Ini Penjelasan Bidang Konsumsi Anike Rawar : Terkait Makanan Yang Terlambat Datang Pada Kontingen Peparnas XVI

PEPARNAS XVI 2021 ini Penjelasan Ibu Ani Rawar Koordinator Bidang Konsumsi Terkait Adanya Keluhan Makanan yang Terlambat Datang.

YOUTEFAPOST.COM,-(JAYAPURA), – Pelaksanaan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021 dengan keluhan makanan untuk atlet terlambat diantar ke hotel tempat menginapnya para atlet yang akan mengikuti kompetisi olahraga multicabang bagi atlet penyandang disabilitas itu.

Selain makanan yang terlambat datang, atlet dan ofisial maupun Chef de Mission (CdM) juga mengeluh soal tidak adanya kendaraan atau mobil yang dipersiapkan bagi atlet dan ofisial kontingen.

Salah satu keluhan ini datang dari Kontingen NPCI Peparnas Sulawesi Selatan melalui Ketua Rombongan Kontingen Peparnas Sulawesi Selatan, Nuh Rawi.

Ia menyebutkan atlet dan ofisial serta anggota kontingen Peparnas Sulawesi Selatan yang sudah berada di tempat penginapan belum mendapatkan makanan dari panitia hingga malam hari.

Koordinator Bidang Konsumsi PB Peparnas XVI Papua, Anike Rawar membantah isu yang menjadi keluhan yang disampaikan oleh atlet dan ofisial Kontingen Peparnas Sulawesi Selatan melalui Ketua Rombongan Kontingen NPC Sulawesi Selatan Nuh Rawi.

Pihaknya menjamin tidak akan ada makanan basi dan juga dipastikan nanti di setiap pertandingan dalam pelayanan konsumsi Peparnas sudah baik.

Namun, dia menyampaikan bahwa masing-masing kontingen Peparnas yang akan bertolak ke Jayapura, Papua terlebih dahulu harus mengirimkan data atlet dan ofisial setiap kontingen.

“Jadi begini ya, kalau dia datang hari ini masa kita mau minta hari ini kan tra mungkin. Sebelum datang ke Papua, sebenarnya mereka harus kirim data atlet dan ofisial kontingen masing-masing itu. Sehingga kami yang ada di Papua di Bidang Konsumsi Peparnas ini bisa langsung mengakomodir, jika dari Bidang Akomodasi secepatnya mengirim data ke kami,” katanya ketika dikonfirmasi wartawan media online ini via telepon seluler, Kamis (4/11/2021) siang.

“Kami juga drop (makanan) berdasarkan data kedatangan mereka dan tempat tinggal mereka nantinya dimana,” kata Anike Rawar menambahkan.

Ani Rawar menjelaskan hidangan konsumsi yang disajikan untuk atlet dan ofisial diuji oleh ahli gizi. Kemudian, sajian makanan juga sudah teruji secara klinis dan higienis.

“Tidak ada yang sampaikan data kontingen yang sudah datang ini ke kami. Ada beberapa kontingen juga seperti begitu, tiba-tiba datang dengan pesawat siang atau sore, terus kita masak hari itu juga tra bisa, sayang. Pasti datang besok pagi baru bisa, besok pagi datanya masuk baru kita bikin. Nanti jadi kacau toh, itu yang ibu bilang tadi. Kalau kontingen mereka dari jauh-jauh hari sudah mengirim data ke kita itu bisa dibuat,” jelasnya.

“Tapi, kalau tiba hari ini terus kami buatkan makanan itu sudah tidak bisa. Dapur umum buka sampai jam berapa, sedangkan kita sudah antar ke beberapa titik yang lain, ya toch. Misalnya, mereka datang hari ini sekitar jam 12 siang, untuk makan siang jam 12 itu kita sudah tidak bisa, karena kita sudah antar makan siang ke beberapa lokasi,”.

“Jadi sebelum berangkat ke Papua, mereka sudah harus kirim data ke bidang akomodasi jauh-jauh hari. Tanggal berapa tiba dan berapa banyak anggota kontingen yang datang ke Papua, sehingga kami juga bisa menyiapkan konsumsi mereka berdasarkan data kontingen yang masuk ke kami dan datang ke Papua,” sambungnya.

Dia mengimbau kepada pimpinan kontingen dari setiap daerah itu dapat mengirimkan data lengkap atlet maupun ofisial dan anggota kontingen ke bidang akomodasi jauh-jauh hari sebelum tiba di Papua.

“Para pimpinan kontingen tiap-tiap daerah itu dapat memberikan data yang terbaik kepada kami.

Data baik dan lengkap seperti jumlah atlet, ofisial, pimpinan maupun anggota kontingen dan CdM ke bidang konsumsi.

Karena pemberian makanan Dan Setiap Kontingen yang Sebelum Datang Ke Papua Harus Terlebih Dulu Melapor Ke Panitia Sebelum Sampai Ke Tempat Penginapannya Karna Panitia Bidang Konsumsi Menyiapkan Makanan Hanya Bertahan Selama 4 Jam “Ujar Ibu Anike Rawar.

Karena Setiap Makanan Yang di antar Ke Setiap Penampungan Atlit dan Official Di Atur Secara Berkala Sesuai Jam dan Waktu Sehingga Makanan Bisa Dikonsumsi Secara Normal Dan Tidak Terkesan Makanan yang Sudah Tidak Layak Makan lagi (Basi).

(Redaksi/Irf).

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *