Ketua LMA Biak : Mengharapkan Bantuan Sosial Covid 19 Harus Tepat Sasaran

foto Ketua LMA Biak Numfor Yulius Stefen Rawar Saat Di Wawancara awak Media

Biak, -(YOUTEFAPOS.COM),- Pemerintah kabupaten biak numfor menghimbau pembatasan aktivitas terhadap masyarakat dan diharapkan agar masyarakat tetap berada dirumah guna memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.
Menindaklanjuti himbauan tersebut, Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Biak Numfor turut menyarankan kepada masyarakat agar mengikuti himbauan pemerintah guna kebaikan kita bersama.
Dengan adanya instruksi tersebut, tentu saja masyarakat kesulitan untuk mencari nafkah diluar rumah, sehingga untuk penggantinya, maka pemerintah telah menyediakan bantuan berupa bahan pokok untuk dibagikan kepada seluruh masyarakat Biak Numfor.
Demikian dikemukakan oleh ketua LMA Biak Numfor, Yulius Steven Rawar. Apalagi saat ini sesuai dengan edaran Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) No 8 tahun 2020 tentang prioritas penggunaan Dana Desa (DD), yaitu digunakan untuk penanganan Covid-19. yakni Padat Karya Tunai (PKT) dan bantuan tunai desa (BLT).
Dikatakan, untuk dua program ini harus dilaksanakan sebagaimana mestinya oleh kepala kampung setempat. Apabila kepala desa tidak laksanakan, tidak digunakan untuk program BLT maka akan dikenakan sanksi.
“apabila ada kepala desa yang tidak jalankan perintah dimaksud, maka pencairan tahap berikut tidak akan direalisasi. Sebab Menteri Desa sudah jelaskan tentang penggunaan dana desa harus membantu masyarakat ditengah wabah covid-19 ini”. Ungkap Rawar kepada Jagapapua. com. Minggu 26 april 2020.
Untuk diketahui, Dampak covid-19, penyaluran DD tahun ini mengalami perubahan mekanisme. Pertama dana desa disalurkan tahap pertama 40%, tahap kedua 40% dan tahap ketiga 20%. Dan juga penyaluran nya kali ini langsung dari rekening negara di transfer langsung ke rekening kampung. Jelasnya.
Rawar mengatakan dana desa harus benar-benar dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak covid-19.
“Dana desa harus diprogram melalui bantuan lngsung tunai kepada masyarakat”. katanya.
Lebih lanjut, Rawar sarankan untuk BLT harus dibagikan secara transparan dan merata kepada masyarakat sesuai pendataan warga. Sehingga tidak menimbulkan masalah sosial. Disamping itu dana Covid-19 inijangan ada timbul kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) terhadap perangkat desa.
Untuk kabupaten biak numfor sesuai instruksi bupati, Dana desa 10-15% di gunakan untuk belanja sembako yang akan dibagikan ke masyarakat kampung. Dana desa juga digunakan untuk bantuan langsung tunai (BLT) dan Padat Karya Tunai (PKT).
“sy harap tidak ada masalah. Dari 254 kampung yang ada di biak, kepala kampung harus membantu, memperhatikan masyarakat nya di kampung. Selain sembako ada juga BLT. jumlah bantuan utk BLT sebesar Rp 600 ribu setiap bulan. Itu diberikan selama tiga bulan. Mulai bulan april-juni. Jadi total yang harus diberikan selama pandemi covid-19 yaitu Rp 1.800 ribu. Ucap Rawar.
Rawar mengatakan sejauh ini masyarakat adat Biak Numfor mengeluh kepada LMA tentang penyaluran bantuan sosial yang tidak sesuai dengan mekanisme pemerintah pusat.
“LMA apresiasi pemerintah Biak Numfor dan tim gugus covid-19 bersama TNI/Polri, Medis, dan pihak lainnya yang sangat luar biasa untuk menangani masalah pandemi covid-19. Ungkap Rawar.
Disamping itu, LMA juga terus sosialisasikan kepada masyarakat adat untuk tidak berkumpul dan harus ikuti aturan dan himbauan dari pemerintah untuk kebaikan kita bersama. Misalnya rajin cuci tangan, selalu gunakan masker jika keluar rumah, dan yang utama adalah berdoa kepada Tuhan agar virus corona ini segera berakhir. (LR-REDAKSI YP.COM)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *