.

 

 

Ia Menambahkan, Selain kepada pemerintah, penyesuaian tarif yang dilakukan hanya kepada para pelanggang rumah tangga daya 3.500 VA Keatas, merupakan keluarga mampu dan sedikit jumlahnya.

 

Diharapkan kompensasi betul-betul dapat diberikan bagi yang berhak menerimahnya.

 

Selain itu, Pemerintah juga tetap memberikan subsidi listrik kepada Pelanggang golongan bersubsidi 450-900 VA, sesuai undang-undang (UU) Nomor 30 Tahun 2009 tentang Kelistrikan.

 

Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat, meningkatkan daya saing industri, dan menjaga perekonomian nasional termasuk di Papua dan Papua Barat agar tetap stabil “tambahnya.

 

Dengan adanya penyesuaian tarif,pelanggang dipapua dan papua barat golongan rumah tangga R2 berdayah 3.500. VA Hingga 5.500.VA ( 31.005 Pelanggang), dan R3 dengan daya 6.600.VA keatas (2.711 Pelanggang), tarifnya di sesuaikan dari Rp 1.444,7per kilowatthour (KWh) Menjadi Rp.1.699,53 per KWh.

 

Sedangkan Pelanggan Pemerintah P1 dengan Daya 6.600.VA hingga 200 kilovolt ampere (kVA) dan P3 tarifnya disesuaikan dari Rp 1.444,7 per kWh menjadi Rp 1.699,53 per kWh.

 

Sementara Pelanggan Pemerintah P2 dengan daya diatas 200 kVA tarifnya disesuaikan dari Rp.1.114,74 per kWh menjadi Rp.1.522,8 per kWh.

 

Bagi pelanggan pasca bayar nantinya perubahan tarif akan diperhitungkan mulai rekening listrik bulan agustus 2022 atau pemakaian bulan juli 2022, sedangkan bagi pelanggan pra bayar, Penyesuaian diberlakukan saat melakukan transaksi pembelian token listrik mulai 1 Juli 2022.

 

Terkait penyesuaian tarif tenaga listrik,sejak tahun 2017,tidak pernah ada kenaikan tarif listrik untuk seluruh golongan tarif pelanggang.
Untuk menjaga tidak ada kenaikan tarif listrik, Pemerintah telah menggelontarkan subsidi listrik sebesar Rp 243,3 trilyun dan kompensasi Sebesar Rp 94,17 trilyun sejak tahun 2017 hingga 2021.

 

Sementara itu, dalam proses pelaksanaanya, kelompok masyarakat mampu yautu pelanggan rumah tangga 3.50 VA keatas ikut menerima kompensasi dalam jumlah relatif besar.
Sepanjang tahun 2017 -2021, total kompensasinya untuk kategori pelanggan tersebut mencapai Rp.4 trilyun.

 

 

Kegiatan dialog interaktif dan konfrensi Pers yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero ) Unit induk Wilayah Papua dan Papua Barat diakhiri dengan Foto Bersama Pimpinan Manager dan Para Awak Media.(*SR*)

(SIARAN PERS)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.