Stadion Megah Berstandar Internasional di Karubaga akan dibangun Bupati Usman Wanimbo

Asisten I Sekda Tolikara Drs. Panus kogoya didampingi kepala Dinas Perumahan dan pemukiman Imanuel gurik,SE,M.Div dan Sekretaris Dispora Timotius waroy sedang mengukur lokasi lapangan merah putih selasa,9/8/2021 kemarin

YOUTEFAPOST.COM, -(KARUBAGA), -Kabupaten Tolikara merupakan salah satu daerah di pengunugan Papua yang menghasilkan sederet prestasi gemilang dibidang olahraga sepakbola. Seperti Persitoli Putra (sekarang bernama TOLI FC) kini berlaga di Liga III Profesional sedangkan TOLI FC Putri (Galanita) telah mengukir segudang prestasi baik di tingkat nasional maupun regional.

Sayangnya, kabupaten yang terletak di “Jantung Papua” ini belum memiliki stadion atau lapangan sepakbola yang layak. Beberapa kali TOLI FC harus menjalankan latihan dan pertandingan resmi dengan sistem sewa lapangan atau stadion di luar daerah.

Guna mengatasi kondisi itu, Pemerintah Tolikara melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan KONI tengah merancang pembangunan stadion nan megah berstandar internasional, dibangun di tengah2 kota Karubaga.

Tahapan awal pengukuran lokasi pembangunan stadion telah dimulai oleh Pemkab Tolikara bersama pemilik hak ulayat di Lapangan Merah Putih di Karubaga, Selasa (9/8/2021) kemarin.

Bupati Usman G. Wanimbo, SE.,M.Si diwakili Asisten I Drs. Panus Kogoya, saat kegiatan pengukuran lahan mengapresiasi masyarakat Bogum Kogoya selaku pemilik Hak Ulayat.

“Kami bangga dan berterima kasih kepada tokoh adat, kapala suku, tokoh masyarakat dan pemilik hak ulayat yang dengan hati yang tulus menyerahkan tempat untuk pembangunan stadion yang megah,” kata Drs. Panus Kogoya.

Asisten I Drs. Panus Kogoya menjelaskan, Pemerintah Daerah akan memberikan ganti rugi tanah dan semuanya diatur dalam surat pernyataan pelepasan agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP), Imanuel Gurik, SE.,M.Div mengatakan, ukuran luas tanah pembangunan stadion adalah 170 x 171 meter.

Pengukuran tahap pertama dikakukan secara manual dan pengukuran selanjutnya akan melibatkan Badan Pertanahan.

“Jadi pembayaran dilakukan berdasarkan hitungan harga permeter. Terkait hal ini nanti akan dibicarakan lagi antara Pemerintah Daerah dan pemilik hak ulayat,” jelas Imanuel Gurik.

Sementara itu, Sekretaris Dispora, Timotius Waroy menjelaskan, pembangunan bidang olahraga merupakan bagian dari visi bupati yaitu peningkatan SDM.

Pihaknya merasa penting untuk menyediakan sarana dan prasarana olahraga termasuk pembangunan stadion.

“Tahapan awal dilakukan tahun ini yaitu memastikan lokasi pembangunan stadion dan pengukuran luasnya berapa.

Untuk gambar stadion sudah ada, berstandar internasional dengan rumput dan tribun yang layak dan dilengkapi fasilitas penting lainnya seperti kantor KONI. Tahapan awal tahun ini adalah pematangan, tahapan selanjutnya dilakukan tahun depan, dan seterusnya sampai stadion yang megah bisa berdiri di sini,” ujar Timotius Waroy.

Menurutnya, selain digunakan oleh tim-tim senior, stadion di Tolikara juga menjadi tempat latihan bagi generasi muda. Terutama, latihan bagi anak-anak usia dini di Tolikara yang memiliki bakat bidang olahraga.

“Dengan adanya stadion, proses latihan dan pembinaan pemain usia dini juga menjadi lebih maksimal lagi,” pungkasnya.

Kepala suku umum Kabupaten Tolikara yang juga tokoh masyarakat dari suku Bogum Kogoya, Emas Bogum mendukung pembangunan stadion di Kota Karubaga.

Ia berharap, dengan adanya stadion dapat meningkatkan prestasi bidang olahraga dan mengharumkan nama daerah.

“Pemerintah harus bangun stadion agar wajah Kabupaten Tolikara menjadi lebih bagus lagi. Kalau stadion sudah ada, kami harap adik-adik main bola lebih hebat lagi, harumkan nama Tolikara,” ucap Emas Bogum.

Sementara itu, tokoh pemuda dari suku Bogum Kogoya, Wandiknak Boy mengatakan pihaknya merasa senang dengan rencana pembangunan stadion di lokasi lapangan Merah Putih saat ini.

“Dengan semangat, kami serahkan penuh. Setelah kegiatan pengukuran, bentuk upahnya seperti apa, kami warga akan koordinasi sama-sama, dan kami minta pembangunan.

Jadi nilai uangnya sekian tapi dialihkan ke pembangunan seperti bangun rumah untuk warga yang belum punya rumah,” pinta Wandiknak Boy.

Lapangan merah putih (dulu lapangan karubaga) ini suku Bogum Kogoya serahkan kepada Pemerintah sejak Karubaga masih Distrik atau kecamatan dan berada dalam pelayanan pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

Namum pembebasan lahan belum pernah dilakukan hingga sekarang karena menurut cerita Masyarakat suku bogum kogoya bahwa lokasi ini diserahkan orang tua dengan iklas. Meski begitu semua barang milik pemerintah harus jelas dan tanah juga harus punya nilai tambah ekonomi bagi pemilik hak ulayat sehingga Pemerintah Tolikara melalui instansi teknis melalukan pembebasan lahan dengan pembayaran ganti rugi lahan.(REDAKSIYP.COM)

(Diskominfo Tolikara).

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *