Menteri Diskominfo Prof.Ahmad Ramli dan Bapak Ririk Ardriansyah Direktur Utama PT. Telkom Menyampaikan Permohonan Maaf Kepada Masyarakat Papua di Jayapura

Caption foto Menteri Diskominfo Ririek Adriansya

YOUTEFAPOST.COM,(JAKARTA),-Materi Menteri Komunikasi dan Informatika RI
Dalam Konferensi Pers tentang Gangguan Sistem Komunikasi di Jayapura ( Laut Perairan kabupaten Sarmi),
Pasca Putusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Ruas Biak-Jayapura pada Bulan April 2021

Yang terhormat,
Prof. Ahmad Ramli, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika,
Bapak Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkom Indonesia,
Rekan-rekan media dan pers sekalian,
Serta masyarakat Indonesia di penjuru Tanah Air.
Pada Jumat, 30 April 2021 pukul 19.40 WIB, telah terjadi gangguan
telekomunikasi akibat putusnya kabel laut ruas Biak-Jayapura, tepatnya pada
posisi 280 kilometer dari kota Biak dengan kedalaman 4.050 meter di bawah
permukaan laut (Mdpl).

Gangguan infrastruktur telekomunikasi di Papua murni karena putusnya sistem
komunikasi kabel laut, yang diduga diakibatkan oleh faktor alam, yakni longsor
bawah laut.

Sebelumnya, sejak tahun 2015 pernah terjadi beberapa kali kejadian kabel putus
pada ruas Biak-Jayapura yang telah diidentifikasi penyebabnya. Adapun kejadian
tersebut beberapanya disebabkan karena faktor alam dan alat bantu
penangkapan ikan.

Putusnya kabel laut tersebut berdampak pada sepertiga total trafik normal sistem
komunikasi seluruh Papua, yaitu sekitar 154 dari total 464 Gbps. Adapun area
yang terdampak gangguan di Papua berada pada 4 titik, yaitu kota Jayapura,
Abepura, Sentani, juga Sarmi.

Dalam menanggulangi kejadian ini, Kementerian Kominfo terus melakukan
koordinasi rutin dengan PT Telkom dalam upaya penanganan dan pemulihan
jaringan di wilayah terdampak. Selain itu, Kementerian Kominfo juga telah
mengirimkan surat kepada PT Telkom untuk memberikan penjaminan
perlindungan bagi konsumen yang terdampak.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari PT Telkom, telah dilakukan langkah
mitigasi langsung melalui aktivasi jaringan backup secara bertahap, dimulai dari
layanan suara hingga layanan data yang menyesuaikan ketersediaan bandwidth.
7. Pada tanggal 17 Mei 2021, jaringan backup ini telah mencapai total kapasitas 4,7
Gbps, ditunjang oleh pemanfaatan link satelit sebesar 2.662 Mbps, radio long haul
Palapa Ring Timur sebesar 500 Mbps, dan radio long haul Sarmi-Biak sebesar
1.600 Mbps.

Untuk mengamankan kualitas layanan pada saat proses penyambungan, Telkom
juga menyediakan backup link khususnya untuk wilayah Manokwari dan Biak
sebesar 40 Gbps melalui Palapa Ring2 Timur.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI
Jalan Merdeka Barat No. 9
Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10110
www.kominfo.go.id

Sebagai upaya pemulihan jangka pendek terhadap kabel ruas Biak-Jayapura
yang terputus, proses penyambungan kabel dan identifikasi penyebab putusnya
kabel telah diusahakan sejak tanggal 1 Mei 2021 menggunakan kapal khusus.

PT Telkom menargetkan penyelesaian perbaikan pada 7 Juni 2021.

Terdapat beberapa tantangan yang dihadapi saat proses penyambungan kabel,
Salah satunya faktor cuaca, yaitu adanya Siklon Tropis Choi-Wan di sekitar Samudera
Pasifik sebelah utara Papua Barat-Papua sehingga menurunkan kecepatan kapal
(5-7 Knots dari kecepatan normal 9 Knots) dan menyebabkan delay.

Sebagai upaya mitigasi jangka panjang, PT Telkom telah memulai pembangunan
jalur baru kabel laut Jayapura-Sarmi-Waisai sepanjang 1.141 kilometer.

Kementerian Kominfo juga akan terus mengawal dan membangun infrastruktur,
baik kabel serat optik hingga base transceiver stations (BTS) untuk memperkuat
sistem telekomunikasi di Indonesia.

Informasi lebih lanjut mengenai proses penyambungan dan pembangunan jalur
baru kabel laut Jayapura-Sarmi-Waisai akan disampaikan oleh Bapak Ririek
selaku Direktur Utama PT Telkom Indonesia.
(Jakarta, 7 Juni 2021)

(Redaksi YP.com21Papua)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *