Sekum KONI Papua : Bagi Pengprov Cabor Yang Belum Gelar Musda Segera Untuk Dilaksanakan

Caption Foto : Sekum KONI Papua Kenius Kogoya Di Ruang Kerajanya ( Selasa, 27/10/2020) Mandala Dok V Jayapura

YOUTEFAPOST.COM,-(JAYAPURA), – Pengprov cabang olahraga yang belum melaksanakan musyawarah harus segera menggelar musyawarah, dan harus aktif yang sementara melakukan Treaning Center (TC)/Pemusatan Latihan dalam persiapan PON 2021.

“Cabor yang sedang melakukan TC harus aktif tidak bisa masa periodenya sudah habis lalu dipertahankan, terutama di cabor tinju. Tinju itu sudah lama sekali pengurusannya, dan belum melakukan musyawarah hingga saat ini,” kata Sekertaris Umum Kenius Kogoya SP. M.Si kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa sore, (27/10/2020).

Menurut Kenius kalaupun nanti SK nya mau diperpanjang kepengurusan Pertina Provinsi Papua. Sebenarnya kepengurusannya sudah mati sebenarnya, kita harapkan pengprov harus bisa lebih aktif untuk membuat musyawarah.

“Sangat penting dan harus musyawarah karena ini bukan saja untuk kepentingan di PON, tapi kepengurusan di provinsi itu bagaimana dia melakukan konsolidasi untuk organisasi ke tingkat Kabupaten dan Kota dan untuk kepengurusan di Kabupaten dan Kota juga itu mestinya harus ada. Karena terkait dengan pembinaan atlet dan tidak hanya pembinaan di provinsi harus di di Kabupaten dan Kota,”terangnya.

Lanjutnya pembinaan di Kabupaten dan Kota kan tentunya nanti ada Kejurda, pembinaan harus ada disana kalau tidak ada maka kita tidak bisa melakukan itu.

“Jadi pengurus cabor yang masih ada di provinsi harus segera juga melakukan konsolidasi. Karena kalau mau dilihat banyak atlet-atlet kita yang mempunyai kemampuan tapi karena tidak bisa dijangkau karane pembinaan itu tidak berjalan,” ungkapnya.

Kita tidak akan kehabisan atlet kalau itu kita bina dengan baik, kami KONI Papua sebagai payung organisasi dari seluruh cabang olahraga itu dia akan ada untuk membina atlet-atlet dari setiap Kabupaten dan Kota agar bisa terseleksi baik.

“Kita di Papua ini tidak akan pernah kehabisan atlet dan bakat-bakat yang ada untuk bibit atlet kita sehingga kita harapkan cabor-cabor bisa membangun organisasi dengan baik dan lakukan konsolidasi sampai ke tingkat Kabupaten dan Kota supaya pembinaan atlet bisa berjalan,” bebernya.

“Dua tahun kedepan setelah PON kita akan programkan untuk kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) agar supaya tidak seperti sebelumnya yang kita jalan untuk mencari atlet melalui TC berjalan dan sebenarnya itu tidak perlu karena kalau kita sudah lakukan kejurda kemudian porprov kalau itu sudah berjalan atlet kita sudah pasti siap untuk kita bina,” harapnya.

Untuk itu cabor-cabor belum melakukan musyawarah segera lakukan musyawarah karena itu untuk penyegaran organisasi jadi segera laksanakan musyawarah. “Tapi ini juga untuk kepentingan pertanggung jawaban pembiayaan anggaran, seperti dana-dana pembinaan.
Ini tidak bisa diambil oleh kepengurusan yang sudah vakum,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Bidang Organisasi KONI Papua Dantje Nere mengatakan, pengurus yang belum menggelar musyawarah jangan di nina bobokan dengan periode dan kemudian mau berjalan terus dengan waktu yang sudah habis.

“Kita berpikir PON itu pikiran kita harus untuk jangka panjang. Yang sudah menggelar musyawarah seperti catur, gulat dan beberapa cabor lainnya. Dua yang kami berikan waktu sisah adalah di bulan November ini hanya tersisah Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PSI) dan Pertina,” bilangnya. (***)
(Redaksi Yp.com)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *