“Kematian Yesus Mengalahkan Kuasa Dosa Maut dan Membuka Jalan Bagi Manusia dengan Allah”

Bukit Kalvari temapt penyaliban Tuhan Yesus


YOUTEFAPOST.COM

Kita Patut Merenungkan Kembali Tentang Mujizat-mujizat yang terjadi Diatas Bukit Kalvari setelah Yesus meyerahkan nyawaNya.
Mujizat Yang pertama Yakni munculnya kegelapan ditengah-tengah siang yang meliputi seluruh daerah Golgota. Sebernarnya adalah suatu hal yang mustahil. Hal ini menunjukan bahwa sungguh kejadian tersebut adalah perbuatan Allah.
Saudara… Saat lahir, terdapat terang bintang ditengah malam.Akan tetapi saat Kristus mati,ada kegelapan. Fakta ini Menunjuk pada Murka Allah yang begitu Besar terhadap dosa manusia. Dosa manusia begitu gelap dan ada harga yang mahal dan haus ditanggung dalam kematian Yesus. Secara simbol, matahari bagaikan menutupi mukanya. Allahpun tidak bisa menyaksikan anak TunggalNya yangterkasih, yang seluruh hidupnNya taat Memuliakan Tuhan, harus tergantung diatas kayu salib.
Seakan-akan ditunjukan bahwa manusia yang berdosa juga tidak layak melihat hal ini.
Kita Merenungkan mujizat kedua yang terjadi diatas kayu salib dibukit Kalvari yaitu terbelahnya tabir bait suci menjadi dua.
Dalam Alkitab Injil Matius Menunjukan suatu hal yang penting yang harus diperhatikan.
Tabir atai Tirai yang terdapat pada bait Allah yang dimaksud disini adalah tabir yang memisahkan antara ruang suci dengan ruang maha suci.
Tirai ini begitu tinggi dan besar,kira-kira beratnya 300kg.
Bait Allah terbagi menjadi tiga bagian, dimulai dari altar dimana semua orang boleh berkumpul : didalamnya lagi terdapat ruang suci yang hanya boleh dimasuki para imam, dan yang terakhir yang terdapat tabut perjanjian dan 2 Loh batu kesepuluh perintah Allah serta kursi anugerah/Rahmat yang secara symbol merepresentasikan Kehadiran Tuhan Yang Bertahta.
Ruang Maha Suci ini sangat sakral karena hanya ketua dari seluruh Imam yang boleh masuk keruang Maha suci untuk memercikan darah korban diatas kursi anugerah/rahmat.
Dengan ini secara simbol menyatakan bahwa dengan percikan darah itu,murka Tuhan diredahkan dan dosa manusia di sucikan.
Sakralnya prosedur yang harus dijaga saat menghampiri ruangan ini menunjukan bahwa terdapat jarak yang besar anatara Allah dengan manusia yang berdosa.
Tidak sembarang orang boleh masuk sembarang pada tempat tersebut.
Akan tetapi, tirai yang sama inilah yang terbelah pada peristiwa kematian Yesus.
Dalam kitab ibrani dijelaskan bahwa keatas menunjukan ini adalah karya Tuhan yang menerobos pemisahan antara ruang suci dan Maha suci lewat pengorbanan Yesus.
Yesuslah satu-satunya Imam Besar yang Agung, Karena Ia membawa darahNya seneri sebagai korban.
Dialah Domba Allah, Korban yang sempurna, yang telah menanggung seluru dosa manusia.
Maka mulai saat itu tidak adalagi yang menghalangi manusia dengan “TUHAN” Manusia boleh datang secara langsung, sebab Kristuslah Yang sekarang menjadi satu-satunya Pengantara Kita” AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP TIDAK ADA SESEORANGPUN YANG DATANG KEPADA BAPAK KALAU TIDAK MELALUI AKU” (YOH.14 : 6)….
(ARTIKEL PASKAH JUMAAT AGUNG 2020/REDAKSI YP.COM)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *