KONI Usulkan Anggaran Rp. 1,3 Triliun Pada Rapat Bersama Pansus DPRP

caption foto rapat bersama pansus DPRP Komisi V dengan pengurus KONI Papua (23/11/2020)

caption foto : rapat Pansus DPRP komisi V bagian Anggran dan KONI Papua
YOUTEFAPOST.COM, -(JAYAPURA), -Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua, menghadiri rapat dengan, Panitia Khusus (Pansus) PON XX dan PPN-XVI Tahun 2021, yang berlangsung di Jayapura, Senin, (23/11/2020).

Sekertaris Umum KONI Papua Kenius Kogoya SP. M.Si mengatakan, dalam rapat ini lebih kepada persiapan menghadapi PON dan Pansus DPRP mendengar persiapan kita untuk menuju prestasi.

“Kita sudah menyampaikan tinggal hal-hal lain menyangkut dengan dukungan dan lain sebagianya bisa pansus dorong bersama bisa kita diskusikan,” ujar Kenius Kogoya kepada wartawan, Senin, (23/11/2020).

Dan juga kami harap teman-teman di DPRP bisa mendorong atlet-atlet kita untuk tetap semangat, yang sekarang mereka sedang berlatih untuk TC saat ini baik di Papua maupun di luar Papua agar mereka termotifasi saat teman-teman pansus DPRP mendatangi basecamp latihan mereka para atlet dan melihat persiapan atlet nantinya.

Ditanya terkait kebutuhan dana yang akan diperuntukan, Kenius mengatakan kita sudah sampaikan tentunya di anggaran 2021 agar benar-benar bisa menjadi prioritas, karena PON ini bukan saja sukses penyelenggaran namun juga prestasinya. Kita harus balance bukan hanya sukses penyelenggaraan tapi harus juga sukses prestasi.

“Kita sudah sampaikan untuk 2021 dan kita sudah mengusulkan berapa biaya yang sudah ada dalam rancangan kita. Usulan kita yaitu Rp. 1,3 Triliun. Jadi itu sudah termasuk dengan bonus para atlet. Target kita tetap 3 besar di PON Papua 2021,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Pansus PON XX dan PPN-XVI Jack Komboy mengatakan, rapat ini lebih kepada melihat persiapan-persiapan mereka bagaimana persiapan para atlet, terus dan banyak hal yang kita sudah diskusikan.

“Harapan kami dengan tertundanya PON ke tahun 2021, perhatian kami agar agar persiapan mereka bisa lebih matang lagi. Target mereka juga paling tidak bisa mendapatkan 78 medali emas, saya berharap ini dapat dijaga oleh kita semua. Terpenting itu atletnya bagaimana atlet bisa merasa nyaman, memiliki fasilitas yang lebih baik pasti akan meraih prestasi yang baik dan itu yang menjadi catatan,” terangnya.

Berikutnya adalah venue-venue yang sudah diresmikan kita akan diskusikan dengan instansi terkait yang mengurus venue-venue ini bagaimana atlet kita bisa lakukan uji coba disana atau bisa berlatih. “Sehingga pada saat iven PON nanti mereka sudah terbiasa,” tuturnya.

Kita juga akan informasikan dengan intansi seperti pariwisata, pertanian dan lainnya kita perlu kolaborasi antara dinas terkait dan juga PB PON. Kami juga tadi sempat bertanya sudah ada pertemuan KONI dan PB PON, mereka belum pertemuan dengan PB PON dan ini semua harus saling terkait.

Karena kedepan ini PON tinggal 313 hari, jadi semua harus saling kolaborasi, segera lakukan komunikasi sehingga ini perlu kerja banyak orang, bukan satu dua orang sehingga persiapan bisa lebih matang.

“KONI sudah menjelaskan banyak hal ke kami, terkait dengan persiapan mereka bagaimana dengan kesiapan atlet yang TC di Papua dan luar Papua. Tentunya kalau kebutuhan anggaran iya terkait kebutuhan mereka terhitung dengan kebutuhan dan bonus atlet ada dikisaran Rp. 1,3 Triliun. Itu yang tadi mereka mencoba menghitung dan memberikan gambaran untuk kita,” ungkapnya. (REDAKSI : yp.com)
(Editor : GM)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *