Edo Kondologit Mara Besar Karena, Penegak Hukum lalai Dalam Tugas!

FOTO EDO KONDOLOGIT

DARI :KASUS kEMATIAN ADIK IPARNYA DALAM TAHANAN POLISI KOTA SORONG
YOUTEFAPOST.COM, -(SORONG KOTA), – Sebuah video viral beradar di sosial media Facebook dan Twitter yang menunjukan kemarahan Edo Kondologit terhadap aparat kepolisian di Sorong, Papua Barat. Video itu beredar sejak Minggu (30/08) sore dan sudah ditonton lebih dari 156 ribu kali. Dalam video tersebut, Edo beberapa kali mengecam aparat kepolisian setempat yang dianggap bertanggung jawab atas kematian adik iparnya berinisial YKR.

Menurut Edo dalam video tersebut, ada kejanggalan di balik kematian YKR karena hal tersebut terjadi kurang dari 24 jam setelah YKR diserahkan keluarga kepada pihak kepolisian. Hal inilah yang memunculkan kemarahan pihak keluarga yang diwakili Edo Kondologit.

“Tidak ada keadilan di Tanah Papua sini, cukup sudah bermain sandiwara di negeri ini, saya sudah sakit hati melihat ketidakadilan di negeri ini,” tegas Edo dalam rekaman video tersebut.

Rasa sakit hati Edo Kondologit terhadap aparat bukan tanpa alasan. Menurutnya, sebagai aparat penegak hukum sudah seharusnya kepolisian dapat melindungi adiknya yang masih berstatus tersangka pada saat berada di dalam tahanan. Apalagi, dalam kasus ini, justru pihak keluarga yang menyerahkan “YKR” kepada aparat untuk diproses hukum terhadap pelanggaran yang dibuatnya.

“Ini bukan polisi yang tangkap, keluarga yang menyerahkan karena percaya sama polisi,” lanjut Edo.

Ia kemudian meminta kasus kematian adik iparnya ini diusut secara tuntas agar dapat diketahui secara pasti kematian YKR yang dinilai keluarga janggal dan terkesan ditutup-tutupi. Bahkan, penyanyi yang mempopulerkan lagu Tanah Papua ini meminta Kapolres dan Kapolsek juga ikut diusut agar kasus ini menjadi terang benderang.

“YKR, Tersangka Pembunuhan

Terlepas dari kematiannya, YKR merupakan tersangka pembunuhan disertai pemerkosaan dan pencurian yang memakan seorang korban berinisial OKH di kawasan Doom, Kota Sorong. Ia melakukan aksi bejatnya pada Kamis 27 Agustus 2020 silam dan ditangkap tidak lama setelah melakukan aksinya tersebut.

Di Dalam Kamar Tahanan, “YKR” justru mendapatkan nasib naas karena harus merenggut nyawa setelah mendapatkan aniaya yang terlihat dari bekas luka di sekujur tubuhnya. Kasat Reskrim Polres Sorong Kota AKP Misbachul Munir mengelak bahwa luka tersebut bukan merupakan ulah oknum aparat namun disebabkan oleh sesama tahanan yang berada bersama-sama dengan “YKR”.

“Setelah beberapa saat setelah diamankan di ruang tahanan atau sel, ternyata ada tahanan lain dengan inisial C. melakukan penganiayaan terhadap YKR,” tukas Munir.(HarianPapua.co)
(Redaksi)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *