Selamat Jalan Bapak Pemberdayaan Kampung (HMS) Ke Rumah Bapak Di sorga

Mantan Bupati Kabupaten Jayapura 2 Periode HMS DR Habel Melkias Suwae, S.SOS

YOUTEFAPOST.COM, -(JAKARTA),-

Habel Melkias Suwae  (HMS) adalah Seorang tokoh politik dan pemerintahan yang cukup dikenal luas di Papua. Dia dipanggil menghadap Allah Bapa di Surga, pada Kamis 3 September 2020 pukul 15.00 siang di kediamannya, Apartemen Sudirman Park Jakarta. Kabar dukanya mengagetkan banyak orang di berbagai tempat.

 

Habel Melkias Suwae (HMS).

Saat menjadi Bupati Jayapura selama dua 10 tahun, 2001 – 2011, Habel Melkias Suwae memulai program pembangunan dari distrik ke kota dan kemudian diubah menjadi dari kampung ke kota. Program yang kurang populer pada jaman itu kemudian orang menjulukinya dengan Bapak Pemberdayaan Kampung. Atas kepopulerannya itu, mendorong Habel maju sebagai Calon Gubernur Papua pada Pilgub 2013, tapi gagal dan kembali maju lagi sebagai Wakil Gubernur Papua pada Pilgub 2018, juga gagal.

 

 HABEL Melkias Suwae,  atau yang lebih popular disapa HMS. Nama yang cukup akrab di kalangan banyak orang di Papua. Dia dikenal luas karena pribadinya yang sangat ramah dengan siapa saja. HMS pernah memegang berbagai jabatan sosial, politik dan pemerintahan di Papua. Kemampuannya dalam menjalin komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat membuat dia sangat dikenal di mana-mana.

 

Habel mulai dikenal luas saat dia dipilih anggota DPRD menjadi Bupati Jayapura periode 2001 – 2006. Setelah menjadi Bupati, dia tancap gas membangun wilayahnya dengan Program Pemberdayaan dari Distrik ke Kampung dan di periode kedua, 2006 – 2011 diubahnya menjadi membangun dari kampung ke kota.

 

 

 

“Masyarakat Papua semua hidup di kampung dan distrik, sehingga kita harus kasih kewenangan dan keuangan agar mereka bisa berdaya membangun dirinya sendiri. Tidak mungkin kita dari kota membangun kebutuhan masyarakat di kampung-kampung”, ujarnya suatu ketika.

 

Program pemberdayaan distrik dan kampung yang digagasnya mendapat penolakan dari DPRD dan masyarakat luas. Tapi Habel tak gentar. Dia tetap jalan dengan pemikirannya, yang kemudian mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan perguruan tinggi dan lembaga-lembaga donor.

 

“Saya ini anak kampung, saya tahu bagaimana hidup di kampung. Mereka punya sumberdaya alam dan punya pengetahuan tapi tidak bisa berkembang maju, dan suatu saat saya akan kembali ke kampung. Kita hanya memberi stimulan saja. Kita harus pacu pembangunan ekonomi di kampung-kampung”, ujarnya saat dijumpai di Kotaraja, Jayapura pada Jumat 3 Juli 2020 sebelum HMS berangkat ke Jakarta untuk tugas negara.

 

“Kepribadiannya mengagumkan dan bertanggungjawab”, kata Endang S. Muchtar dalam bukunya. Pribadi HMS cukup dikagumi banyak orang karena ramah, tegas dan berwibawa. Dia berani membuat keputusan yang ‘tidak wajar’, demi masyarakat kampung di Kabupaten Jayapura.

 

 

Bupati Jayapura Habel Melkias Suwae     didampingi  Wakil Bupati Jayapura Zadrak Wamebu,SH saat menerima tokoh Masyarakat Grime Nawa di Kantor Bupati Jayapura, pada 2009 lalu. Para tokoh masyarakat itu meminta dukungan Bupati dan Wakil Bupati Jayapura untuk mendorong percepatan pemekaran Kabupaten Grime Nawa.

Sebelum orang ramai bicara tentang distribusi dana otonomi khusus, Habel sudah melakukannya. Ia mendistribusikan dana Otsus hingga ke distrik dan kampung sejak 2002. Padahal, saat itu belum satu pun peraturan yang dibuat untuk mengatur keuangan Otsus, seperti UU, Perdasi atau Perdasus.

 

“Untuk mengejar ketertinggalan masyarakat, saya pikir harus ada kebijakan untuk percepatan pembangunan. Harus ada pemihakan pembangunan melalui program pemberdayaan”, Ujar Habel Suwae.

 

Ia menterjemahkan pemberdayaan sebagai sebuah upaya penguatan masyarakat agar bisa mengejar ketertinggalan. “Karena hanya orang yang kuat yang bisa mengejar ketertinggalan itu”, katanya.

 

Berpegang pada itu, maka selama 10 tahun memimpin Kabupaten Jayapura memanfaatkan organisasi distrik dan kampung menerapkan program pemberdayaan masyarakat. Dengan alasan, masyarakat asli Papua sebagian besar tinggal di kampung. Sehingga, pemerintahan yang dekat dengan kampung harus, diperkuat supaya mereka tahu masalah-masalah yang ada di kampung.

 

Tidak mudah untuk menerapkan ide pemberdayaan masyarakat asli Papua di kampung-kampung. Karena bupati harus memberikan sebagian kewenangan kepada distrik. “Tapi kita tidak mungkin memberikan kewenangan tanpa dana. Kasih kewenangan tanpa dana itu omong kosong. Jadi, kita harus kasih kewenangan disertai dengan dana agar bisa mewujudkan kewenangan itu”. Oleh karena itu, ia membuat surat keputusan bupati Jayapura untuk kepala distrik dan juga kepala kampung.

 

Keseriusan Habel untuk membangun kampung sudah terlihat sejak ia dilantik menjadi Bupati Jayapura pada 2002 lalu. Ia menerbitkan SK Bupati Jayapura dan mulai memberikan dana pemberdayaan sebesar satu miliyar rupiah ke 19 distrik, waktu itu Sarmi dan Arso masih distrik dari Kabupaten Jayapura. Pada 2003 dan 2004 juga alokasi dana tetap sama, cuma ditambah sedikit menjadi satu miliyar dua ratus juta rupiah.

 

“Program pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan distrik dan kampung dilakukan hanya suatu keberanian saja, tanpa melalui kajian ilmiah. Hanya dengan hati saja, masalah ketertinggalan yang dihadapi masyarakat di distrik dan kampung di wilayah Kabupaten Jayapura bisa teratasi”, harap Habel Suwae.

 

Pemberdayaan masyarakat ini, yang kemudian ingin ditawarkannya kepada rakyat Papua saat maju sebagai Calon Gubernur Papua pada Pilgub 2013, dan ditawarkannya kembali saat maju sebagai Wakil Gubernur Papua pada Pilgub 2018.

 

 

Saat tidak lagi menjabat Bupati Jayapura, Habel Melkias Suwae pulang ke kampungnya di Tablanusu dan memulai usaha budidaya ikan di telaga di samping rumahnya. “Tidak cukup kita bicara saja, kita harus mulai dari diri kita sendiri agar masyarakat bisa terdorong untuk membangun ekonominya sendiri”, ujarnya saat menerima wartawan tabloid Suara Perempuan di atas kerambanya di Tablanusu.

Habel Melkias Suwae telah berpengalaman dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan, organisasi politik maupun di birokrasi. Sangat kaya dengan gagasan baru untuk pembangunan masyarakat Papua agar menjadi tuan di negeri sendiri yang menjadi cita-cita penerapan UU RI Nomor 21 Tahun 2002 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. Tapi masa berlakunya tinggal sedikit lagi habis, orang Papua belum berkembang.

 

Keprihatinan itu membuat Habel menjadi wakil dari John Wempi Wetipo untuk bertarung dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua 2018. Ia cukup dikenal masyarakat Papua yang hidup di wilayah Mamta dan Tabi, serta secara khusus cukup dikenal di Indonesia, terutama di kalangan akademisi dan mahasiswa peminat program pemberdayaan masyarakat kampung.

 

HMS telah memimpin Kabupaten Jayapura selama sepuluh tahun: 2001 – 2006 dan 2006 – 2011. Dalam kurun waktu itu, Habel telah menggagas berbagai program pembangunan yang berdampak luas dan atas gagasannya itu, Habel pernah menerima sekira 13 penghargaan dari beberapa lembaga pemerintah, yaitu: 1) Membangun masyarakat Kabupaten Jayapura melalui Program Pemberdayaan Distrik dan Kampung, dengan memberikan dana ke setiap distrik sebesar satu miliyar rupiah. Program ini bertujuan mengurangi rumah tangga keluarga miskin di Kabupaten Jayapura, dan berhasil menekan jumlah penduduk miskin.

 

Kedua: Kabupaten Jayapura memperoleh penghargaan dalam bidang Pemberdayaan Kampung, Peningkatan Ketahanan Pangan, dan Pengelolaan Keuangan Daerah. 3) Sebagai Ketua Panitia Pelaksana, sukses menyelenggarakan Sidang Sinode GKI di Tanah Papua ke-16 tahun 2011 di Kabupaten Jayapura, yang mengantarkan Pdt. Alberth Yoku, terpilih menjadi Ketua Sinode GKI di Tanah Papua periode 2011 – 2016.  4) Membangun Gedung Serba Guna Jemima Krey di Puspenka Sentani, dan diserahkan pengelolaannya kepada Sinode GKI di Tanah Papua untuk berbagai kegiatan. Habel mengatakan GSG itu dibangun karena gereja dan pemerintah memiliki hubungan kemitraan, sehingga harus saling membantu dan mendukung dalam pelaksanaan pembangunan.

 

Kelima: Indo Barometer memasukkan nama Habel Melias Suwae bersama Djarot Saiful Hidayat, dan Abdullah Azwar Anas, masuk dalam nominasi calon Menteri Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal danTransmigrasi. Karena keberhasilannya membangun masyarakat kampung melalui program pemberdayaan distrik dan kampung di Kabupaten Jayapura. 6) Menggagas Festival Budaya Danau Sentani. FDS itu secara rutin diselengarakan oleh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Jayapura hingga kini, dan masuk dalam agenda tahunan wisata nasional Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

 

Tujuh: Habel Melkias Suwae, dijuluki Bapak Pemberdayaan, dengan bukunya yang terkenal ”Suara Hati yang Memberdayakan”, ditulis oleh W.I.M. Poli dan M. Dahlan Abubakar dari Universitas Hasanuddin Makassar. 8) Habel Melkias Suwae berhasil membangun Stadion Barnabas Jouwe di Sentani dengan dana sebesar 37,4 miliyar rupiah selama tiga tahun anggaran sejak 2007 – 2009. Berbagai kompetisi dan turnamen sepakbola berskala daerah dan nasional selalu digelar di stadion ini.

 

Sembilan: Habel juga membangun Gedung Olahraga  Toware di Kampung Doyo Lama Distrik Waibhu Kabupaten Jayapura, dilengkapi dengan lampu listrik berdaya 100 kilowatt. Berbagai iven olahraga berskala regional dan nasional dapat digelar di GOR ini.  10) HMS memulai pembangunan Pelabuhan Peti Kemas di Distrik Depapre – yang kemudian telah ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus di Papua. 11) Habel Melkias Suwae adalah orang pertama di Papua yang memberikan dana otonomi khusus ke tiap kampung di Kabupaten Jayapura pada 2002, dengan nama dana pemberdayaan kampung. Program itu dilanjutkan oleh pemerintahan sekarang.

 

Duabelas: Habel M. Suwae menggagas Program Pemberdayaan Distrik dan Kampung di Papua, yang sekarang diikuti oleh pemerintah daerah lain di Papua dan Indonesia. Banyak orang dari berbagai tempat datang belajar program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten jayapura. 13) HMS adalah mantan Calon Gubernur Papua periode 2013 – 2018, berpasangan dengan Yop Kogoya. Hasilnya, pemenang perolehan suara terbanyak kedua. Habel menang di delapan kabupaten di Papua, serta pada 2018 maju lagi sebagai Calon Wakil Gubenrur Papua periode 2018 – 2023 mendampingi John Wempi Wetipo.

 

Habel Melkias Suwae berangkat ke Jakarta, pada Rabu 8 Juli 2020 untuk melaksanakan tugas negara sebagai Staf Khusus Menteri Badan Koordinasi Penanaman Modal Kabinet Indonesia Maju Dua RI, Bahlil Lahadalia, 2020 – 2024.

 

Tugas negara yang diberikan oleh Menteri BKPM RI, Bahlil Lahadalia dilaksanakannya hanya dalam waktu dua bulan sejak 9 Juli hingga 3 September 2020, dan dipanggil pulang oleh Allah Bapa di Surga pada Kamis 3 September  2020 pukul 15.00 siang di Apartemen Sudirman Park Jakarta dalam usia 68 tahun.

 

Kabar kematian Habel Melkias Suwae dikediamannya itu disampaikan oleh Biro Papua PGI, Ronald. “Beliau meninggal karena kena serangan jantung di rumahnya, Apartemen Sudirman Park Jakarta pukul 15.00 siang. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pertamina Angkatan Darat Gatot Soebroto Jakarat. Pak Menteri BKPM RI, Bahlil sendiri yang mengantarkan ke RSPAD”.

 

Sesuai rencana, jenazah Habel Melkias Suwae akan diterbangkan dari Jakarta ke Jayapura menggunakan Pesawat Garuda Indonesia pada Jumat 4 September malam dan akan tiba di Jayapura pada Sabtu 5 September 2020 pagi.

 

 

Sebelum berangkat ke Jakarta pada Rabu 8 Juli 2020 untuk melaksanakan tugasnya sebagai Staf Khusus Menteri BKPM Kabinet Indonesia Maju Dua, Bahlil Lahadalia, Habel Melkias Suwae mengajak tiga wartawan tabloid Suara Perempuan Papua untuk makan papeda bersamanya di Rumah Makan Sendok Garpu, Kotaraja, Jayapura, pada Jumat 3 Juli 2020 lalu. Itulah perjumpaan dan makan bersama terakhir.  RM Sendok Garpu/t

Masyarakat Jayapura kini berduka atas meninggalnya seorang tokok politik dan pemerintahan. Kabar kematian , Habel Melkias Suwae itu beredar luas secepatnya ke berbagai lapisan masyarakat di Papua dan di tempat lain. Habel sangat dikenal masyarakat luas karena kepemimpinannya selama 10 tahun menjadi Bupati Jayapura dan tampil dalam Pilgub Papua sebanyak dua kali, pada Pilkada 2013 sebagai Calon Gubernur dan pada Pilkada 2018 maju sebagai Wakil Gubernur Papua.

 

Pernah juga maju dalam pencalonan anggota DPRD Provinsi Papua pada Pileg 2014 dari Partai Gerindra namun gagal. Keramahan, menyapa siapa saja, dan kepemimpinannya yang berwibawa membawanya dikenal luas di berbagai kalangan.

 

Habel Melkias Suwae juga pernah menjadi Ketua DPD Provinsi Papua Partai Golkar dan Ketua DPD Provinsi Papua Partai Persatuan Indonesia dalam kurun waktu yang berbeda. Selamat Jalan Bapak Pemberdayaan Masyarakat Kampung.

 

Biodata: HABEL MELKIAS SUWAE. Anak ketiga dari pasangan Zakeus Suwae dan Hana Sorontouw. Lahir di Kampung Tablanusu, 28 Mei 1952.  Riwayat Pendidikan: Sekolah Rakyat, 1962. SDSP, 1963. Sekolah Guru Bawah, 1968. Sekolah Pendidikan Guru, 1971. FISIP Uncen Jayapura, 1975 – 1977, tidak tuntas. Stisipol Silas Papare (S1) Jayapura, 2002. Magister Manajemen (S2) Uncen-Unhas, 2003.

 

Pengalaman Organisasi: Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Jayapura. Ketua DPD KNPI Kabupaten Jayapura, 1985 – 1990. Ketua Tim Pelaksana Forum Komunikasi Karang Taruna  Irianjaya, 1988 – 1993. Wakil Ketua DPD AMPI Irianjaya, 1988 – 1993. Anggota Dewan Penasehat DPD Golkar Kabupaten Jayapura, 1987 – 1993. Ketua Biro Pendidikan dan Kaderisasi DPD KNPI Provinsi Irianjaya, 1991 – 1994. Ketua Dewan Kesenian Irianjaya Kabupaten Jayapura, 1988 – 2000. Bagian Pengabdian Masyarakat DPD Golkar Kabupaten Jayapura, 1993 – 1998. Ketua DPD Golkar Kabupaten Jayapura, 1998 – 2002 & 2005 – 2010. Ketua DPD Golkar Provinsi Papua. Ketua DPD Partai Perindo Provinsi Papua, 2015 sampai sekarang.

 

Riwayat Pekerjaan: Guru SD YPK Paulus Dok 5 Jayapura, 1987 – 1991. Kabag Humas Setda Kabupaten Jayapura, 1997 – 1999. Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, 1999 – 2001. Bupati Jayapura, dua periode, 2001 – 2006 & 2006 – 2011. Staf Khusus Menteri Badan Koordinasi Penanaman Modal Kabinet Indonesia Maju Dua RI, Bahlil Lahadalia, 2019 – 2024.

 

Karir Politik: Bagian Pengabdian Masyarakat DPD Golkar Kabupaten Jayapura, 1993 – 1998. Ketua DPD Golkar Kabupaten Jayapura, 1998 – 2002 & 2005 – 2010. Bupati Jayapura dua periode: 2001 – 2006 dan 2006 – 2011. Ketua DPD Golkar Provinsi Papua. Calon Gubernur Papua, 2013 – 2018. Calon Anggota DPRD Provinsi Papua dari Partai Gerindra, 2014 – 2019. Ketua DPD Partai Perindo Provinsi Papua, 2015 sampai sekarang. Calon Wakil Gubernur Papua, 2018 – 2023.

Menurut Rencana Jenazah Bapak HAbel Melkias Suawe akan Di terbangkan dari Jakarta Menuju Jayapura Papua Hari Sabtu tanggal 5 September 2020

 Penulis : Pakalis Keagop      (SuaraPerempua papua.com).

 

Tampak Jasad Bapak HMS yang semayamkan
Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *