AJI JAYAPURA MENGIMBAU PENYEBARAN INFORMASI UNTUK JURNALIS TANPA MELALUI KERUMUNAN, JUMPA PERS dan TATAP MUKA

SIARAN PERS

JAYAPURA,-(YOUTEFAPOST.COM). – Di Indonesia, penyebaran virus Covid-19 kian massif. Angka pasien positif mencapai seribuan, tak
terkecuali di Provinsi Papua yang sampai tanggal 27 Maret 2020, pukul 19.00 WIT tercatat ada 7 orang
positif, 41 orang PDP dan 2057 orang ODP (data Satgas covid-19 Provinsi Papua).
World Health Organization (WHO) sudah menegaskan bahwa kecepatan penularan wabah COVID-19
bisa diredam dengan cara mengatur jarak saat kita bertemu orang lain (social and physical distancing).
Kebijakan jaga jarak itu diwujudkan melalui kebijakan bekerja dari rumah, belajar di rumah dan
beribadah di rumah. Selain itu, siapapun dilarang keras menciptakan kerumunan, apalagi tanpa
memperhatikan jarak.
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura kami mendesak Pemerintah Provinsi Papua dan semua pihak
terkait menggunakan protokol keamanan liputan dan pemberitaan covid-19, teruama dalam hal
penyebaran informasi dan data bagi para jurnalis tidak melalui kerumuman yang biasa terjadi di
konferensi pers dan wawancara tata muka secara langsung.
Hal demikian karena jurnalis berada di area dengan risiko yang rentan. Bahkan tinggi. AJI secara nasional
sudah mensosialisasikan protokol keamanan peliputan ke berbagai lembaga. Bahwa penyampaian
informasi dari lembaga, organisasi sampai perorangan yang relavan dengan covid-19 adalah penting.
Tujuannya jelas, mencegah potensi penularan covid- 19 di kalangan jurnalis, orang-orang yang ada di
dalam lembaga, organisasi sampai perorangan yang menjadi rangkaian proses peliputan.
Perubahan strategi penyampaian informasi ini bersifat sementara demi keselamatan jurnalis di
lapangan hingga masa penyebaran virus Covid-19 mereda. Perlu dicatat, menghindari kerumuman bagi
wartawan tetap berpegang teguh pada prinsip kebebasan pers dan hak atas informasi.
Dengan pertimbangan situasi dan kondisi saat ini dan demi keselamatan jurnalis, AJI Jayapura
mengimbau, dan menyampaikan beberapa opsi untuk menyebarkan informasi ke publik:
1. Penyebaran atau penyampaian informasi kepada jurnalis tanpa melalui kerumunan, jumpa pers,
wawancara langsung tatap muka, dan door stop.
2. Kepada lembaga pemerintah, perusahaan swasta, organisasi, dan berbagai pihak yang bertindak
sebagai narasumber informasi agar memaksimalkan penggunaan teknologi digital dalam
publikasi dan pengelolaan informasi.
3. Siaran pers disertai foto dan video peristiwa dengan catatan keterangan serta hak cipta gambar
bergerak maupun tidak bergerak.
4. Lembaran data yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan laporan berita.
5. Live streaming atau pengiriman gambar secara online melalui website atau link resmi yang
disediakan oleh narasumber.
6. Siaran langsung melalui platform media sosial atau aplikasi komunikasi dengan disertai waktu
untuk tanya jawab melalui kolom komentar atau teknologi suara lainnya.
7. Penyebaran video keterangan pers melalui video singkat dengan keterangan dan hak cipta atas
gambar video bergerak.
8. Wawancara atau pertemuan tatap muka dengan narasumber dihimbau atas pertimbangan
mendesak dengan persetujuan pimpinan redaksi dengan pencatatan sebagai dokumentasi
penelusuran interaksi dekat dengan sesama manusia.
9. Mendesak tim kehumasan dan komunikasi dari para narasumber agar siap menjawab
pertanyaan dari para jurnalis melalui aplikasi komunikasi maka penting agar menyediakan
nomor kontak yang bisa dihubungi demi kepentingan konfirmasi.
10. Mengimbau para jurnalis mengutamakan keselamatan saat menjalankan peliputan dengan
mematuhi protokol keamanan liputan Covid-19, mengutamakan kesehatan dan keselamatan
diri, dengan menjaga jarak aman saat liputan.
11. Kepada perusahaan media wajib memastikan keselamatan dan kesehatan setiap jurnalisnya
dalam menjalankan tugas di lapangan. Tidak mengirim jurnalis ke tempat kerumunan orang dan
beresiko tinggi tertular covid-19.
12. Kepada media agar mengutamakan edukasi kepada masyarakat dengan mencari informasi yang
benar, akurat dan dapat dipertangungjawabkan dari sumber informasi yang kredibel dalam
pemberitaan wabah virus corona ini.
13. Pemerintah wajib memberikan akses yang sama kepada masyarakat, termasuk jurnalis yang
memiliki gejala korona dan sakit untuk diperiksa.
Utamakan kesehatan dan keselamatan, tidak ada berita seharga nyawa.
Salam jurnalis!
AJI Kota Jayapura
Ketua AJI Jayapura, Lucky Ireeuw: +62 813-4406-7676
Sekretaris, Anang Budiono: +62 812-4777-6823
Pengurus AJI Indonesia, Korwil AJI Papua/Papua Barat, Victor Mambor : +62 811 4800 982

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *