Dewan Pers Perlu menegur media online nasional yang selalu menulis berita yang tidak sesuai fakta di lapangan

jubir covid19 saat memberikan klarifikasi

sperti contoh tentang Gubernur papua yang mau berobat ke jakarta Sekda Papua : “Tidak Benar” Gubernur Papua Terpapar Corona

JAYAPURA, – (YOUTEFAPOST.COM), – Maraknya pemberitaan media online Nasional menulis membuat kabar yang tidak sesuai dengan fakta dilapangan yang secara nyata dan pasti sehingga kedepan dewan pers harus secara kritis melihat media media dijakarta yang selalu membuat propoganda penuliasn berita jangan banyak mengadu domba pemerintah dan masyarakat terlebih kita masyarakat di provinsi Papua contoh kongkri tentang Gubernur Papua, Lukas Enembe terpapar virus corona (covid 19) sehingga harus dievakuasi menggunakan pesawat ke Jakarta, dibantah keras Penjabat Sekda Papua, Ridwan Rumasukun

Sekda Ridwan menegaskan, keberangkatan Gubernur Papua ke Jakarta tidak lain untuk pemeriksaan kesehatan rutin atau bisa dikatakan general chekup, sebagaimana anjuran dokter yang menangani kesehatan Gubernur Papua.

“Gubernur seharusnya sudah berangkat satu minggu yang lalu untuk melakukan general check up di Jakarta. Namun karena pertimbangan peningkatan status dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat (Covid-19) di Papua maka beliau harus menyelesaikan seluruh kegiatan tersebut,” kata Sekda Riwan dalam konfrensi persnya di Kantor Gubernur Papua, Selasa sore, (14/4).

Ia menjelaskan, keberangkatan Gubernur Lukas Enembe ke Jakarta ditemani istri dan tujuh orang lainnya, termasuk dokter pribadi.

Dikatakan, karena alasan pertimbangan tidak adanya penerbangan reguler sehingga harus menyewa (carter) pesawat Batik Air.

Diakuinya, setibanya di Jakarta, Gubernur Lukas langsung menuju rumah sakit RSPAP Gatot Subroto Jakarta.

“Jadi asalan kenapa berangkat pada malam hari, dikarenakan Gubernur harus menyelesaikan segala tugas yang menyangkut surat dan dokumen penyelenggaraan pemerintahan. Ditambah lagi adanya tiga pasien positif Covid-19 di Kabupaten Jayawijaya. Jadi sebelum berangkat, kami masih rapat di kediaman beliau dan beliau masih memberikan kami arahan tentang tugas-tugas pemerintahan kemudian beliau ijin untuk berangkat chekup,” terang Ridwan.

Ia menambahkan, dokter yang menangani kesehatan Gubernur memang sudah mendesak bahwa Gubernur terjadwal harus menjalani kontrol kesehatan.

Terkait media yang sudah memberitakan yang tidak sesuai fakta, Sekda Ridwan menjelaskan akan mempertimbangkan langkah hukum atas masalah ini yang dianggap telah menyesatkan tersebut.

“Saya kira ini sudah satu pelanggaran. Membuat berita hoaks. Kita lihat nanti ke depan. Kalau memang harus kita ambil langkah itu kenapa tidak, supaya menjadi pembelajaran buat teman-teman (media),” pungkasnya.

Disinggung soal kondisi kesehatan saat ini Gubernur Lukas Enembe, Sekda Ridwan mengatakan dalam keadaan stabil dan sedang menjalani proses pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

“Kita belum mengetahui berapa lama masa check up-nya, tergantung dokter yang menanganinya,” kata Ridwan.

Ditempat yang sama, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Papua, dr. Silwanus Sumule menyatakan jika Gubernur Lukas Enembe tidak terpapar virus corona atau covid-19.

Ditegaskan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur Papua dengan alat PCR (Polymerase Chain Reaction).

“Hasilnya adalah Gubernur Papua negatif. Jadi kalau ada rumor yang menyatakan beliau positif adalah itu tidak benar. Dan kita bisa mempertanggungjawabkan hasil pemeriksaaan ini,” tegasnya. (redaksi/yp com)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *