Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » ADAT DAN SEJARAH GEREJA » Nasib Mama Papua Penjual Noken Yang di usir Aparat Kepolisian RI dengan Kekerasan

Nasib Mama Papua Penjual Noken Yang di usir Aparat Kepolisian RI dengan Kekerasan

(215 Views) Mei 21, 2019 1:02 pm | Published by | No comment

Mama Penjual Noken Diusir Polisi Dengan Kekerasan

SENTANI,(YOUTEFAPOST.COM), – Mama Asal Paniai yang sedang menjual Noken tradisional Papua ini pernah diusir polisi karena menjual noken di bandara Sentani dengan tindakan kekerasan, sebelum itu mama pernah di kasih tahu petugas di bandara udara Sentani utuk tidak boleh menjual nokenn di depan bandara sentani padahal mama menjual selama 5 (Lima) tahun bukan di depan gerbang pintu masuk, namun mama menjualnya di pingkir loket keberangkatan dan mama merasa bahwa dirinya tidak mengganggu aktivitas petugas di bandara maupun penumpang yang mau berangkat.
Kata petugas loket keberangkatan bahwa “pernah sudah berulang kali kita ingatkan mama jangan menjual noken di depan karena mama mengganggu”,
Tetapi Ujar Mama Penjual Noken Bahwa,
“saya tidak pernah mengganggu aktivitas petugas maupun tidak menghalangi penumpang yg berangkat saya menjualnya di pinggir dan bukan baru jualan dibandara, saya sudah lama jualan disini selama 5 tahun (ima tahun) dibandara udara Sentani tapi mereka tidak pernah mengizinkan saya juga tidak memberikan tempat untuk saya, pedahal saya pernah kasih tahu kepada petugas disitu bahwa, kalau mau suruh saya pindah maka kamu harus berikan tempat untuk saya jualan tapi mereka tidak pernah membri inzin bahkan tidak pernah memberikan temapat, kali ini petugas bandara loket keberangkatan melapor saya di polisi dan mengusir saya dengan tindakan kekerasan tindakan mereka itu akibatnya noken saya hilang 8 buah noken, tidak tahu siapa yang ambil pada saat saya di tarik polisi dan noken saya ditendang, noken itu berukuran sedang yang harganya satu noken Rp 200,000 dan hialangnya noken ini karena tindakan kekerasan polisi sehingga pihak petugas bandara mereka harus tanggung jawab atas kehilangan 8 buah noken sesuai dengan harga satua yang ada.
Selain itu kata mama juga bahwa roknya dirobek karena mereka tarik saya untuk mau bawah saya ke kantor polisi, setelah itu saya dibawah ke kantor polisi dan katanya tidak boleh mama jualan di dekat loket keberangkatan karena mama akan tetap kami kasih bubar, tetapi saya akan tetap jualan kerena saya cari makan disitu juga kalau mau saya pidah dari situ pihak bandara harus tempatkan saya jualan disitu karena saya bukan baru jualan ditempat itu dan saya tidak mengganggu juga aktivitas mereka”.
Ujarnya Mama.

Penulis Akan Memberikan Sedikit Gambaran Mengenai Noken.
Noken tentunya Jenis tas pria ataupun wanita ini juga merupakan tas yang bisa dipakai di pundak atau dijinjing dengan satu tangan. Tas ini juga sangat cocok digunakan oleh pelajar dan mahasiswa yang harus membawa buku, notebook, dan lain-lain. tas tradisional masyarakat Papua lebih luas yang dibawa dengan pundak atau dijinjing dengan satu tangan noken atau tas tradisional yang berukuran kecil, sedangkan ukuran besar menggunakan kepala dan yang terbuat dari serat kulit kayu. Sama dengan tas pada umumnya tas ini digunakan untuk membawa barang-barang misnya buku, notebook, dan lain-lain kebutuhan sehari-hari entah itu oleh pelajar, mahasiswa dan juga orang tua tentunya .
Filosofi di Balik Noken
Ada makna tersembunyi di balik pembuatan Noken khas Papua ini. Tas yang dibuat oleh para mama di Papua ini memiliki simbol kehidupan yang baik, perdamaian, dan kesuburan bagi masyarakat di sekitar tanah Papua.
Dahulu, Noken juga menjadi simbol kedewasaan seorang wanita. Jika seorang wanita tidak bisa membuat noken, maka dia dianggap belum dewasa. Noken juga sering digunakan sebagai syarat bagi wanita Papua sebelum menikah. Jadi jika seorang wanita belum bisa membuat noken, dia belum bisa menikah dengan kekasihnya. Tapi kini banyak wanita Papua yang tak bisa membuat Noken.

Dan polisi sudah melanggar aturan yang sudah di tetapkan dunia dengan tindakan kekerasan yang mereka lakukan terhadap mama yang sedang menjual Noken di piggir loket keberangkatan Bandara Udara Sentani, karena noken ini di daftarkan ke UNESCO sebagai salah satu hasil karya tradisional dan warisan kebudayaan dunia dan pada 4 desember 2012 ini, noken khas masyarakat Papua ditetapkan sebagai warisan kebudayaan tak benda UNESCO.
“Pengakuan UNESCO ini akan mendorong upaya melindungi dan mengembangkan warisan budaya Noken, yang dimiliki oleh lebih dari 250 suku bangsa di Provinsi Papua dan Papua Barat,”.

Oleh: Frengki Ilntamon/ Editor : sonny.r

Facebook Comments
0Shares
Categorised in:

No comment for Nasib Mama Papua Penjual Noken Yang di usir Aparat Kepolisian RI dengan Kekerasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *