Bupati Mamteng (RHP) Banta Pernyataan Mengko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan Tentang Kebijakan Daerah soal Lock down

Foto Bupati Mamteng RHP

Luhut Larang Daerah Lakukan Lockdown, Bupati Ricky Ham Pagawak: Menteri Siapapun, Hati-hati Buat Pernyataan

PAPUA,-(YOUTEFAPOS.COM), – Bupati Mamberamo Tengah (Mamteng) Ricky Ham Pagawak (RHP) sangat tidak setuju dengan pernyataan Pernyataan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terkait larangan lockdown di daerah.

Bupati tersebut menegaskan bahwa warga Papua telah bulat untuk melakukan logdown lokal. Karena menurutnya nyawa satu orang sangat berharga bagi warga Papua.

Kronolagi 300 Siswa Sekolah Polisi yang Positif CoronaSejak Kemarin Sudah 3 Dokter Meninggal Karena CoronaLanggar Perintah Jokowi soal Lockdown, Wali Kota
Pernyataan Bupati tersebut terekam dan diunggah oleh diunggah Iskandar lewat

Pak Menteri Perhubungan hati-hati kalo ngomong.., Keputusan menutup akses “Laut, Darat dan Udara” sudah kami tandatangani Gubernur, Bupati2 dan DPRD..tetap kami jalankan krn itu demi melindungi msyarakat kami di PAPUA..,
Pak Menteri hati-hati kalo ngomong.

lanjut kata, RHP (Ricky Ham Pagawak) meminta Luhut tidak hanya mempertimbangkan Jakarta ketika membuat suatu kebijakan.

“Pernyataan Menteri Perhubungan Republik Indonesia berkaitan dengan menolak penutupan akses laut maupun udara yang dilakukan Pemerintah Provinsi Papua, Saya mau kasih tahu kepada pak menteri, satu nyawa orang Papua itu Sangat mahal untuk orang Papua,” ucap Ricky Ham Pagawak.

“Jadi Bapak kalau Membuat Statemen, pernyataan, kami mohon untuk tidak melihat hanya karena daerah di Jakarta,” lanjutnya.

Keputusan lockdown lokal pun katanya sudah disepakati oleh para Bupati, Wali Kota dan Gubernur Papua.

Ricky menegaskan bahwa semua tanggung jawab atas keputusan yang telah dibuat terkait lockdown lokal di Papua sudah disepakati oleh para bupati dan walikota begitu juga dengan gubernur Papua.

“Apapun yang mau terjadi di Papua, orang Papua bertanggung jawab, dan kami para bupati, wali kota dan gubernur bertanggung jawab,” ungkap Ricky Ham Pagawak.

Ricky menyatakan bahwa semua keputusan yang di ambil yang merupakan bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan rakyat bukan demi menyelamatkan jabatan.

“Apa yang kami lakukan ini demi rakyat, bukan demi jabatan seorang Gubernur, Wali Kota atau Bupati,” ungkap Ricky Ham Pagawak.

“Sehingga pernyataan itu dengan banar-benar kami menolak dan apa yang sudah kami putuskan sudah ditandatangani bersama Gubernur, Kapolda, Pangdam, Ketua DPRD itu sah! dan kami akan lakukan terus!,” sambungnya..

Kemudian Ricky meminta Luhut untuk tidak sembarangan membuat pernyataan di Jakarta titik karena yang tahu situasi Papua adalah orang Papua sendiri. Menurutnya, semua kebijakan itu diambil demi keselamatan bersama.

“Jangan bicara sembarangan di Jakarta sana. Ini rakyat kami, tanah kami dan negeri kami!,” tandas Ricky Ham Pagawak.

“Pernyataan kami sudah jelas, demi rakyat kami bertindak! bukan demi diri sendiri! Jadi kami tidak mau dengar menteri siapapun, tetap kami lakukan itu (lockdown) demi keselamatan,” tegasnya.

Alasan Ricky dan para koleganya di Papua untuk melakukan lockdown lokal karena letak geografis Papua yang sangat berbeda dengan Jakarta. Karenanya kemana dia meminta kepada semua menteri untuk hati-hati berbicara dan tidak mengeluarkan pernyataan sembarangan.

“Ini negara-negara kepulauan, buka satu tanah, jadi kalau bicara, bicara hati-hati. Mau menteri siapapun kalaua bicara hati-hati!,” Lanjut Ricky Ham Pagawak.

“Jadi ini pernyataan kami, kami akan tetap lakukan apapun. Menjadi tanggung jawab kami, kesepakatan kami bersama unsur pemerintah yang ada di tanah Papua,” tegasnya. .

Ricky menegaskan bahwa semua elemen di Papua setelah menandatangani kesepakatan untuk menunaikan tanggung jawab mereka menjaga keselamatan rakyat Papua.

“Kami sepakat tanda tangan, semua elemen tanda tangan, kami yakin dan percaya bahwa apa yang kami lakukan itu untuk keselamatan masyarakat di tanah Papua,” tutupnya menegaskan.(sumber ID TODAY.CO/Redaksi YP.COM)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *