Sengsara Yesus Kristus dalam Penglihatan Theresia Neumann stigmatis, visionaris (1898 – 1962)

Masa kesanggsaran Tuhan Yesus Dikayu Salib

oleh:~ignatius.t~
Catatan mengenai penglihatan berikut ini dikutip dari kumpulan berbagai laporan dan dokumen yang otentik, yang disusun oleh Johannes Steiner.
Tuhan Yesus dibawa kepada hanas, Ia berdiri di hadapannya.
Yesus diolok olok.
Sekarang Theresia melihatNya berdiri dihadapan seorang yang lain, dengan jubah yang gemerlap, dengan sesuatu yang serupa tanduk tanduk kecil diatas kepalanya dan sesuatu yang khusus didadanya.
Theresia membuat suatu pola dengan jarinya, turun dan menelusuri dadanya, yang dimaksudkannya adalah Efod imam besar, yang terbagi menjadi 12 bagian dengan nama nama suku Israel terukir diatasnya.
Wajah Yesus ditampar.
Imam besar kayafas mengoyakkan jubahnya sebagai tanda kutuk atas Dia.
Seorang wanita tua sedang membicarakan Petrus dan sekali lagi Petrus menyangkal bahwa ia mengenal Yesus.
Sekali lagi ayam jantan berkokok.
Pada saat yang sama, Yesus melihat sekeliling dan memandang pada dia, yang kemudian keluar dan menangis dengan sedihnya.
Yesus digiring kesuatu terowongan yang gelap dan dingin, lorong itu begitu sempit dan rendah hingga orang harus membungkuk agar dapat melaluinya.
Penjara berupa sebuah sel sempit dimana tak lebih dari dua orang dapat berdiri didalamnya.
Yesus dikurung disana hingga pagi.
Yesus dibawa kehadapan pilatus, dikirim kepada herodes, dan kemudian digiring kembali ke pilatus.
Theresia juga melihat isteri pilatus.
Ia mengirimkan pesan kepada suaminya yang membuat suaminya itu sangat gelisah (“jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu….” Mat 27:19).
Theresia melihat dengan sangat ngeri sementara ia memalingkan mukanya dari satu sisi kesisi lainnya.
Ia melihat penderaan itu.
PakaianNya ditanggalkan paksa, Yesus sepenuhnya telanjang, dan Ia melihat sekeliling dengan perasaan sangat terganggu.
Kedua tanganNya sekali lagi diikat, dan kemudian, dengan wajahNya menghadap pilar, Ia dikerek dengan kedua tanganNya terulur keatas, mempergunakan tali kulit yang sama yang mengikat kedua tanganNya, hingga Ia berdiri diatas jari jari kakiNya.
Kemudian tiga kelompok (masing-masing kelompok terdiri dari dua orang) serdadu yang mabuk mulai menderaNya dengan cambuk yang berbeda beda, sekuat kuatnya dan dengan kesenangan yang menjijikkan.
Ketika mereka melihat bagian bagian tubuhNya yang terbuka telah sepenuhnya membengkak dan akan terkoyak menjadi cabikan cabikan daging apabila mereka menderaNya lebih lanjut, mereka membalikkan tubuh Yesus dan mendera tubuhNya bagian depan dengan cara yang sama. Ketika mereka selesai dengan penderaan, tubuh Yesus begitu membengkak dan penuh luka luka hingga hampir hampir Ia tak dapat membungkuk untuk memungut pakaianNya yang tergeletak dilantai.
Lalu, salah seorang dari para hamba menyepak pakaianNya hingga pakaian itu melayang beberapa kaki jauhnya.
Sementara Theresia melihat penderaan ini, luka luka didada dan punggungnya memancarkan darah segar melalui baju tidurnya.
Mahkota duri bukan terbuat dari satu rangkaian ranting duri, seperti biasa digambarkan, melainkan lebih menyerupai mahkota mahkota timur, yang tidak terbuka bagian atasnya, seperti dinegara negara Barat, melainkan tertutup dan bulat, seperti sebuah keranjang, dengan banyak onak duri yang panjang dan runcing, yang ditancapkan ke Kepala Yesus, dan guna menjaga agar tangan mereka tidak terluka, para serdadu memukul mukulkannya ke atas kepala Yesus menggunakan sebatang tongkat.
Sekarang, luka luka Theresia akibat mahkota duri ini mulai mengalir memancarkan darah melalui kerudungnya, dimana teristimewa sembilan genangan besar darah yang mengering muncul sesudah setiap sengsara hari Jumat.
Salib yang dilihat Theresia tidak tampak seperti salib yang biasa kita bayangkan, melainkan terdiri dari tiga palang kayu yang dikerjakan secara kasar, diikat menjadi satu dengan tali, satu balok kayu panjang dan dua balok kayu yang lebih pendek, yang ditebang kasar.
BahuNya yang telah penuh luka luka dan membengkak mulai mengalirkan darah segar karena beratnya beban.
Suatu aliran darah yang deras mengalir dari bahu kanan Theresia dan membasahi baju tidurnya.
Dalam jalan salib, Yesus berjumpa dengan BundaNya yang ditemani oleh Yohanes dan beberapa wanita.
Theresia mendengarNya memanggil “Immi” (BundaKu !).
Salah seorang dari hamba “yang tak berguna”, yang membawa peralatan eksekusi yang diperlukan, melihat bahwa itulah ibunda Yesus yang berdiri disana dan ia mengeluarkan dua paku dari dalam kotaknya, lalu memamerkannya kepada Bunda Maria.
Seseorang diperintahkan untuk membantu memanggul salib.
Ia bersiteguh dalam penolakannya.
Salah seorang sipir penjara memaksanya.
Ia sungguh amat marah diperlakukan dan diperintah demikian, dan ia terus menerus mengeluh dengan keras dan sikapnya yang tak dapat bekerjasama itu menyebabkan Yesus jatuh yang kedua kalinya.
Kemudian Yesus berpaling kepadanya sementara Ia bangkit berdiri dan memandang kepadanya dengan suatu “tatapan Ilahi”.
Ketika ia melihat tatapan mata Yesus, Simon bukan hanya tak lagi menolak, tetapi ia mengangkat salib begitu kuat dibagian tengah sehingga Yesus hampir hampir tak memikul beban sama sekali.
Seorang wanita muncul dengan seorang gadis kecil yang membawa sebuah tempayan air.
Ia adalah wanita yang dulu secara diam diam mendekati Yesus diantara khalayak ramai dan menyentuh ujung jubahNya, dan Ia menyembuhkannya dari sakit pendarahan.
Sekarang wanita itu amat berduka sementara ia menatap wajah Yesus yang sudah tidak serupa manusia lagi, seluruhnya penuh berlumuran darah, ia melepaskan kerudungnya, dan menyerahkannya kepadaNya.
Yesus mengusap wajahNya dengan kain itu, lalu mengembalikan kepadanya, lukisan wajahNya tergambar jelas disana.
Kaki Yesus terjerat oleh tali temali yang dipakai oleh mereka untuk menggiringNya dan Ia jatuh terjerembab ketanah.
Para serdadu berteriak “Kum”, dan mencengkeram Yesus dipundaknya guna membuatNya bangkit berdiri.
Mereka khawatir kalau kalau Ia mati sebelum mereka menyalibkanNya.
Yesus digiring naik dan mereka menanggalkan jubah dari tubuhNya, meskipun jubah itu telah melekat pada dagingNya karena darah yang mengering.
Semua luka lukanya terkoyak lagi dan mengalirkan darah.
Yesus berdiri disana sepenuhnya telanjang, Ia merasa amat gusar dengan perlakuan yang memalukan ini, dan Ia memandang berkeliling untuk mencari simpati.
Seorang wanita pemberani melepaskan kerudungnya dan menyerahkannya kepadaNya.
Dengan pandangan penuh terima kasih, Yesus menerimanya, lalu membalutkannya sekeliling tubuhNya.
Para serdadu itu kemudian merobohkanNya keatas salib dan mengikatNya kuat kuat dipinggulNya.
Sesudahnya, mereka mengikatkan tangan kananNya kepalang salib disekitar pergelangan tangan dan memalukan paku menembusi tangan kanannya kedalam lubang yang telah dibuat sebelumnya dipalang kayu.
Ketika tiba giliran tangan kiri, mereka mendapati bahwa lubang dipalang kayu telah dibuat terlalu jauh keluar.
Mereka mengikatkan tali kepergelangan tanganNya dan menarik tanganNya kuat kuat begitu rupa hingga posisinya pas dengan lubang.
Dengan berbuat demikian, mereka mencopot lenganNya keluar dari sendi bahu.
Kemudian lengan ini juga diikatkan kuat kuat pada palang dan paku dipalukan menembusi tanganNya.
Theresia mendengar setiap hantaman palu.
Lutut Theresia tersentak kuat dibawah selimutnya sementara setiap tangan dipakukan dikayu salib.
Dari luka luka dan stigma, darah segar mulai mengucur deras.
Jari jari tangan Theresia tertekuk kedalam dan ia terus menggeliat geliat dalam kesakitan.
Mereka memakukan kakiNya dengan cara sebagai berikut ; pertama tama kedua lutut diikat menjadi satu.
Lalu, para sipir penjara menekankan kaki kanan Yesus kuat kuat ketumpuan kaki dan menembusinya dengan paku yang sama ukurannya seperti paku paku ditangan.
Paku ini kemudian dicabut dan dibuang.
Hal ini dimaksudkan hanya sebagai penahan sementara, guna mencegah agar kaki tidak tersentak bebas ketika kaki yang satunya dipakukan ditempatnya.
Kemudian kaki kanan diangkat dan ditumpangkan diatas kaki kiri, dan suatu paku yang lebih panjang dimasukkan melalui kaki kanan yang telah berlubang dan dengan satu hantaman yang dahsyat, diikuti beberapa hantaman lainnya, paku juga ditembuskan melalui kaki kiri kesuatu lubang yang telah dibuat dikayu salib.
Para serdadu menempatkan papan gelarNya ditempatnya, mengangkat salib dengan bantuan beberapa balok kayu, dan membiarkannya jatuh kedalam lubang yang telah dibuat diatas batu.
Tubuh Theresia Neumann yang gemetar hebat dan ekspresi ngeri diwajahnya dengan jelas menggambarkan kesakitan luar biasa yang diderita tubuh Juruselamat kita akibat hentakan dahsyat ini.
Theresia melihat Yesus tak sadarkan diri untuk beberapa saat lamanya, kepalaNya terkulai kedepan.
Salib tidak menancap cukup dalam ketanah, tak mampu menahan bebannya dengan baik.
Para serdadu mengangkatnya lagi, sedikit memperdalam lubang dan menyusun batu batu disekelilingnya.
Kemudian mereka memancangkan salib kembali ketempatnya, sedikit lebih hati hati dari yang pertama.
Salib tidak mau berdiri tegak, melainkan sedikit condong kedepan, akibat menahan beban tubuh Yesus.
Tampaknya, mereka telah memperhitungkan hal ini, atau mereka telah berpengalaman dengan penyaliban penyaliban sebelumnya, dikedua sisi salib, dekat permukaan balok utama yang diratakan, telah dipasang dua cincin, sedikit agak kebelakang dan agak dibagian atas balok kayu, dengan tali tali tergantung pada kedua cincin.
Dengan tali tali ini, salib ditarik kebelakang dan kemudian ditahan oleh dua pasak yang dipancangkan disampingnya, lalu, lebih banyak lagi batu ditumpuk dibawah kaki salib dan potongan potongan kayu disumpalkan kedalamnya.
Saat ditanya kearah manakah Yesus memandang, Theresia mengatakan bahwa ia sendiri menghadap Bait Suci sementara ia berdiri tepat dihadapan Juruselamat kita, dengan demikian Yesus disalibkan dengan punggungNya membelakangi Kota Suci.
Salib kedua penyamun agak sedikit lebih didepan dan agak turun disisi bukit, sehingga Yesus “dapat melihat keduanya.”
sumber : “Thoughts about Our Savior from Therese Neumann”; www.seatofwisdom.com(Artikel Paskah 2020 YP.COM

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *