BEM Uncen Minta 7 Tapol Papua Terkait Kasus Rasisme Di keluarkan

FOTO SAAT BERTEMU KETUA DPRPP JHON BANUA ROUW

JAYAPURA,(YOUTEFAPOST.COM),-“Badan Eksekutif Mahasiswa dI Kota Jayapura Apresiasi Ruang yang di berikan Ketua DPRP untuk diskusi Persoalan Orang Papua”

Usai melakukan Unjuk rasa yang di Lakukan Gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa Papua di Jayapura yang menuntut agar
Tujuh tapol Papua Kasus Demo Rasisme yang saat ini mengikuti Proses Persidangan di Pengadilan Negeri Balik papan agar di bebaskan dan di bawa kembali ke Papua.

Untuk itu Puluhan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa di Kota Jayapura Selasa 17/3/2020 dengan memakai Berbagai Jas almamater dari beberapa Perguruan tinggi mendatanggi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua untuk menyampaikan Aspirasi mereka Kepada Para Wakil Rakyat agar di Tindak Lanjuti Kepda Pemerintah Pusat.

Kedatangan Mereka di Terima dengan Penuh Keakraban oleh Ketua DPRP Jhony Banua Rouw,SE di ruang rapat Badan angaran Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Ia mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresi Kedatangan Para Mahasiswa yang dengan bijak
Memberikan Aspirasi Mereka dengan Cara cara yang Santun dan Bermartabat tanpa harus melakukan Aksi Demo atau Unjuk rasa, dengan memanfaatkan Ruang yang telah di sediakan DPRP Untuk berdiskusi mencari Solusi terbaik, yang jelas menurut Ketua DPRP Jhony Banua Rouw bahwa Aspirasi Mahasiswa akan Mereka Tindak Lanjuti dengan melakukan Pembahasan bersama Komisi I DPRP sesuai mekanisme yang berlaku.

Ketujuh tapol diantaranya Wakil Ketua II ULMWP Buchtar Tabuni, Ketua Umum KNPB Agus Kossay, Ketua KNPB Mimika Steven Itlay, Presiden Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Alexander Gobay, serta Feri Bom Kombo, Hengky Hilapok, dan Irwanus Uropmabin. Saat ini ketujuhnya sedang menjalani persidangan makar di Pengadilan Negeri Balikpapan.

Sementara itu Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih Uncen, Yops Itlay saat dimintai keterangan di Gedung DPRP mengatakan Harapan Mereka atas nama Rakyat Papua memintah agar Gubernur Papua, Dewan Perwakilan Rakyat Papua dan Majelis Rakyat Papua segera mengambil langkah untuk memulangkan para mahasiswa korban rasisme Papua dan membebaskan ketujuh tapol Papua itu. Segera bebaskan tujuh tapol Papua, dan segera bebaskan Surya Anta dan kawan-kawan di Jakarta,” ujar Yops Itlay usai menyerahkan Aspirasi mereka kepada Ketua DPRP Jhony Banua Rouw agar bisa di Lanjutkan ke Instansi terkait Seperti Kementrian Hukum dan Ham.

Yoaps Itlay juga menambahkan bahwa dirinya sangat berterimakasi atas Ruang Demokrasi yang diberikan Ketua DPRP yang dengan Setia dan sabar Mau menerimakami untuk diskusi terkait Persoalan yang kami bawa, Selamat ini belum pernah ada ruang untuk kami menyampaikan aspirasi kami seperti saat ini,”Ujar Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Uncen Yoaps Itlay kepada Insan Pers.( REDAKSI)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *