Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Politik, Hukum dan Kriminal » Kisah Rumah Gereja Jadi Tempat Berlindung Warga Muslim Di Wamena Papua

Kisah Rumah Gereja Jadi Tempat Berlindung Warga Muslim Di Wamena Papua

(30 Views) Oktober 9, 2019 1:47 am | Published by | No comment


WAMENA,-(YOUTEFAPOST.COM),-
Tokoh Gereja Baptis Wesaroma pasang badan untuk melindungi warga muslim dan pendatang yang menjadi sasaran kerusuhan saat huru-hara terjadi di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, sejak 23 September.
Simet Yikwa dan istrinya Serina Kogoya,
Pdt. Erius Wenda, dan majelis Gereja Derpin Wenda lah yang bertaruh nyawa melindungi para pengungsi.

“Ketika ada kelompok massa merusak dan membakar, membunuh orang-orang yang tidak bersalah, Gembala Simet Yikwa dengan istrinya Serina Kogoya, Pdt. Erius Wenda, majelis Gereja Derpin Wenda melindungi 370 Kepala Keluarga Muslim dan anak-anak mereka dalam gedung ibadah Jemaat Baptis Wesaroma Pikhe.
370 Kepala Keluarga Muslim dan anak-anak dilindungi dari jam 10.00-15.00. Walaupun rumah, kios, tokoh dan harta benda terbakar, tapi 370 Kepala Keluarga dan anak-anak semua selamat.

Gembala Simet Yikwa melaporkan, bahwa “sebagian kami selamatkan digedung ibadah, sebagian kami lindungi di belakang rumah saya, dan sebagian mereka dilindungi di rumah Hengky Yikwa anggota Jemaat Baptis dan juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Mamberamo Tengah.”

“Pada jam 15.00 TNI datang jemput sahabat-sahabat kami dan dibawa ke Markas Kodim Wamena. Menurut kami, sebenarnya mereka aman karena kami bertanggungjawab jaga mereka. Kalau mereka lapar, kami sama-sama makan ubi dari kebun kami. Tapi, tidak masalah karena mereka merasa lebih aman dilindungi TNI-Polri.”

Saya sampaikan kepada yang bakar toko dan kios dan yang niat membunuh, bahwa teman-teman Pendatang dan Muslim bukan musuh kami. Kami punya tanggungjawab untuk menjaga dan melindungi mereka. Kalau kamu mau membunuh teman-teman pendatang, lebih baik kamu membunuh saya duluan. Apa salah mereka? Saya punya kewajiban iman dan moral serta bertanggungjawab lindungi dan jaga mereka.”

“Saya dengan istri saya, Pdt. Erius Wenda dan Derpin Wenda sangat bergembira dan berterima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus karena kami telah menjadi sahabat, kawan dan teman sejati kawan-kawan Muslim dalam ancaman dan amukan massa yang marah.”

“Kami berdoa dan berharap supaya teman-teman Muslim bisa kembali dan hidup bersama-sama dengan kami. Karena kami penjaga dan pelindung saudara-saudara Muslim dan sebaliknya mereka juga pelindung dan penjaga kami.”

Gembala Sidang Gereja Baptis Agamua, Inanius Wenda, S.Pd. juga melindungi kawan-kawan Muslim dalam jumlah yang besar. Ada massa yang marah dan ancam gembala, tetapi gembala Inanius Wenda mengatakan:
“lebih baik bunuh saya lebih dulu. Kaum pendatang dan Kaum Muslim tidak buat salah dan saya sahabat mereka.”(Arri/Editor : SONNY)

Facebook Comments
0Shares
Categorised in:

No comment for Kisah Rumah Gereja Jadi Tempat Berlindung Warga Muslim Di Wamena Papua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *