Hari Bhakti Imgirasi Ke-71 Kemenkumham Papua, Gelar Perekaman Pasport gratis

caption Foto : Pj Sekda Papua bersama Kepala Kejaksaan dan Kadiv Imigrasi Papua

PJ Sekda Doren Wakerkwa : Paspor Sangat Penting

YOUTEFAPOS.COM, -(JAYAPURA), – Dalam Rangka Hari Bhakti Imigrasi yang ke – 71, Kemenkumham Papua, melakukan perekaman kepengurusan Passport yang berlangsung dihalaman kantor Gubernur Provinsi Papua selama tiga hari yakni 19-21 Januari 2021.

Pj Sekda Papua Doren Wakerkwa, mengatakan memang ASN di lingkungkan Provinsi Papua memang memutuhkan passport elektronik maupun manual, kami harap semua pegawai yang ada disini yang belum memiliki passport bisa datang mengurusnya supaya bisa memudahkan semua perjalanan mereka.

“Mau keluar negeri harus memakai passport mau ke Vanimo pun harus pakai passport, supaya keamanannya tidak diganggu dan stabilitas setiap orang yang melakukan perjalanan ke luar negeri. Oleh karena itu passport sangat penting,” kata Pj Sekda Doren Wakerkwa kepada awak media, Selasa, (19/01/2021).

Karena ini sudah difasilitasi langsung oleh pemerinta provinsi papuad dalam hal ini Gubernur dan saya berada disini, say a juga sudah mengurus passport elektronik yang bisa saya pakai gunakan dimana saja.

“Passport elektronik ini sudah terdaftar dan kemana kita pergi itu sudah terdaftar dan ini sangat penting bagi semua anak-anak bangsa indonesia yang ada disini membutuhkan passport kemana saja mereka pergi kami memberikan ucapan terima kasih kepada Kakanwil Kemenkuham Pak Anthonius Ayorbaba yang juga merupakan anak asli Papua telah mendorong kita semua untuk memiliki passport,” ujarnya.

Ini juga untuk memberikan kenyamanan bagi diri sendiri dan juga bagi keluarga, anak-anak ke luar negeri, passport sangat penting ini adalah surat perjalan dinas ke luar negeri dengan adanya passport elektronik maka tidak ada masalah ke daerah-daerah tertentu yang kita pergi. Kami harap semua harus mengurus passport.

Sementara itu Kakanwil Kemenkumham Papua Anthonius Ayorbaba mengatakan, Presidenkan sudah menetapkan bebas Visa di 169 negara bisa masuk di Indonesia, kita juga orang Indonesia juga harus tahu bahwa ada 32 negara dimana orang Indonesia bisa pergi bebas Visa.

“Tentu konsep yang dilakukan oleh Bapak Presiden ini juga dalam memberikan kesempatan supaya ada peningkatan investasi di daerah dan juga mendukung pemerintah dalam mendorong peningkatan pariwisata. Kita tahu Papua punya banyak potensi wisata yang harus diorong dan didukung,” jelas Ayorbaba.

Untuk itu ini adalah langkah awal yang kita akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah Kanwil Kemenkumham akan menidentifikasi. Seperti saya memberi dua contoh di Papua yang bisa kita kembangkan dengan sebuah pendekatan yang maksimal karena dia unik dan spesifik dan juga punya nilai komuditi yang harus dikemas secara bersama-sama. Milasnya saja dari tahun ke tahunkan pemerintah daerah baik Provinsi maupun Kab/Kota meneyelenggarakan Festival.
Festival inikan tentu membebani APBD pemerintah daerah, sementara kalau dikemas secara profesional itu bisa meningkatkan daya saing daerah dan investasi daerah.

“Saya mendapatkan dua informasi terhadapa keunikan diPapua misalnya Kabupaten Biak Numfor terhadap keunggulan masyarakat dari sisi kekayaan intelektual komunal. Orang Biak yang bisa jalan diatas api, itu nilainya sangat tinggi yang bisa mendorong investor dari daerah lain dan negara lain bahkan mancanegara dan sesama domestik bisa nonton dan melihat. Bukan itu saja tapi juga di Asmat, Wamena Jayawijaya dan beberapa daerah lain,” ungkapnya.

Untuk itu kata Ayorbaba kita sudah bersepakat dengan Bapak Sekda dan sudah audience dengan pimpinan DPRP kita akan kolaborasi dan bersinergi untuk memberikan investasi tapi juga mendorong pemerintah daerah dalam peningkatan daya saing daerah.

Kadiv Keimigrasian Papua Novianton Sulastomo menyampaikan kegiatan ini adalah kegiatan inovasi palayanan dari kantor imigrasi jayapura dengan pendekatan pelayanan jemput bola. Kegiatan ini tidak hanya di lakukan dikantor gubernur saja tapi bisa juga dilaksanakan dibeberapa tempat bahkan dikantor swasta dipersilahkan masyarakat mengajukan permohonan dan kami akan bisa melakukan pelayanan dikantor tersebut, bahkan bisa juga dilakukan di Mall-Mall.

“Jadi kegiatan ini merupakan satu inovasi untuk mendekatkan dan memudahkan pelayanan. Menyangkut apakah perbedaan passport biasa dan passport elekteonik, funsgsi dan kekuatan passport itu sebetulnya sama saja,” bilangnya.

Namun perbedaan utamanya adalah bahwa di harga untuk passport biasa itu adalah 350 ribu, sementara untuk passport elektronik harganya 650 ribu.
Kemudian perbedaan yang berprinsip passport elektronik dihalaman depannya itu ada cip yang ditanamkan disitu dengan data yang ada dicip tersebut maka identitas dari pemegang passport tersebut secara sistem dapat dibaca dengan lebih akurat, otentik yang diakui oleh pemerintah Jepang.

“Dengan passport elektronik cukup satu kali saja passport didaftarkan atau dilaporkan ke kedutaan besar Jepang yang ada di Jakarta atau pun yang ada di Surabaya cukup satu kali saja di laporkan, untuk selanjutnya ke Jepang akan bebas Visa. Jadi masyarakat tidak direpotkan,” tutupnya.***
(Redaksi YP.COM)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *