PGSI Papua Tunjuk Suriyadi Tangani Tim Gulat Papua

Saat Melati para Pegulat Papua

JAYAPURA,(YOUTEFAPOST.COM), -Pengurus Provinsi Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (Pengprov PGSI) Papua, telah mendatangkan pelatih kepala untuk menangani atlet Gulat dalam proses persiapan mereka menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke-XX Tahun 2020.

Sekertaris Umum PGSI Papua Fiktor Warkawani mengatakan, kami sudah menunjuk pelatih kepala Pa Suriyadi untuk menangani atlet-atlet kita dalam masa persiapan mereka.

“Sampai saat ini atlet kita sudah menjalani latihan dengan pelatih kepala sesuai program yang dijalankan oleh pelatih. Atlet kita juga sudah bersemangat dalam latihan mereka,” ujar Fiktor Warkawani saat ditemui dikantor KONI Papua Selasa, (30/07/2019).

Dirinya mengaku dalam latihan memang masih ada kekurangan dalam latihan nanti pelatih kepala yang melihat hal itu.

Sementara itu Pelatih Kepala Gulat Suriyadi mengatakan, persiapan menghadapi PON 2020 cabang olahraga PGSI Papua saat ini sudah menunjuk saya sebagai pelatih.
“Kami dari tim pelatih sudah melakukan presentase kepada Puslatprov KONI Papua bagaimana persiapan gulat di PON nanti,” terangnya

Dirinya menjelaskan dalam hal presentase kami di berikan nilai dan hasil yang bagus. Melihat dari pada materi atau program yang kita siapkan termasuk atlet-atlet sudah menyiapkan diri sebaik mungkin.

“Dalam waktu yang tidak begitu lama cabor gulat akan masuk dalam sentralisasi pusat latihan daerah sekitar bulan Agustus nanti. Menyiapkan diri untuk sentral,” imbuhnya.

Memang ada beberapa masukan dari pengurus KONI mengenai persiapan kita untuk try out untuk juga TC di Papua termasuk persiapan pertandingannya di Biak nanti.

“Ini masuk dalam catatan pengurus PGSI Papua untuk membenahi dalam rangka mendapatkan hasil PON yang maksimal,” tukasnya.

Ditanya apakah di TC nanti memilih ke luar negeri atau daerah lain di Indonesia. Pelatih Gulat Supriyadi mengatakan, setelah kita lakukan konsultasi dengan pihak KONI Papua dan Binpres serta konsultan teknis Pa Paulus Pesurnay beliau sudah menyarankan. Try out di dalam negeri untuk tahun 2019 dan untuk keluar negeri tahun 2020 menjelang PON.

“Untuk Kejuaraan Nasional memang kita ambil try out di Jakarta, Sumatera atau Kalimantan. Karena Sumatera dan Kalimantan memang juara nasional nya ada disana itu yang kita akan ambil. Untuk tahun 2020 kita akan ikut satu iven di Internasional untuk menambah pengalaman dan jam terbang atlet menuju PON,” jelasnya.

Dua agenda sesuai dengan arahan KONI di dalam menyusun pengkatan prestasi atlet itu sendiri. “Korea menjadi pilihan kita karena Korea sangat familiar dan banyak membantu perkembangan gulat Indonesia dan biaya disana juga tidak terlalu mahal. Kalau kita ke Asia Jepang, Korea dan Thailand agak murah. Kalau dari Papua ke Jakarta harga kan bisa sampai Rp 10 Juta pulang pergi. Ke Korea harganya bisa dibawah separuh. Alasan kami pilih Korea juga karena atlet-atlet di sana bagus. Disitu kita ambil try out ke luar negerinya,” terangnya. (TIM-HUMAS KONI PAPUA)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *