Gubernur Papua : Hasil Kajian UU No.21 Tahun 2001 .Otsus Papua Sudah Diserahkan Kepada MRP Dan DPRP

Caption Foto : Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP,MH

YOUTEFAPOST.COM,-(JAYAPURA),-Gubernur Papua Menyerahkan hasil Kajian Uncen Undang-undang Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang otonomi khusus Papua kepada Majelis Rakyat Papua dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua Selasa (29/09) usai rapat bersama dengan sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi Papua hal ini disampaikan langsung oleh Lukas Enembe, S.IP MH.kemarin.

Lanjut kata Lukas, “Kami, [Pemerintah] Provinsi sudah mengambil sikap untuk tidak membahas [evaluasi Otsus Papua]. Sebab, sebelumnya kami [sudah mendorong revisi UU Otsus Papua], tapi kemudian ditolak pusat. Jadi, [hasil kajian Uncen itu] kami serahkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Papua dan Majelis Rakyat Papua, untuk dibahas,” kata Enembe.

Terkait wacana sepihak pemerintah pusat untuk memekarkan Provinsi Papua, Enembe menegaskan pihaknya tidak akan merekomendasikan hal itu. Enembe menyatakan Papua tidak membutuhkan pemekaran provinsi, namun membutuhkan penataan.
“Kami tidak akan merekomendasikan [pembentukan] Daerah Otonom Baru. Yang harus dilakukan adalah penataan sesuai dengan UU Otsus Papua,” kata Enembe dengan tegas.

Enembe menyatakan maraknya penolakan terhadap rencana pemerintah pusat membuat Otsus Papua Jilid II merupakan dampak dari langkah pemangku kepentingan politik di tingkat pusat yang membiarkan Rancangan Undang-undang (RUU) Otsus Plus terbengkalai. RUU itu disusun Pemerintah Provinsi Papua bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat, dan telah diajukan sejak 2014. Akan tetapi, hingga kini RUU itu tidak pernah dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat RI.

“Apa yang terjadi saat ini sudah saya prediksi jauh hari. Makanya, sekarang pusat yang pusing urus ke sana kemari. Kalau seandainya waktu itu Otsus Plus diterima, tentu Papua akan aman. Untuk itu, kami sepakat untuk tidak membahas itu lagi, dan serahkan semuanya ke DPR Papua dan Majelis Rakyat Papua, ” kata Enembe.(redaksi Yp.com)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *