Ingin Berdoa Serta Renungan Atas Masalah – Masalah Sosial di Papua, Pdt Benny Giay di hadang Polisi

Foto Tampak Ketua Sinode Gereja KINGMI di Tanah Papua Pdt. Dr. Benny Giay bersama sejumlah anggota di hadang Polisi di depan Kantor DPR Papua di Jayapura . dihadang Polisi untuk Tidak bisa Masuk kantor DPR Papua

YOUTEFAPOST.COM,(JAYAPURA),- Kedatangan ketua Sinode Kingmi Papua ke Kantor DPRP awalnya sudah menyurati surat ijin kepada Kapolda Papua untuk memberitahukan bahwa hari Senin 16 Agustus akan melakukan doa dan membacakan renungan terkait masalah-masalah sosial yang terjadi atas bangsa Papua.

Berdasarkan surat itu, Ketua Sinode Gereja KINGMI di Tanah Papua, Pdt. Dr. Benny Giay bersama sejumlah anggota, hendak pergi jalan kaki ke Kantor DPR Papua dari Kantor Sinode KINGMI pukul 10:30 WPB. Namun sesampai di depan pos penjagaan Kantor DPR, anggota Polisi palang ketua Sinode bersama rombongan.

Selanjutnya Ketua Sinode menjelaskan rencana kedatangan beliau bersama rombongan dengan sopan dan cara yang elegan, tetapi Polisi tetap tidak terima kedatangan Pdt. Benny Giay bersama rombongannya ke Kantor DPR, dengan alasan para anggota DPR sedang Sidang.

Selanjutnya salah satu anggota Polisi mengeluarkan surat balasan tidak ijinkan dari Polresta Jayapura kepada Pdt. Benny Giay.

Melihat surat itu, Pdt. Benny Giay dengan rombongan tidak terima, karena kalau ada surat balasan dari Polda mestinya Polisi harus antar ke Kantor Sinode satu hari sebelumnya, tetapi surat baru dikasih setelah ketua Sinode dan rombongan sudah tiba di Kantor DPR Papua.

Surat balasan dari Polres ini memang sudah salah. Sebagai lembaga institusi resmi yang tugas hari-harinya menegakkan hukum, tidak mengerti prosedur.

Kok Sinode sudah buat surat secara resmi kepda Polda Papua, untuk pemberitahuan akan melakukan doa dan renungan di DPR, Pada 3 hari sebelumnya, tetapi surat balasannya baru dikasih di Jalan.

Apa ini Polisi atau apa ini? Mengerti Prosedur, surat menyurat tidak? Kata Pdt. Benny Giay.

Alasan tersebut di atas menjadi dalil yang kuat, untuk Pdt. Benny dan rombongan terus protes. Tetapi Polisi tetap tidak mau terima.

Karena Polisi terus hadang maka selanjutnya Ketua Sinode dengan rombongan palang jalan raya depan Kantor DPR, agar para pihak keamanan yang bertanggung jawab. Akibat palang jalan itu, kendaraan yang melintasi depan kantor DPR terganggu selama 5 menit, namun sejumlah anggota DPR yaitu: Nason Utti, Feriana Wakerwa, Namantus Gwijangge, cepat sekali keluar dari Kantor DRP dan memberi pemahaman kepada pihak keamanan bahwa pihak gereja mau berdoa lalu memberi penjelasan yang mendetail lalu ketua Sinode dkk disuruh masuk ke dalam lingkungan kantor untuk melakukan doa.

Masalah tidak sampai di situ. Setelah Pdt.Benny dkk 6 Enam Org sampai di dalam, tempat parkiran mobil, para Polisi terus kejar Pdt.Benny dkk, lalu memaksa untuk melakukan doa dan renungan di tempat parkiran mobil.

Mendengar itu agak tidak sopan, sehingga para anggota DPR, berusaha memberi pemahaman kepada Polisi bahwa Pdt. Benny dkk tidak pantas berdoa di tempat parkiran, tetapi Polisi tetap tidak terima, lalu terus terlanjut adu mulut antar pihak Polisi dan anggota DPRP.

Selanjutnya para pihak anggota DPR dan kepolisian terus terjadi adu mulut hingga pukul 12 00.

Dan akhirnya ketua Sinode bersama rombongan kembali ke Kantor Sinode KINGMI di Tanah Papua Jln. Samratulangi, APO, Jayapura, walau tidak menyampaikan Doa dan renungan di Kantor DPR-P.(redaksiyp.com).

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *