Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Olahraga » Fredrik Sokoy : Untuk Atlet Yang Tes Parameternya Turun Bisa Di Kembalikan

Fredrik Sokoy : Untuk Atlet Yang Tes Parameternya Turun Bisa Di Kembalikan

(42 Views) Desember 2, 2020 1:15 pm | Published by | No comment

caption foto : Suasana Test Para Meter Atlit PON XX 2021 Papua Di lapangan Mahacandra Uncen November2020


YOUTEFAPOST.COM,-(JAYAPURA), – Tes parameter bagi atlet dari setiap Cabang Olahraga (Cabor) yang sedang menjalani Treaning Center (TC)/Pemusatan Latihan jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke-XX Tahun 2020, yang hasil-nya tidak memenuhi delapan item tes.

“Kita lakukan tes kebugaran tahap kedua dalam rangka kita harus memastikan bahwa atlet yang bisa benar-benar berprestasi di PON,” kata Ketua Binpres KONI Papua Fredrik Sokoy kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu, (02/12/2020).

Lanjtunya waktu kita lakukan tes tahap pertama itu tujuannya adalah waktu satu sampai dua tahun, satu tahun saja sebenarnya target kita ada dipemusatan latihan tetapi karena covid kita berikan toleransi kepada mereka sampai dengan saat ini.

“Tantu saja tes kebugaran ini sebagai suatu instrumen penting, memberi indikasi kepada kita, kebugaran pada atlet tingkat mana sesuai dengan karakterisik cabor. Ada beberapa item tes yang sudah dilakukan tentu ada yang sifatnya umum, tapi ada yang lebih bersifat khusus,”terangnya.

Fungsi dari tes kebugaran pertama adalah memastikan tingkat kebugaran setiap atlet sebagai fondasi utama.
Hal-hal lain kita akan mudah kita perkuat yang penting itu tingkat kebugaran atlet bisa ada pada titik aman pertam. Misalnya saka kita sudah mau masuk disatu tahun lebih katakanlah ini mau masuk dua tahun.

“Kita ingin sekali bahwa semua atlet itu berada pada kondisi kebugaran yang maksimal, karena meskipun covid juga buat semua unit latihan tapi juga periodisasi itu belum berjalan secara normal,” ujarnya.

Tapi juga bersyukur bahwa dibeberapa tempat itu mereka tidak melakukan TC mandiri ataupun TC yang direkayasa. Nah kita bersyukur atlet kita ada dipenampungan dan dibiayai secara penuh dan tentu sekali sebagai bentuk pertanggung jawaban kita secara organisasi terhadap KONI, maka kita harus memberikan data.

“Kalau misalnya latìhan dan kompetisi tidak sesuai dengan lokasi dengan waktu yang di berikan maka satu-sàtunya instrumen yang paling aman bagi kita adalah tes kebugaran.
Atlet yang memiliki tingkat kebugaran yang diatas rata-rata itu kami binpres telah merekomendasi melalui puslatprov terutama dibidang kompetisi dan pertandingan yang di ketuai oleh saya sendiri, kita tetap memberikan penghargaan reward untuk atlet maupun cabor yang memiliki tingkat kebugaran diatas rata-rata sebagai bentu,penghargaan kita bahwa meskipun covid. Mereka juga telah melakukan langkah-langkah maju dengan berbagai cara supaya kebuguaran atlet secara global itu terjaga,” ungkapnya.

Bagian dari evaluasi total bahwa selama ini kita menginginkan para pimpinan cabor harus melakukan semacam kompetisi buatan, harus melakukan turnamen tertentu yang bermaksud mengevaluasi program latihan bahkan kemajuan dari para atlet. “Ini belum semua dilakukan kiya jujur dibagian ini tidak semua cabor dari 37 cabor dan 56 sub cabor. Karena itu kami selaku penanggung jawab prestasi KONI mengambil sikap, harus ada sesuatu yang membuat kita pastikan bahwa semua cabor dan atlet ada dalam satu tingkat kebugaran yang wajar,” bilangnya.

“Bagaiamana kalau kita dapati cabor tertentu kondisi fisik atletnya lemah, ini juga sekaligus pomosi dan degradasi. Jadi ini promosi degradasi tahap akhir untuk kita. Yang tidak memenuhi syarat mohon maaf kita kembalikan saja, dan kita harus minta jiwa besar dari Pengprov untuk menerima hal ini. Atlet yang memang tidak memenuhi syarat sama sekali, kita sudah masuk dan sedang berada di satu tahun dengan kompetisi yang besar,” terangnya.

Kita kan mencanangkan 68 medali emas, kita ambil yang 10 persen saja dari total medali yang diperebutkan, kalau 708 sekian yang harus diperebutkan kita ambil yang 10 persen saja. Untuk posisi 5 besar, bahkan untuk mengambil posisi yang terendah sementara kita, semua cabor sedang bergerak.
Jadi kemungkinan kita ambil yang 10 dalam posisi 5 besar dan bisa bergeser terus naik ke posisi 3 besar.

“Segera kita akan lakukan waktu dalam bulan Desember ini, karena di Januari itu kita sudah tunjukan ke cabor dan kita panggil semua cabor untuk dapat melihat masing-masing. Tolong lihat bahwa ini tingkat kebugaran per atlet dengan karakteristik cabor. Mereka akan lihat dan yang tidak memenuhi syarat. Cabor harus menerima dengan jiwa besar untuk cabor menerima karena dengan demikian kita juga harus melakukan efisiensi dan efektifas,” tegasnya.
Kalau atlet yang tidak dan yang ingin juara mengapa kita harus piara 30 atlet itu tidak bisa sama saja kita korbankan 3 medali emas kita buang karena kita telah mengantongi 30 atlet. Lebih baik 3 atlet kita benar harus persiapkan mereka, kasih tinggal ditempat yang bagus, makan yang baik, dan kita kontrol dan tes. Lebih baik 3 atlet ini yang berhasil dari pada 30 atlet.( Bidang Humas KONI Papua)
Editor : SONNY/ GEIS)

Facebook Comments
0Shares
Categorised in:

No comment for Fredrik Sokoy : Untuk Atlet Yang Tes Parameternya Turun Bisa Di Kembalikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *