Sebuah Catatan Sejarah PW GKI di Tanah Papua Oleh : PDT. Hanz . Wanma,S.TH

Foto Istimewa PW GKI di Tanah Papua

YOUTEFAPOST.COM,-(MANOKWARI),-“MANFUNI RUMBRUREN” sosok seorang Perempuan Numfor Dore yang punya pengaruh besar dalam sejarah pekabaran injil di Tanah Papua.

Jika tanggal 26 Juli 2021 KAUM IBU GKI merayakan Hari DOA SYUKUR ke 56 tahun maka jangan lupa menyebut namanya sebab Dia adalah salah satu dari Anggrek Hitam di Teluk Dore yang menyusui FRANZS JOHANNES FREDRIJK VAN HASSELT dari umur 2 minggu hingga 52 minggu ( 2 minggu hingga 1 tahun ).
FJF van Hasselt lahir di Mansinam 10 Juli 1870 ketika sebagian zendeling sudah meninggal dunia dan sebagian pulang meninggalkan Tanah Papua, mereka yang meninggal ( Carl Wilhelm Ottow, Kwawi 9 November 1862), (Ny JL van Hasselt Sylvia Hulstraet, Kwawi 14 Juli 1865), (Franzs Mosche, Roswar Teluk Wondama 21 April 1868),( Anna Cambier Ny Beyer, 3 Juni 1868 di Syabes Roon Teluk Wondama), ( Anak Geissler dan Geissler 11 Juni 1870) dalam perjalanan mengunjungi orang tua semua ini membuat pekerjaan di Pekabaran Injil di Tanah Papua harus ditutup.

Para Zendeling yang pulang meninggalkan Papua dan tidak kembali lagi JEASRICH, TH. F. KLASSEN, W OTTERSPOOR, CARL BEYER RUDOLF BEYER dengan keluarga mereka ).

Di Anday Woelders sendirian dan JL van Hasselt di Mansinam yg harus mengantar pulang Zendeling RUDOLF BEYER di Syabes Pulau Roon yang istrinya dibunuh oleh marga Akwan dan Betay namun sampai di Ternate Van Hasselt harus pergi mencari Nyonya MOSCHE janda dari zendeling FRANZS MOSCHE yakni WIHELMINA MUNDT yang berada di Pulau Leti dekat Laut Banda untuk meminangnya agar keduanya menikah lalu balik ke Papua untuk melihat pekerjaan di Tanah kita.
Akhirnya Wihelilmina Mundt menyetujui dan keduanya menikah pada tanggal 19 Mei 1869 lalu balik ke Mansinam dan ketika 1 minggu lagi sang ibu akan melahirkan maka dia berkata kepada tuan JOHANNES LODEWIJK VAN HASSELT bahwa jika anak dalam kandungan zy ini laki2 tolong beri nama dia FRANZS untuk mengenang suami ZY yang menjadi pusara abadi di pulau Roswar Teluk Wondama, seminggu kemudian anak lelaki ini lahir dan diberi nama FRANZS JOHANNES FREDRIJK VAN HASSELT yang menbuka sekolah pertama di Mansinam 1917, dia adalah Ketua Zending Pertama sedangkan ibunya WIHELMINA MUNDT adalah Pendiri Khursus Kaum Ibu “MARIA MARTHA” di Mansinam 1875.

F.J.F Van Hasselt membawa injil dari Raja Ampat hingga ke Tanah Tabi sebab dia janji kepada Mama Angkatnya “MANFUNI RUMBRUREN” di Tahun 1894 bahwa dalam tradisi orang Numfor Zy harus bayar Awin punya susu yang bikin za jadi pandita dan guru tapi kalau hari ini zy bayar uang tinggi sampai di langit gunung Arfak maka itu tra cukup…

Jadi untuk membayar air susu mama “SAYA AKAN BAWA INJIL KE SELURUH TANAH PAPUA” …

Air Susu Perempuan Papua membuat INJIL dan Peradaban membawa keselamatan bagi Tanah Papua …

Selamat merayakan Hari Doa Syukur PW GKI Di Tanah Papua 26 Juli 2021 (Pdt Hanz Wanma)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *