Satgas COVID-19 Gelar Pelatihan 500 Relawan di Papua

caption foto: Fasilitator di Jayapura dilatih dalam perekrutan 500-an relawan Satgas Covid-19. (dok: Satgas Covid-19)

Jayapura- Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menggelar pelatihan untuk relawan di Jayapura, Papua. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rekruitmen dan penguatan relawan untuk turut mendukung agenda penanganan COVID-19.

Pelatihan relawan di Jayapura akan melibatkan 500 warga Papua yang siap terlibat dalam kegiatan kerelawanan. Kegiatan pelatihan akan berlangsung dari 30 November sampai 4 Desember 2020.

Rangkaian kegiatan sudah diawali dengan pelatihan 30 fasilitator yang nantinya akan memberi pelatihan ke seluruh relawan dengan pendampingan dari Bidang Koordinasi Relawan Satgas Covid-19.

Seperti dalam pelatihan sebelumnya di berbagai kota, materi pokok yang diberikan meliputi materi Adaptasi Kebiasaan Baru, Kerelawanan dan inaRisk, Komunikasi Efektif dan Isu Lokal.

Salah satu fasilitator di Kota Jayapura, Abdul Munib mengatakan relawan yang akan dilatih nantinya akan memperkuat semangat kolektif warga dalam menghadapi pandemi. Kesadaran untuk bersama menjaga kesehatan masyarakat terus menguat.

“Dalam hal penggunaan masker misalnya, istilah di sini adalah ‘sa jaga ko, ko jaga sa, kitorang semua selamat (saya jaga kamu, kamu jaga saya, kita selamat bersama),” katanya, Sabtu 28 November 2020.

Kepala Bidang Koordinasi Relawan Satgas COVID-19, Andre Rahadian menjelaskan program perubahan perilaku yang melibatkan relawan pada akhirnya menyasar masyarakat luas. Indikator utamanya adalah tren penurunan angka terkonfirmasi COVID-19.

Dia mengatakan, peran relawan sangat penting dalam agenda besar menangani COVID-19. Program rekrutmen dan pemberdayaan relawan sudah dilakukan sejak Maret 2020 begitu ada kasus COVID-19 di Indonesia.

Saat itu, relawan berperan dalam kegiatan mitigasi dan pencegahan. Selanjutnya, ada Agustus 2020 dibentuklah Desk Relawan yang mengkoordinasi relawan medis dan non-medis. Seiring waktu, relawan terus bertambah hingga mencapai puluhan ribu relawan saat ini.

Andre menandaskan keterlibatan warga yang besar dalam penanggulangan pandemi ini merupakan salah satu keunggulan bangsa sesuai semangat kemanusiaan dan gotong royong. “Ini kelebihan kita yang harus disyukuri dan dikelola.”

Pelatihan untuk Relawan COVID-19 sebelumya sudah digelar di Bandung yang melibatkan 3000 relawan. Kemudian disusul di Bali melibatkan 1000 relawan, di Semarang 2000 relawan, di Makassar 1000 relawan dan di Banjarmasin 1000 relawan. Setelah di Papua ini pelatihan akan digelar kembali di Aceh pada awal Desember.

“Rangkaian pelatihan relawan ini menambah 10 ribu relawan baru, sehingga total ada 40 relawan Covid-19 di seluruh Indonesia,” kata Kepala Sub Bidang Pelatihan Bidang Kerelawanan Satgas Covid-19.

Dia menjelaskan, pelatihan relawan ini semacam menginstal program perubahan perilaku ke masyarakat luas yang dilakukan bertahap melalui relawan. “Program-program sebelumnya masih berjalan, untuk saat ini akan fokus pada perubahan perilaku,” katanya. Program Pelatihan Relawan Provinsi Papua Dalam Penanganan COVID-19
Hotel Aston Jayapura (27 November – 4 Desember 2020)
Latar Belakang dari Kegiatan Ini adalah :
Kegiatan pelaksanaan Program Pelatihan Relawan Provinsi Papua Dalam Penanganan COVID-19
diselenggarakan oleh Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Program
pelatihan ini difasilitasi oleh Sub Bidang Pelatihan, Sub Bidang Penanganan Kesehatan dan Sub
Bidang Protokol Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Selain itu,
BNPB, Bidang Perubahan Perilaku dan Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan
COVID-19 juga turut andil dalam memfasilitasi kegiatan ini.
Setiap bidang dan sub-bidang tersebut masing-masing menunjuk perwakilan narasumber ahli
yang akan memberikan materi pelatihan kepada fasilitator. Fasilitator tersebut tersebut
selanjutnya akan menjadi perpanjangan tangan pada rangkaian pelatihan selanjutnya dengan
melatih 500 relawan terpilih;
Setelah mendapatkan pelatihan, diharapkan para relawan akan memiliki pemahaman yang tepat
terkait penanganan COVID-19 agar secara otomatis bergerak untuk melakukan sosialisasi serta
pemantauan protokol kesehatan terkait penanganan COVID-19 mulai dari lingkungan terdekat
mereka, yaitu lingkungan keluarga hingga ruang lingkup yang lebih besar di fasilitas umum.
Relawan diharapkan menyampaikan laporan kegiatan sosialisai dan pemantauan melalui aplikasi
milik BNPB untuk mengetahui bahaya kebencanaan disekitar serta upaya yang dapat kita lakukan
secara mandiri, yaitu inaRISK.
Maksud Dan Tujuan Kegiatannya yakni :
• Memberikan Edukasi dan Sosialisasi tentang bahaya penyebaran COVID-19 kepada
masyarakat di masing-masing kecamatan.
• Melakukan sosialisasi dan memonitoring penerapan protokol kesehatan sebagai
upaya memimalisir penyebaran COVID-19 di Provinsi Papua.
• Membangkitkan semangat berbelarasa dan mendukung pemerintah dalam upaya
penanganan COVID-19.
Sasaran Kegiatannya adalah :
Distribusi relawan terlatih untuk bidang adaptasi perubahan perilaku dalam melakukan edukasi
adaptasi kebiasaan baru dan sosialisasi penerapan protokol.(redaksi Yp.com)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *