Disorda Papua Pantau Venue Cabor Paralayang PON XX Tahun 2021

chaption foto : Atlit Paralayang Papua sedang Uji coba Venuenya

Tim Survei Disorda Papua menuju Venue Paralayang PON XX 2021

YOUTEFAPOST.COM, -(JAYAPURA), – Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Papua bersama Pengurus Provinsi Cabang Olahraga (Pengprov Cabor) Paralayang mensurvei lokasi venue Paralayang di Buper, Distrik Heram, Kota Jayapura, Sabtu (12/9/2020)

Venue Paralayang PON XX diputuskan di Bukit McArthur dan Bukit Teletubis Doya Lama. Namun, kedua lokasi tersebut banyak kendala nonteknisnya.

Dengan penundaaan PON XX tahun 2020 ke tahun 2021, pengurus cabor paralayang mencari lokasi yang baru yang startegis dan tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk pembangunan sarana dan prasarana venue.

Ketua Harian Pengprov Paralayang Papua, Tony Ananda, mengatakan, venue Paralayang di Bukit McArthur dan Bukit Teletubis Doya Lama sudah bagus. Namun, ada beberapa hal yang menjadi perhatian pengurus cabor, terutama keselamatan atlet.

Dijelaskan, Bukit Teletubis lokasi ruang udaranya tempat lalu lintas penerbangan dan pasti sangat padat rute penerbangan pada saat peleksanaan PON nanti. Kemudian, di Bukit McArthur kendalanya adalah kabel sutet PLN.

“Kita usulkan lokasi venue paralayang dipindahkan karena banyak kendala pada Bukit Teletubis dan Bukit McArthur, bahkan di kedua lokasi tersebut kendaraan tidak bisa sampai ke lokasi take off, kalau di Buper semua akses sudah ada dan kendaraan bisa sampai di lokasi take off maupun lokasi lending, bahkan angin juga sangat bagus,” kata Tony Ananda didamping Sekum Paralayang Steve Dumbon.

Tony juga mengatakan, olahraga paralayang memiliki efek yang sangat luar biasa. Tak hanya hanya menggali prestasi tapi juga mencoba gali potensi lainnya. Seperti aspek ekonominya, hiburan, aspek wisata yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat.

“Ketika Venue paralayang ditempatkan di Bukit Teletubis, kita bertemu dengan masyarakat adat, dan mereka sangat senang, karena banyak dampak yang akan masyarakat dapat, sayangnya, kita harus pindahkan lokasi venue ini karena keselamatan atlet yang kita utamakan,” tambah Sekum Paralayang Steve Dumbon.

Steve mengatakan, lokasi venue di Buper sudah sangat strategis hanya sedikit perbaikan di lokasi take off maupun lokasi lending. “Kita tetap harus memperhatikan keselamatan atlet saat turun berlaga. Ini karena paralayang termasuk cabang dengan risiko tinggi. Apalagi ini dilakukan di alam terbuka,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sarana dan Prasarana Disorda Provinsi Papua, Tery Wanena mengatakan, Disorda pada prinsipnya akan melakukan survei terlebih dahulu, dan akan melaporkan kepada pimpinan.

“Secara umum kami sudah melihat lokasinya, baik lokasi take off maupun lokasi lending, ada beberapa hal menjadi catatan yang harus dilaporkan ke pimpinan,” katanya.

Lanjutnya, lokasi calon venue paralayang yang kita survei ini sangat strategis. Selain berada pada wilayah Kota Jayapura, jalan ke lokasi sudah dibangun. Namun, kita harus pastikan lokasi take off maupun lokasi lending ini tanahnya milik siapa.

“Ini tugas kami di Disorda Papua untuk mencari tahu secara detail tanah ini milik siapa, kita harus pastikan dulu dan laporkan kepada pimpinan,’’ ucapnya.

Dari pantauan media ini, kegiatan survei lokasi venue diselingi dengan rangkaian latihan paralayang yang diikuti atlet PON Papua, Nampak masyarakat juga turut terhibur, karena banyak warga di lokasi calon venue paralayang ikut menyaksikan atlet-atlet Papua melakukan latihan.(***)
(Sumber : Diskominfo Papua)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *