Surat Terbuka Buat Kepolisian RI Di Jakarta

YOUTEFAPOST.COM,(JAYAPURA),

-Kepada Yth :

Kepala Kepolisian Rebuplik Indonesia

Di.
JAKARTA

Dengan Hormat

Berhubungan dengan kejadian pada hari Sabtu tgl 18 juni 2022 sekitar jam 15.20 wit ,telah terjadi pembunuhan Bripda DIEGO RUMAROPEN (agt brimob YON D Wamena) dan perampasan 2 pucuk senjata api (Sniper Styer dan AK 101) Oleh OTK di Distrik Napua Kabupaten Jayawijaya.

 

Kejadian ini sama sekali tidak masuk diakal yang sehat dan sama sekali tidak dimengerti, karena ada beberapa kejanggalan, setelah saya baca dari Kronologi yang dimaksud, ada beberapa hal yang menjadi danggal dan sebagai pembela Ham saya tidak mengerti dengan peristiwa ini. Biasanya anggota TNI/POLRI sudah memperhitungkan bahwa tidak mengluarkan atau menembak dengan sembarangan, karena peluruh hanya diperhitungkan untuk menembak orang yang dianggap musuh atau lawan itulah perinsip anggota TNI/POLRI.

 

Peluruh tidak pernah diperhitungkan untuk menembak sapi atau binatang lain, saya tidak mengerti seorang komandan Brimob yang tidak memperhitungkan dan menganalisa resikonya dengan bijak sana tetapi merespon dengan cepat untuk datang di lokasih untuk menembak sapi.

 

Kejanggalan Komandan Brimob AKP RUSTAM yang saya maksudkan adalah beberapa hal sebagai berikut.

 

1. Tidak memikirkan dan menganalisa bahwa daerah tersebut adalah daerah Rawan konflik, justru cepat merespon ketika saudara ALEX MATUAN untuk membantunya menembak sapi milik ALEX MATUAN di daerah Napua Kabupaten Jayawijaya.

 

2. Saya ketahui bahwa data intelijen daerah Habema adalah daerah rawan konflik, dan sebagai komandan Brimob, saya yakin ia telah ketahui daerah tersebut adalah daerah rawan, sedangkan ia hendak keluar daerah tersebut tidak mengajak anggota Birimob yang lain.

 

3. Sampai sejauh mana hubungan antara Saudara Alex Matuan dan seorang Komandan Brimob, apakah ada hubungan saudara, teman atau hanya sebatas minta tolong untuk menembak sapi.

 

4. Setelah sapinya ditembak, komandan Brimob meninggalkan anggota Bripda DIEGO RUMAROPEN dengan 2 pucuk senjata api (Sniper Styer dan AK 101)

 

5. Mengapa Komandan Brimob melepaskan senjata mengecek sapi tanpa membawah senjata,apakah ada perjanjian dengan orang lain untuk menghilangkan nyawa saudara Rumaropen atau merampas senjatanya di tangan korban, lalu di bawah kabur sejatanya

 

6. Seharusnya sebagai komandan Brimob belajari situasi diakhir-akhir ini di Kabupaten Jayawijaya, kita ketahui ada beberapa pristiwa, demo berturut-turut namun berjalan dengan aman tanpa ada masalah dan beberapa waktu kemudian terjadi pengibaran Bendera Bintang Kejora di beberapa tempat di kota Wamena kabupaten Jayawijaya. Setelah pengibaran bendera tersebut asi demo tanggal 10 Mei 2022, terjadi mematakan tkang bendera di halaman Kantor DPRD kabupaten Jayawijaya. Semua peristiwa ini perlu diamati secara cerdas oleh komandan sebagai seorang pimpimpinan. Justru komandan mengorbankan anak buahnya hingga sampai nyawanya korban begitu saja.

 

7. Saya juga sangat heran, adik Rumaropen menegang 2 pucuk senjata, namun tidak ada balasan, logikanya mungkin dengan panah di lempar dari Jarak jauh, kalau dibacok dengan parang atau pisau mestinya harus ada perlawanan karena jarak dekat.

 

Dari semua kejanggalan yang saya dapat jelaskan di atas wajib f jelaskan olen Komandan Brimob AKP RUSTAM..

 

Dari semua peristiwa ini saya sangat mengharapkan kepada Kapolri dan Polda Papua, mengambil langka-langka hukum Positif tanpa mengorbankan masyarakat yang sama sekali tidak tau masalah apa-apa. Karena semua ini adalah kelalaian komandan Brimob karena tidak bijaksana dapat. menganalisa situasi diakhir-akhir ini di Kabupaten Jayawijaya.

 

Saya juga berharap pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya, untuk segera mengambil langka-langka dan pertemuan dengan semua pihak, untuk mengamankan situasi ini, atau bagimana upaya mengembalikan senjata yang dimaksud. sehingga tidak berdampak merugikan masyarakat luas.

Rekomendasi.

1. Apa bila melihat dari beberapa kejanggalan yang dilakukan saudara komandan Brimob3. atas nama AKP RUSTAM, segera diproses hukum bila perlu di pecat tanpa hormat.

2. Pelakunya pembunuhan dan perampasan senjata untuk segera diungkapkan oleh aparat yang berwajib.

3. Siapa saja yang terlibat dalam kasus ini, untuk segera di proses dimintai keterangan awal, dan apa bila ikut terlubat segera di proses hukum.

4. Apa bila senjata yang dimaksud, dengan sengaja disimpan untuk segera dikembalikan kepada pihak yang berwajib, melalui pihak Gereja, pemerintah atau kepada Pembela

Demikianlah surat tanggapan kejadian yang dimaksud dan rekomendasinya saya, sampaikan dan terima kasih.

“Wamena, 18 Juni 2022.

Direktur Eksekutif ( Pembela Ham )
Ttd
Theo Hesegem
Telpon 081344563374.

Tembusan.

1. Presiden Rebuplik Indonesia di Jakarta
2. Komisi Nasional Rebuplik Indonesia di
Jakarta
3. Panglima Tentara Nasional Rebuplik
Indonesia di Jakarta
4. Yayasan Amnesty Internasional di Jakarta
5. Komisi kepolisian Nasional Rebuplik Indonesia di Jakarta
6. Gubernur Papua di Jayapura
7. Kepolisian Polda Papua di Jayapura
8. Kodam VIII cenrawasih di Jayapura
9. Perwakilan Komnas Ham di Jayapura
10. Bupati Jayawijaya di Kabupaten Jayawijaya di Wamena.
11. Polres Jayawijaya di Wamena
12. Kodim 1702 Jayawijaya
13. Arsip.(****).

(REDAKSI YP.COM EDISI JUNI 2022)

 

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.