Kunci Kegagalan Otsus adalah Wujud Nyata Kurangnya Penanganan Kasus Korupsi Di Tanah Papua

foto tampak dengan Busana Adat Biak Numfor Ketua LSM KAMPAK DORUS WAKUM

Ketua LSM Kampak Dorus Wakum : Korupsi, Wujud Nyata dari kegagalan otonomi khusus di Tanah Papua

YOUTEFAPOST.COM. – ( BIAK- NUMFOR), – Perbuatan tindak pidana korupsi yang kian bertumbuh subur di tanah Papua membuktikan bahwa hal tersebut (Korupsi, red) merupakan bagian dari wujud nyata kegagalan otonomi khusus (Otsus), yang sesungguhnya diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat Papua. Hal tersebut diutarakan langsung oleh Ketua Umum Nasional LSM Kampak Papua, Dorus Wakum melalui release yang disampaikan pada Media ini, Minggu (30/8) kemarin.
Menurut Dorus, bahwa rakyat masih saja bergelut sambil terus bergumul dengan penderitaan, jeritan dan air mata dikarenakan pemimpin yang adalah orang Papua sendiri, terlalu “rakus” tanpa memikirkan rakyatnya yang menderita selama 75 tahun kemerdekaan bersama Bangsa Indonesia.
“Hari ini dibutuhkan masyarakat yang peduli terhadap pemberantasan korupsi di atas tanah Papua, mengingat sudah sekian lama kita selaku anak-anak adat Papua diberikan kesempatan dan tanggung jawab oleh masyarakat dan negara, menjadi pimpinan di atas tanah leluhur kita sendiri, namun kita sendiri yang merusak dengan tidak bertanggung jawab kepada bangsa dan negara yang telah berupaya memperbaiki hubungan dan tanggung jawab sebagai sebuah negara, dan Papua menjadi bagian dari hal tersebut,” urai Dorus jauh.
Disampaikannya juga, dengan melihat komitmen dan kerja nyata yang dilakukan oleh Kajari Biak Numfor dibawah komando Erwin P. H. Saragih, SH. MH membuat dirinya bersama masyarakat Papua anti korupsi akan terus memberikan kepercayaan kepada lembaga penegak hukum yang ada di Indonesia.
“Atas nama masyarakat Papua anti korupsi, kami akan tetap dan terus memberi dukungan secara fisik dan rohani kepada lembaga penegak hukum dalam melaksanakan pemberantasan korupsi di atas tanah Papua,” ujar Dorus.
Mengakhiri releasenya, Dorus menyampaikan rasa syukur pada Tuhan atas kehadiran Erwin Saragih yang diberikan amanah dan tanggung jawab memimpin Kajari Biak Numfor.
“Syukur bagimu Tuhan, sebab Kau berikan hambaMu Erwin Saragih untuk menyelamatkan umatMu di atas tanah Papua. Harapan Kampak Papua bahwa dengan telah ditetapkannya tersangka kasus tindak pidana korupsi dana insentif Guru Kontrak Daerah (GKD) tahun anggaran 2015, sekiranya pelaku kejahatan kemanusiaan tersebut dapat segera dieksekusi dan ditahan demi kepercayaan rakyat kepada lembaga dan juga aparat penegak hukum di atas tanah Papua,” tandasnya.( AK)
(REDAKSI)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *