7 Perwakilan Cabor Minta Maaf Kepada KONI Dan Puslatprov Papua Secara Terbuka

Saat Jumpa Pers Bersama 7 Perwakilan cabor Di kantor KONI Papua

JAYAPURA,-(YOUTEFAPOST.COM),- Untuk Menglarifikasi Aksi Demo Atlit Yang dilakukan Secara Spontanitas Pada Jumaat,(13/12/19), Di DPR Papua oleh beberapa Atlit Pada Cabor PON XX 2020 Perwakilan Dari Cabang olahraga ( Cabor) yang terlibat dalam Aksi demo tersebut akhirnya 7 cabor meminta Maaf Kepada Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Dan Ketua Pusat Latihan Provinsi ( Puslatprov) beserta Jajaran.
Dalam Keterangan Persnya Di Kantor KONI Papua APO Jayapura, Senin (16/12/19),petang kemarin 7 perwakilan cabor menyelesaikan tindakan Para Atlit dan pelatih dan siap menerima sansi.
Pernyataan terbuka Pada Publik ini Dihadiri Pihak KONI Papua dan Puslatprof yang Diwakili oleh Ketua Bidang Media, Humas Dan Protokoler, Bapak Gilberth Yakwar,S.STP. Sedangkan 7 orang Perwakilan cabor adalah Daud Arim, Pelatih sepak bola Futsal PON XX Papua, Ayub Epa Pelatih Kepala Pertina Papua, Binaraga Gatot Suherman, Lisyard.M Baransano Cabor Gulat, Dody Iskandar Taikwondo,Edu Ivak Dalam Sepabola PON XX Papua Serta Ibu Lilis Suryani Karubaba dan Syamsir Pencab Pencaksilat Papua.
Mereka Mengakui Bahwa demo tersebut Penuh dengan rekayasa yang di boncengi kepentingan tertentu atas inisiatif sejumlah oknum Pelatih dan atlit ada juga yang Iku-ikutan saja, demo tersebut terjadi secara Spontanitas Oleh Para Atlit Junior yang tidak Tahu Persoalan,kami memohon Maaf Kepada KONI dan Puslatprov Papua serta jajarannya dari Tulisan-tulisan yang di Pajang, sudah ada Pihak lain yang membekab Dibelakang dan memboncengi atlit tidak Mungkin menulis kata-kata caci maki dan kata-kata Kasar, Ujar Doddy Iskandar dari Cabor Tekwondo Papua.
Juga dari Atlit Binaraga Gatot Suherman ia Mengakui menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan suplemen bagi para Atlit ternyata suplemen yang di minta suda ada dan telah dibagi Kepada Para Atlit PABBSI lainnya, Saya Atas nama Pribadi dan Teman-teman Meminta Maaf Kami dan takkan mengulangi lagi Aksi Ini, Ungkapnya.
Sementara itu, Daud Arim dan Eduard Ivak Dalam Pelatih Sepakbola dan Futsal PON XX Papua mengakui Atlet kami yang kedewan karena Mendapat Informasi bahwa ada demo dari seluruh cabor PON XX 2020 .Ternyata hal ini tidak benar makanya atlet kami kembali Ke Penghinapan.
Lilis Suryani karubaba dan Syamsir Pengurus Pencaksilat Juga menyampaikan Bahwa Pihaknya IPSI Papua Telah memegang SK resmi Tentang Legalitas Pelatih Pencak Silat yang Sah dan Menolak jika ada oknum pelatih Mengakui pelatih itu Bukan Anggotanya karena sudah ada SK resmi.
Aksi Demo tersebut hanya dii ikuti oleh beberapa kelompok pelatih dan Atlet ke DPRP Diterima langsung oleh Ketua Sementara, Jhon Banua Rouw dan anggota dewan lainnya yakni Paskalis Letsoin, Mereka Menyampaikan aspirasinya Terkait Suplemen, akomodasi Bonus ( Uang Saku) makanan dan lain-lainnya)..(Humas KONI/ Editor : SONNY)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *