Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » sport » Arafura Games Jadi Kritikan dan bahan Perdebatan Publik

Arafura Games Jadi Kritikan dan bahan Perdebatan Publik

(183 Views) April 30, 2019 11:37 pm | Published by | No comment

ok

foto bersama tim possi papua


JAYAPURA,(Youtefapost.com), – Keikutsertaan Papua pada event Arafura Games 2019 di Darwin, Australia menuai kririkan. Sebab hingga saat ini belum dilakukan pencanangan pemusatan latihan (TC) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 maupun kesulitan cabang olahraga mendapat bantuan dana yang di kabarkan untuk semua cabang olahraga.

Ketua Binpres KONI Papua, Freddy Sokoy yang dikonfirmasi mengakui jika pihaknya tidak dilibatkan dalam pengiriman atlet Papua ke Arafura Games 2019 di Darwin, Australia.

“Nanti hubungi Pak Benny Maniani, karena saya sendiri tidak terlibat, ada miskomunikasi diantara teman-teman, nanti coba hubungi Pak Benny Maniani” ujarnya.

Ia mengaku, tak ingin mengomentari masalah tersebut karena merasa tidak dilibatkan. “teman-teman tidak membuka diri dan berkomunikasi, saya menghormati mereka yang sudah bekerja membawa atlet ke kegiatan tersebut, saya lebih baik tidak mengomentari, nanti bisa hubungi Pak Benny saja,” ungkapnya, Selasa, 30 April 2019.

Secara terpisah, Benny Maniani yang dihubungi via telepon mengakui bahwa Binpres Papua tidak ingin membahas tantang kegiatan Arafura Games yang sedang berlangsung di Australia.

“Saya tidak mau bicara Arafura Games, itu kegiatan untuk habiskan anggaran saja, tujuan kita itu PON, kita saja belum lakukan pemusatan latihan, kenapa bisa pergi ikut kegiatan tersebut,” tanya dia.

Benny mengaku, atlet dari enam cabang olahraga yang ikut dalam Arafura Games tidak berkoodinasi dengan Binpres. “itu atlet cabor yang urus sendiri, kami Binpres tidak tahu dari mana mereka ambil atlet,” ujarnya.

Event antar negara-negara pasifik itu, kata Benny, sangat bagus, namun sampai saat ini kami belum melakukan pemusatan latihan. Selain itu, dalam mengikuti salah satu event harus ada tujuan dan sasarannya. “sampai sekarang saja masih ada pengurus yang tinggal di Bali belum berangkat ke Australia, banyak pengurus KONI yang berangkat untuk apa? katanya.

Sementara itu, Sekretaris Umum (Sekum) POSSI Papua Agus Rahmawan mengatakan, tidak mengetahui jika ada atlet Papua yang mengikuti event olahraga di luar negeri. “kami POSSI tidak tahu jika KONI ada ikutkan atlet di Arafura Games, kami sendiri juga kesulitan mendapat bantuan dari KONI untuk mengikuti Kejurnas,” katanya.

Menurutnya, POSSI Papua sudah mengajukan surat ke KONI untuk mengikuti Kejurnas di Jakarta, tapi hanya disetujui satu atlet, padahal selam salah satu cabor penyumbang medali emas di PON. “KONI punya kewenangan untuk mengirim atlet kemana saja, tapi tolong juga perhatikan kami, bagaimana pelatih mau evaluasi atlet yang sudah latihan selama ini kalau tidak mengikuti kejurnas,” ujarnya.

Diketahui, calam even olahraga dua tahunan ini, KONI Papua akan turun dengan lima cabang olahraga, Atletik, Tinju, Renang Bulu Tangkis, Tenis Meja dan Tenis lapangan. Dikutip dari arafuragames.nt.gov.au pesta bergengsi ini dilangsungkan di kompleks Mararra Stadion, Darwin, Australia ini diikuti 57 negara. Khusus Indonesia diwakili oleh Aceh Kalimantan Timur (Kaltim), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Opening ceremony (upacara pembukaan) Arafura Games 2019 berlangsung di Darwin Waterproof Precinct, Australia, resmi dibuka Sabtu (26/4/2019) malam waktu setempat.

Sementara cabor yang ikut dalam kegiatan tersebut yakni, Tenis Lapangan, Tenis Meja, Bulu Tangkis, Atletik, Renang, Tinju.

Apakah 6 cabor ini menjadi andalan Papua untuk menuju PON 2020, masih menjadi pertanyaan bagi semua insan Olahraga di Papua. (GM)

Facebook Comments
0Shares
Categorised in:

No comment for Arafura Games Jadi Kritikan dan bahan Perdebatan Publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *