Ribuan Warga Sentani Pasca Banjir Bandang Masih Di Pengungsian

tAMPAK RUMAH YANG KENA BANJIR BANDANG

JAYAPURA,-( YOUTEFAPOST.COM), – Hampir Setahun yang lalu, tepatnya pada Sabtu (16/3/2019) bencana banjir bandang melanda wilayah Kota Sentani dan sekitarnya di Kabupaten Jayapura. Namun hingga kini masih ada 1000-an warga yang berada di lokasi pengungsian.
Ribuan pengungsi ini tersebar di sejumlah lokasi pengungsian di wilayah setempat. Salah satunya di komplek Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan Provinsi Papua di Jalan Kemiri, Kota Sentani.
Salah seorang pengungsi, Laudina Monim mengakui, ada sekitar 100 lebih pengungsi yang masih berada di lokasi tersebut. Mereka masih bertahan di lokasi pengungsian lantaran sudah tak memiliki rumah lagi, pasca diterjang banjir bandang.
“Dulu disini ada 302 pengungsi, namun yang lain sudah kembali pulang karena rumahnya hanya mengalami kerusakan ringan. Sementara kita yang tinggal disini itu rumahnya rata dengan tanah dan ada beberapa yang rusak berat,” kata Laudina, Jumat (17/1/2020).
Laudina sangat mengharapkan pembangunan hunian baru untuk para korban banjir bandang sebagaimana janji Pemerintah setempat segera terealisasi, menyusul aktifitas ekonomi sejumlah pengungsi yang terhambat hingga kini.
“Kalau yang pegawai mereka tetap kerja, tetapi kita yang berkebun tidak bisa apa-apa. Kami bersedia pindah ke tempat relokasi, tapi kalau rumahnya terlalu lama dibangun, kami ingin kembali saja dan bangun pondok di sekitar rumah dulu,” tambahnya.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Papua, William Robert Manderi mengaku sudah menyiapkan dokumen Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca bencana (R3P) dan dalam waktu dekat segera di ajukan ke BNPB pusat.
“Kita upayakan dalam waktu dekat R3P ini rampung sehingga bisa ditandatangani Gubernur Papua dan diajukan ke Pusat. Ini sudah harus dibahas disana untuk penganggaran karena banyak korban yang harus ditangani,” kata Manderi.
Ia menambahkan, dana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir bandang di Kabupaten Jayapura yang diajukan itu mencapai Rp.300 miliard lebih. Anggaran ini salah satunya diperuntukan untuk merelokasi warga yang terdampak banjir bandang.
“Oleh sebab itu, lahan relokasi ini harus segera disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura, sehingga laporan kita di pusat bisa ditindaklanjuti. Kalau tidak salah ada 10 lahan relokasi yang tengah disiapkan Pemerintah setempat,” tambahnya.
Sementara itu, Manderi menyebutkan jumlah warga yang masih berada di lokasi pengungsian hingga kini sekitar 1000-an lebih. Mereka masih menunggu direlokasi ke tempat pemukiman yang baru.
“Para pengungsi ini tersebar di 5 titik pengungsian, tapi ada juga yang menumpang di keluarganya atau komunitas tertenu. Kita setiap waktu tetap pantau mereka,” imbuh Manderi.
Sebelumnya, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengaku telah melakukan evaluasi untuk percepatan pemulihan korban banjir bandang. Ia pun menginstrusikan BPBD setempat untuk membagi tugas dengan OPD terkait untuk menuntaskan proses pemulihan itu.
“Relokasi korban ini tergantung dari rumahnya. Makanya BPBD harus bagi tugas dengan OPD terkait, jangan menyerahkan ke Yayasan Buddha Tzu Chi untuk mengurus sendiri. Warga tidak boleh terlalu lama direlokasi karena mereka bisa stress, ini harus ditangani segera,” tegasnya.
Ia pun mengakui penyiapan lahan relokasi itu sempat terkendala namun kini sudah mulai dilakukan. Bahkan, Yayasan Buddha Tzu Chi pada Januari ini sudah mulai buat percontohan hunian baru.
“Kita terus pantau dan berkoordinasi terkait relokasi ini. Kementerian PUPR juga sudah melakukan normalisasi sungai dan tahun ini akan dilanjutkan lagi,” kata Bupati.( BERITA RRI JAYAPURA ONLINE) By Resky Kurniawan)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *