Tranparansi Binpres KONI Papua Soal Penggunaan Anggaran Perlu diketahui Setiap Cabor

caption foto : Foto bersama sekum dan Pengurus Binpres KONI Papua

Natalis Tabuni : pembelian Alat – alat yang akan digunakan para atletnya, dirinya sama sekali tidak tau.
Dan juga sama sekali Saya tidak mengetahui jumlah Anggaran yang telah disiapkan KONI Papua khusus untuk cabor bilyar dalam hal pembinaan prestasi.

YOUTEFAPOST.ID, -(JAYAPURA), – Ketua PB Persatuan Olahraga Billyard se Indonesia (POBSI) Provinsi Papua Natalis Tabuni membeberkan cabor billyard akan memperebutkan 21 medali emas di ajang PON XX tahun 2021 nanti.
Namun dirinya mempertanyakan perhatian dari KONI Papua khususnya bidang pembinaan prestasi terhadap cabor yang dipimpinnya itu. “Perhatiannya tidak jelas, ini saja kontrak dengan atlet saya sebagai Ketua POBSI tidak pernah diberikan tembusan. Apalagi dilibatkan. Ada apa dibalik semua ini,”tanyanya saat diwawancarai. Jum’at Pekan (11/6/2021),Kemarin.

Bahkan kata Natalis dalam hal pembelian alat – alat yang akan digunakan para atletnya, dirinya sama sekali tidak tau. Dirinya juga sama sekali tidak mengetahui jumlah anggaran yang telah disiapkan KONI Papua khusus untuk cabor bilyar dalam hal pembinaan prestasi.

“Justru inilah yang saya bicara. Saya berani bicara karena tidak transparan. Karena saya sama sekali tidak tau besaran nilainya,”tuturnya.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait pembinaan prestasi bagi para atlet jelang PON Papua pada bulan Oktober nanti. Natalis mengaku bahwa soal pembinaan prestasi jelang PON menurutnya hal itu sebenarnya menjadi tugas dari KONI Provinsi Papua.

“Kita di KONI Kabupaten tidak diberikan kewenangan. Selama ini KONI Intan Jaya sudah cukup banyak membiayai di event – event untuk meningkatkan prestasi khusus cabor bilyard. KONI Provinsi tidak pernah memberikan informasi kepada saya,”ungkapnya.

Bahkan kata Natalis yang juga Bupati Intan Jaya ini bahwa ada beberapa atlet yang diputus gajinya. “Ini saya katakan tidak proporsional. Targetnya apa mereka ini,”ucapnya.

Untuk itu sebagai Ketua PB POBSI Provinsi Papua mempertanyakan target dari KONI dalam perolehan medali di ajang PON 2021 yang tinggal beberapa bulan ini. “Apakah sebagai peserta saja atau sebagai tuan rumah harus menunjukkan rankingnya harus di depan,”tuturnya.

Pasalnya setelah dirinya memperhatikan selama ini bahwa KONI selaku induk organisasi olahraga lebih banyak focus membiayai persiapan venue – venue dan juga untuk pembinaan – pembinaan cabang olahraga yang nota bene hanya bisa meraih satu, dua atau tiga medali emas saja. Sementara ada cabor yang perolehannya bisa lebih dari 10 medali emas, malah kurang perhatian.

“Seperti kami di bilyard. Itu 21 medali emas yang akan diperebutkan. Betul kita ada TC beberapa orang di Yogjakarta yang selama ini kita jalan. Sehingga yang lain mereka tangani sendiri,”bebernya.

Bahkan selaku Ketua cabor bilyar untuk pembangunan venue sendiri, dirinya sama sekali tidak mengetahui progressnya sudah sejauh mana. Termasuk juga persiapan – persiapan fasilitas lainnya dirinya sama sekali tidak mengetahuinya.

“Apalagi tanda tangan atau kontrak dengan atlet bilyar dari KONI, tembusannya kepada kami PB POBSI tidak ada. Saya sendiri sebagai ketua tidak tau menahu dan tidak pernah diberitau. Ini ada apa,”tanyanya.

Belum Maksimal

Sebagai Ketua PB POBSI dirinya melihat jelang persiapan PON Papua tahun 2021 ini belum maksimal. Karena ada beberapa yang seharusnya bisa dilakukan dan dipikirkan oleh PB PON dan juga KONI Papua sendiri.

“Seperti kritik yang juga sudah disampaikan oleh Walikota Jayapura dan juga saya sendiri. Saya berbicara ini bukan kapasitas saya sebagai tuan rumah. Tetapi kapasitas sebagai Ketua Cabor bilyard,”tegasnya.

Untuk itu dirinya merasa perlu disampaikan bahwa Provinsi Papua adalah sebagai tuan rumah dan bukan peserta. Hal ini nantinya akan menentukan ranking ada di nomor urut berapa berdasarkan perolehan emas.

“Sekarang begini tidak proporsionalnya KONI adalah tidak memiliki target. Jadi target yang pertandingannya heboh dan pemainnya banyak. Tetapi hanya memperebutkan satu medali emas saja. Contoh sepak bola dan volley,”jelasnya.

Akan tetapi ada cabor lain yang sebenarnya bisa menyumbangkan banyak medali emas. Namun kurang dapat perhatian. Sementara perolehan medali emas justru menentukan urutan perolehan medali.

“Sekarang target kita PB POBSI Papua target nya mau masuk di urutan berapa. Dengan demikian kami melihat tidak transparannya pengelolaan keuangan persiapan PON, saya pikir tidak proposional,”terangnya.

PB POBSI berharap agar jangan ada ketertutupan. Sebab PON ini adalah ajang nasional. Bilyar Papua dengan kondisi seperti yang ada saat ini. Sebagai ketua umum, dirinya tidak mau memiliki target yang banyak. Karena kurangnya perhatian terhadap cabor bilyar.

“Paling ya seperti dulu empat medali emas. Tetapi kalau misalnya diberikan kewenangan mutlak kepada kita pengurus. Kita bisa laksanakan dengan baik. Targetnya tidak mungkin empat, bisa saja lebih,”janjinya.

Kesiapan atlet sendiri, masih menurut Natalis Tabuni sampai dengan hari ini karena pandemic covid ini. Para atlet jalani TC selama dua tahun, dengan atlet yang dipersiapkan sebanyak 45 orang saat ini sedang berada di Yogjakarta.

“Ini akan diturunkan untuk semua nomor. Sebenarnya harus ada studi banding/TC. Keluar negeri tidak mungkin, karena kita ada pandemic covid. Tetapi seharusnya di dalam negeri kita harus pertebal. Atau katakanlah menambah jam bertanding yang lebih banyak,”urainya.

Namun kesemuanya itu kembali kepada KONI Papua. “Saya juga terbeban dari KONI Intan Jaya. Karena KONI Papua tidak terlalu banyak mendukung hal itu. Namanya bilyar itu harus berlatih dan bertanding terus. Kalau tidak bertanding tidak bisa dapat,”urainya.

Untuk itu dirinya berharap ada transparansi dari KONI Papua dan jangan tertutup dalam hal pengelolaan keuangannya. “Percayakanlah kepada kita para pengurus cabang olahraga. Bukan hanya di bilyar saja.

Akan tetapi di cabor lain saya juga sudah pantau.

Kita ini bawa nama provinsi juga dan bukan nama pribadi kita,”pungkasnya.

(Redakasi YP.ID)
(pewarta Mina)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *