Penataan Halaman Lingkungan Bebas Kumuh Dan Bersih RSUD Dok II Mulai Di Canangkan

Foto Dirut RSUD Dok II Bersama Para Stafnya

Aloysius Giay Rancangkan RSUD Jayapura Bebas Kumuh dan Mandiri

JAYAPURA, -(YOUTEFAPOST.COM),-Dalam rangka penataan lingkungan rumah sakit yang aman nyaman dan asri, sudah dilakukan banyak penataan. Diantaranya bakal dilakukan relokasi atau digelar pemindahan, kios-kios, warung, restoran, kantor kas bank papua, juga Anjungan Tunai Mandiri (ATM) perbankan lainya yang ada, selanjutnya meja-meja penjual pinang serta pedagang kaki lima yang ada dilingkungan rumah sakit.

Direktur Rumah Sakit Dok dua Jayapura sampaikan bahwa tidak akan memberikan kelonggaran lagi kepada aktifitas yang menurutnya sangat kumuh dan terkesan seperti pasar atau terminal dalam rutinitasnya di seputaran RSUD Jayapura.

Menurut drg.Aloysius Giay, M.Kes, yang dalam pelantikan beberapa waktu lalu di percayakan sebagai direktur RSUD Jayapura berjanji akan melakukan pembenahan total terhadap lingkungan rumah sakit.

“untuk mencegah penyebaran penyakit di dalam lingkungan rumah sakit seperti infeksi, sejumlah langkah konkrit telah disiapkan direktur RSUD Jayapura yang baru juga dalam jabatan sebagai pelaksana tugas kepada dinas kesehatan provinsi papua bakal melakukan suatu pembangunan unit bisnis rumah sakit” tegas mantan dirut RSUD Abepura itu.

Mewakili Dinas kesehatan provinsi papua, pihak rumah sakit akan membangun pusat bisnis di kawasan RSUD Jayapura, yang mana tempat itu dipusatkan untuk relokasi atau pemindahan yang selama ini menjamur di areal rumah sakit seperti warung, restoran, kios hingga meja-meja penjual pinang tersebut dipindahkan, sehingga pasti dengan sendirinya akan tertib.

“Apalagi dengan dioperasikannya gedung baru rumah sakit, tidak akan diijinkan lagi yang namanya penjual-penjual yang berkeliaran di kompleks rumah sakit lagi sembarangan, begitu juga pedagang kaki lima, biarpun hanya melintas lima atau sepuluh menitpun tidak diperbolehkan” tutur AG, semua akan dijadikan satu tempat, agar lebih manusiawi.

Dengan nada sedikit tegas, pelaksana tugas kepala dinas provinsi papua ini sampaikan “bahwa tidak boleh ada lagi warung atau rumah makan yang kedapatan ada tikus atau kecoak maupun melintas kucing di sana, karna akan menjadi syarat bagi pedagang supaya tidak menempati lagi lapak tersebut, jika kedapatan hewan-hewan yang dinilai menambahkan kawasan semakin kumuh terlihat” tegas Aloysius.

“Makanya akan dibuatkan tempat sangat layak bagi pedagang yang menurut AG sudah di data sebanyak 31 pedagang itu, terdiri dari 7 warung, 24 kios dan ada dua apotek yang bakal masuk penataan” yakni apotek kimia farma dan apotek segar yang masih di berikan kelonggaran hingga tahun 2021 kedepan dan tidak dilakukan pembongkaran” jelas dokter Alo, sapaan akrab AG.

Lebih jauh drg. Aloysius Giay, M.Kes sampaikan bahwa halaman rumah sakit yang kian sempit bakal di jadikan tempat parkir dan taman penghijauan saja, supaya lebih terlihat asri, agar orang sakit lebih cepat sehat dengan kondisi lingkungan rumah sakit yang terlihat bersih.

“Untuk di ketahui bahwa rumah sakit dok dua sudah di tetapkan sebagai badan layanan umum daerah (BLUD) berarti dalam penyusunan anggaranpun terdapat dua nomor rekening yakni RKA dan RBA namun yang lebih ditingkatkan adalah RBA rancangan bisnis anggaran sehingga suatu saat rumah sakit sudah bisa mandiri sendiri, yakni dengan memiliki peningkatan pendapatan yang akan naik dari tahun ke tahun, dan dengan sendirinya subsidi dari pemerintah menurun dengan sendirinya, maka rumah sakit miliki kemandirian suatu saat nanti” ‚Äútutup, direktur RSUD Jayapura Aloysius. Giyai,..(Redakasi).

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *