Pencitraan Untuk 8 Mantan Atlit Pembawa Api PON XX Dengan Masker C-19

YOUTEFAPOST.COM,(JAYAPURA),-Papua, – Atlit Papua yang meraih medali Emas di PON XX Papua di bandrol dengan nilai 1 Milyard Rupiah, demikian juga dengan medali Perak dan Perunggu sedangkan yang tidak meraih medali, oleh pemerintah menyiapkan 10 juta menjadi sesuatu yang sangat wah, tentunya.

Hal tersebut dinilai Wajar saja namun menuai berbagai pendapat dari Komunitas Mantan Atlit asal Papua dan Non Papua yang menilai bahwa pemberian bonus yang demikian, terlalu memanjakan Atlit dan Pelatih yang sifatnya tidak mendidik di PON XX untuk berprestasi, ungkap Maria Aibekob, Sabtu 09/10/21.

Hasil atau prestasi dari Atlit dan juga cabang Olah Raga serta Pelatih pada PON XX perlu diperlihatkan dulu, baru bonus dibèrikan sehingga ada motivasi terhadap Atlit dan Pelatih agar kedepan pada PON berikut dapat lebih meningkat.

Terkait bonus yang diberikan dengan nilai yang sangat fantastis namun di sisi lain yang dinilai bahwa ada Pencitraan terhadap 8 Mantan Atlit Papua yang dipercayakan membawa Bendera PON XX di Stadion Lukas Enembe.

Dari laporan yang disampaikan Melly Mofu, salah satu anggota pembawa Bendera PON XX Papua bahwa setelah usai upacara oleh Panitia upacara meminta untuk kembalikan semua atribut Seragam yang dipakai oleh 8 Atlit berupa baju dan celana serta sepatu dikembalikan kepada panitia.

Perlakuan Panitia terhadap ke 8 Mantan Atlit adalah satu Pencitraan bukan saja kepada 8 Anggota Pembawa Bendera PON akan tetapi kepada semua Mantan Atlit di Tanah Papua.

Mengambil kembali Atribut berupa Training Spak dan sepatu adalah perbuatan yang telah menjatuhkan Citra kami sebagai Mantan Atlit yang telah berkontribusi di bidang Olah Raga untuk Papua dan Indonesia. Panji kebesaran Olah Raga Papua telah dikumandangkan bukan saja di Indonesia tapi hingga dataran Asia dan Eropa.

Terima kasih kepada Bapak Lukas Enembe Gubernur Papua dengan Slogan Torang Bisa, sudah mempertaruhkan segalanya untuk terlaksananya PON XX di Tanah Papua.

Juga kepada Mantan-mantan Atlit yang dengan kontribusinya untuk bangsa Indonesia sehingga PON XX oleh Negara dapat dilaksanakan di Papua, tegas Maria Aibekob Legendaris Atlit Atletik Lompat Indah kepada media.

Pencitraan terhadap 8 Mantan Atlit, ungkap Maria bahwa bukan kami menuntut untuk jasa kami ikut diperhitungkan untuk berapa harga yang di patok, melainkan keterlibatan kami dalam iven Olah Raga seperti PON XX Papua perlu pada porsi yang wajar serta sesuai basic dan disiplin Olah Raga yang sudah kami geluti dengan tidak menggunting dalam lipatan.

Semangat juang sebagai Atlit, kami mantan Atlit persembahkan dan pertaruhkan semua yang kami miliki lewat Prestasi khususnya untuk Bumi Cendrawasih dan Indonesia umumnya sudah kami Patrikan dengan tulus Iklas untuk Papua Tanahku dan Indonesia Bangsaku.

Tegas, Maria bahwa jangan perhitungkan apa yang sudah kami buat untuk Papua dan Indonesia, serta jangan tanya siapa mereka tapi lanjutkan perjuangan mereka dengan mengukir Prestasi seperti terbitnya Mentari dari Negri Matahari Terbit Tanah Papua untuk Indonesia, (Tim Humas Dan PPM PON XX 2021. Kadiwaru Rumainum).

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *