Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Ekonomi, Bisnis dan Keuangan » Di perkirakan Tahun 2020, upah Minimum Di Papua Melonjak 3,5 Juta

Di perkirakan Tahun 2020, upah Minimum Di Papua Melonjak 3,5 Juta

(60 Views) November 6, 2019 3:25 am | Published by | No comment

JAYAPURA,-(YOUTEFAPOST.COM),-Keputusan Pemerintah Pusat PP 78 tahun 2015 tentang penetapan Upah Minimum Papua (UM) untuk Papua sebesar 8,2% atau sekitar 3,5 juta rupiah bagi pekerja atau buruh, yang bekerja di perusahaan-perusahan yang beroperasi di Papua. Angka ini naik sesuai dengan naiknya perekonomian di Papua, dimana upah minimum Papua rahun 2018, sebesar 3,2 juta.

Dari penetapan tersebut, pemerintah provinsi Papua akan melakukan survei juga sidang dalam rangka memberikan rekomendasi kepada gubernur Papua untuk menetapkan UMP untuk provinsi Papua.

” PP 78 Tahun 2015 tentang penetapan Upah Minimum (UM). Seperti yang sudah ketahui bahwa pemerintah pusat telah mengumumkan tentang Upah Minimun di tiap provinsi dan dari penetapan itu ada satu mekanisme yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Papua, kami akan melakukan survei dan juga sidang-sidang dalam rangka memberikan rekomendasi kepada Gubernur Papua untuk menetapkan Upah Minimum Papua (UMP) provinsi Papua,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua, Yan Piet Rawar, di kantor gubernur, Senin, (21/10/2019).

Tutur Kadisnaker, Yan Piet, survei ini dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan, yakni kebutuhan dasar seperti, hidup perorangan atau lajang juga komponen pembiayaan yang ada di kabupaten-kota.

” Mengapa harus kita melakukan survei untuk melihat bagaimana kondisi di lapangan. Kondisi kebutuhan hidup perorangan atau lajang di kabupaten-kota ini, apakah ada kenaikan atau perkembangan dari beberapa komponen pembiayaan itu, kebutuhan dasar itu, mereka sudah bisa memenuhi atau tidak. Dan memang beberapa waktu yang lalu kami telah melakukan survei tahun 2018 maupun 2017 itu ada kebutuhan terendah dan kebutuhan tertinggi,” tutur Yan Piet.

Kata Yan Piet, kebutuhan dasar terendah ada di kabupaten Nabire.

” Kebutuhan terendah ada di kabupaten Nabire dan untuk mencapai itu maka pemrprov Papua dalam hal ini dewan pengupahan telah melakukan langkah-langkah dengan melakukan rapat dan sidang pengupahan sehingga dalam penetapan Upah Minimum sudah melampaui kebutuhan hidup itu. Kebutuhan lajang atau kebutuhan pribadi itu. Sehingga membutuhkan proses tetapi sebenarnya tidak terlalu membutuhkan proses yang lebih ini karena kebutuhan hidup kami sudah dan ini sudah standar minimum,” katanya.

Menurut Yan Piet, walaupun pemerintah pusat telah menetapkan 8,2% upah minimum untuk rahun 2020, namun kabupaten-kota di Papua harus menerbitkan uapah minumum kabupaten-kota sesuai kondisi daerah.

” Jadi pemerintah kabupaten-kota juga bisa menetapkan sesuai dengan kondisinya, maksudnya mereka juga bisa menerbitkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), tergantung dari mereka. Mereka bisa menetapkan dan mereka bisa mengusulkan kepada Gubernur dan Gubernur menetapkan. Atau mereka langsung melakukan ajeisment atau penyesuaian yang dengan upah minimum provinsi. Sehingga para pihak bisa langsung bisa menginplementasikan pada rahun 2020 nanti,” papar Yan Piet.

Lanjut Yan Piet, dengan menghimbau kepada semua pengusaha, apabila upah minimum sudah ditetapkan oleh gubernur, maka harus dilaksanakan.

” Kami menghimbau kepada semua pengusaha juga pada pihak pekerja untuk apabila sudah ditetapkan oleh Gubernur maka harus dilaksanakan,” lanjut Yan.

Berdasarkan angka nominal yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Namun untuk melihat geografis di Papua yang sangat sulit dengan biaya transporatsi dan biaya lainnya yang kian hari naik, maka nantinya pemprov Papua akan melakukan diakusi dengan dewan pengupahan serta akan melaporkan kepada gubernur Papua selaku ketua dewan pimpinan.

” Berdasarkan yang ditetapkan oleh kementrian itu sekitar 3,5 sekian, atau Rp. 3.500.000,00 (Tiga Juta Limaratus Ribu Rupiah) per orang. Belum sidang jadi kami belum bisa menetapkan angkanya, walaupun angkanya sudah ditetapkan oleh pusat. Nanti kami saling diskusi lagi dengan Dewan Pengupahan dan melaporkan kepada Gubernur sebagai ketua dewan pimpinan,” tutup Yan Piet.(SW/ editor : sonny.rumainum)

Facebook Comments
0Shares

No comment for Di perkirakan Tahun 2020, upah Minimum Di Papua Melonjak 3,5 Juta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *