Ketua MPR: SPABA Setara Stadion Sepakbola di Eropa

Saat Mengunjungi Stadion Papua bagkit Ketua MRP dan Komisi V


JAYAPURA,(YOUTEFAPOST.COM), – Stadion Papua Bangkit (SPABA) dibangun dengan standar internasional. Stadion ini sudah siap menyukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Provinsi Papua.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam kunjungannya, Selasa (03/03/2020) memuji desain stadion yang berarsitektur megah nan etnik khas suku dan budaya Papua itu.
“Ketika saya memasuki Stadion Papua Bangkit (Spaba), kesan pertama bahwa pembangunan stadion ini sungguh sangat luar biasa, sangat indah dan megah, ini stadion kebanggaan rakyat Papua secara khusus, dan Indonesia secara umum,” kata Bambang kepada pers usai meninjau Stadion Papua Bangkit.
Selain itu, politisi partai Golkar ini memuji kualitas rumput Stadion Papua Bangkit yang setara dengan lapangan sepakbola di Eropa.
“Rumput stadion ini di impor langsung dari Italia, dan stadion yang dibangun dengan nilai Rp1,3 triliun dari dana APBD Provinsi Papua ini, diharapkan bisa digunakan untuk pertandingan sepakbola dunia internasional,” harap ia.
Bambang juga mengharapkan keberadaan bangunan megah untuk pelaksanaan PON di Papua pada September 2020 mendatang, sekiranya dapat memotivasi atlet Papua untuk berprestasi kedepan.
“stadion dan venue yang standarnya Internasional diharapkan dapat melahirkan calon atlet masa depan Papua bahkan Indonesia untuk kemudian bisa berprestasi pada iven PON, Sea Game maupun Olimpade. Apalagi di kawasan Spaba ini ada stadion akuatik yang tidak kalah hebat dengan Jakarta. Untuk itu, kita dorong agar semua anak Papua bersemangat untuk bisa menjadi juara-juara baru Papua pada berbagai iven perlombaan di masa mendatang,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, mantan Ketua DPR RI juga berharap pelaksanaan PON di Papua dapat berjalan aman dan lancar.
“berdasarkan laporan dari pihak keamanan, Papua masih kondusif, harapan saya Papua bisa aman sampai pelaksanaan PON dan seterusnya, karena tujuan kami kesini juga ingin, mendorong penyelesaian Papua secara permanen dengan pendekatan keadilan, kesejahteraan, dan kebudayaan,” pungkasnya.(***)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *