Untuk Membantu Murid yang Kurang Mampu SD Negeri II Abepura Gunakan Sistem Offline ( In House Training)

Kepala Sekolah SD Negeri II Abepura Wihelmus Wio, S.Pd.

YOUTEFAPOST.COM-(ABEPURA),-Sistem Pendidikan terus Dibenaahi terutama kepada Siswa/siswi yang kurang Mampu mempunyai Alat Komunikasi (Handpone Anroid) oleh sebabnya dicari metode yang positif untuk mempermuda membantu pada sistem belajar dan mengajar.
SD Negeri II Abepura adalah salah satu SD yang terletak di Kelurahan Kota Baru Distrik Abepura. Dimana siswa-siswi yang menimba ilmu di SD ini berasal dari berbagai kalangan. Sebagai salah satu Sekolah Dasar Negeri maka ketika pandemi covid-19 mulai merebak di Indonesia, terlebih khusus di Kota Jayapura membuat dewan guru terlebih khusus Kepala Sekolah mulai mencari cara bagaimana menciptakan metode belajar-mengajar yang bisa memenuhi kebutuhan belajar para siswa-siswi.

Untuk mengubah metode belajar-mengajar di sekolah yang mana sejak pertengahan Juli telah diberlakukan metode belajar daring untuk mencegah para siswa-siswi i tertular virus covid-19. Menteri Pendidikan pun telah memberlakukan metode In House Training ( Belajar Di Rumah ) dengan menggunakan kemampuan teknologi internet, sehingga membuat siswa-siswi bertatap muka dan menerima materi pelajaran lewat gadget handpone para siswa-siswi maupun orang tua.

Namun untuk SD Negeri II Abepura metode belajar ini masih menjadi beban tersendiri dikarenakan kemampuan ekonomi masing-masing orang tua tidak sama. Terlebih metode belajar ini membutuhan akses internet yang tentunya berhubungan dengan pulsa data (wifi).
Hal tersebut langsung diambil alih oleh Kepala Sekolah SD Negeri II Abepura Wilhelmus Tio, S.Pd dengan memilih metode belajar offline. Hal ini didasari pada kemampuan ekonomi siswa-siswi yang tidak memiliki laptop ataupun handphone. Hal ini sudah mulai dilakukan sejak bulan juli.

Belajar dari rumah secara daring, menurut Kepala Sekolah SD Negeri II Abepura, sebenarnya memiliki kemiripan seperti menerapkan Home Schooling. Hanya saja guru dan anak tetap tidak bisa bertemu secara langsung.
Harapan Kepala Sekolah kepada seluruh orang tua agar bisa bersama membantu pihak sekolah dengan metode belajar yang diterapkan sambil menunggu program tatap muka yang sedang diatur ileh pemerintah dalam hal ini Gugus Tugas. (***)
(Editor : redaksi yp.com)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *