Bupati Puncak Hebat, dan Tepati Janji, 100 Persen Orang Asli Papua lolos Test CPNS 2018

Chaption Foto : Bupati Puncak Wellem wandik

YOUTEFAPOST.COM,

Chaption foto Tampak Buapati Mendatangani Berita Acara  Hasil Test CPNS 2018

-(ILAGA ), –Bupati Puncak Willem Wandik dan Wakil Bupati Pelinus Balinal, menepati janjinya untuk memperjuangkan nasib orang asli Papua  asal Kabupaten Puncak,dalam penerimaan CPNS 2018,akhirnya terbukti, dimana dari penerimaan 409 formasi yang direbutkan, dimana 100 persen merupakan anak dari kalangan anak asli Kabupaten Puncak.

 

 

Demikian hal tersebut, terungkap saat Bupati Puncak Willem Wandik, memimpin apel sekaligus pengumuman hasil CPNS 2018 di Halaman Kantor Bupati Puncak, Senin,21 september. Untuk daftar nama-nama peserta tes cpns yang lulus 2018 asal Kabupaten Puncak, akan dilampirkan juga di halaman berikut.

 

“Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada Badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia-red)Kabupaten Puncak, karena ternyata saat pengumuman kali ini,hasil tes ternyata semuanya 100 persen anak asli Papua,saya sudah baca nama-nama dari awal sampai dengan terakhir, semua anak anak asli Kabupaten Puncak, tidak ada dari luar Kabupaten Puncak Papua,ini membuktikan keperpihakan kita kepada orang asli Papua,”ungkap Bupati.

 

Bupati Wandik mengaakan , berdasarkan laporan yang dirinya terima dari BKPSDM, bahwa  dari 800 peserta tes cpns 2018 lalu, dimana peserta semua anak asli Kabupaten Puncak, tidak ada yang dari luar Papua, dan hasil tes dilakukan secara online dan transparan, hasil nilai ditunjukan,tidak ada intervensi dari pejabat, Bupati atau wakil Bupati, bahkan  semua nama-nama peserta tes juga ditempel secara transparan, ini artinya bahwa hasil pengumuman cpns 2018, sudah sesuai dengan aspirasi masyarakat Papua asal Kabupaten Puncak, jadi tidak boleh lagi ada penolakan terhadap hasil ini.

 

“Tes cpns 2028, kita tidak buka tes untuk umum,murni 100 persen anak asli Kabupaten Puncak,mereka sendiri yang ikut tes,liat nilai sendiri mereka sendiri yang tentukan, ini murni kerja dari para pencaker anak asli Pancak yang ikut tes, apapapun hasilnya diterima, tidak boleh lagi ada keributan, atau kenapa dan kenapa, tanya pada dirimu sendiri,”tambahnya.

 

Lanjut Bupati, hasil ini bukan berarti ada diskriminasi, namun ini merupakan langkah afirmasi secara positiv bagi anak asli Papua, karena sejauh untuk bidang lain, nampaknya masih membutuhkan proses, sementara banyak anak asli Papua yang sudah menyelesaikan kuliah, namun tidak terserap di lapangan kerja, sehingga kesempatan untuk menjadi PNS,hanya bisa dilakukan melalui cara-cara seperti ini.

 

“Penerimaan-penerimaan yang dahulu, sudah banyak kita berikan kesempatan kepada saudara-saudara kita dari luar Puncak, kesempatan seperti ini, tidak salahnya kita berikan kesempatan buat adik-adik kita yang sudah sarjana, yang menganggor ini, tidak mungkin mereka pegawai diluar Kabupaten Puncak atau Papua, kesempatan mereka jadi PNS hanya di daerah mereka sendiri,atinya ini bagian dari Diskriminasi poistiv bagi orang asli Papua,”tambahnya.

 

Kepada para pancakar yang lain, terutama honorer baik anak asli maupun non Papua, yang namanya belum tembus karena tidak mengikuti tes, Bupati berharap agar bersabar, sebab nama mereka sudah didatakan, terutama tenaga guru dan kesehatan,  mereka ini akan diakomodir pada penerimaan berikut, dengan quota 20 persen.

 

“Penerimaan berikut, sudah pasti 80 persen anak asli,20 persen non Papua, khusus untuk non Papua, kita akan akomodir tenaga guru dan kesehatan, terutama saudara-saudara kita yang sudah mengabdi hampir tujuh sampai delapan tahun ke atas, sudah pasti akan kita terima,”tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Puncak Elkana Waropen,SE, menjelaskan peserta tes online 2018 semuanya anak asli Kabupaten Puncak berjumlah 800 lebih orang, nama mereka yang tes dan tidak ikut tes, semua ditempel secara terbuka,jadi tidak ada permainan di dalam.

 

“sementara khusus untuk tenaga honorer K2 atau diluar K2, kita sementara data,direncanakan minggu ketiga oktober aka nada informasi soal nasib mereka,”tukasnya.

 

Kepada para peserta tes CPNS yang sudah lulus, Elnaka mengatakan, sesuai dengan petunjuk Bupati, maka akan dibuka lokasi pemberkasan di Kabupaten Timika, Jayapura dan Nabire, sehingga tidak semua peserta yang lulus berbondong-bondong naik ke Ilaga, mengingat pendemi corona makin tinggi di Papua, sehingga bupati membatasi warga masuk ilaga, hanya demi membetasi penyebaran pendemi corona di Kabupaten Puncak.(sumber : Diskominfo Puncak dan BKSDM Puncak/Redaksi Yp.com)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *