260 Vicaris dari GKI di Tanah Papua Diteguhkan Jadi Pendeta

ok

260 Vicaris Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua Saat Diteguhkan Menjalani Plelayan Firman Di Seluruh Tanah Papua

JAYAPURA, (Youtefapost.com), – Sebanyak 260 Vicaris dari anggota jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) di tanah Papua diteguhkan kedalam jabatan Pendeta yang berlangsung di GKI Calvaria Angkasa Jayapura, Minggu 28 April 2019.

Dalam sambutan Ketua Sinode GKI di tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu M.th menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan, karena GKI mencatat sejarah baru dengan adanya peneguhan bagi sejumlah anggota gereja menjadi hambah Tuhan.

260 Vicaris dari GKI di Tanah Papua Dieguhkan. (Gracio/lintaspapua.com)
“Saya mengajak kita semua untuk mengucapkan syukur ke hadirat Tuhan yang maha kuasa atas penyertaan sehingga dalam ibadah minggu ini, yang sekalligus dalam rangka peneguhan dalam jabatan pendeta 260 orang dari seluruh anggota jemaat GKI di tanah Papua telah di teguhkan,” ucap Pdt Andrikus.

Katanya, bersamaan dengan ini juga akan di teguhkan sebanyak 174 Vicaris kedalam jabatan Pendeta di Kabupaten Sorong, Papua Barat pada tanggal 5 Mei 2019.Jadi total anggota jemaat di GKI di Tanah Papua yang di teguhkan kedalam jabatan Pendeta pada periode ini sebanyak 534 orang.

“Dari 534 hambah Tuhan tentunya akan menjadi daya kekuatan bagi GKI di tanah Papua.Pada periode kali ini jumlahnya cukup besar, dengan ini GKI di tanah Papua memiliki jemaat dan bakal jemaat sebanyak 1.912 jemaat belum termasuk pos pelayanan dan pekabaran injil,”ujarnya.

Dikatakan untuk di wilayah yang medannya sangat sulit seperti
Wamena, Yahukimo, Mambramo Raya, Waropen, Merauke, Boven Digul dan sekitarnya yang tentu menuntut kehadiran tenaga pelayan yang mendukung pelayan.

“Untuk itu dari jumlah tenaga pelayan yang kita miliki yaitu pelayan firman/Pendeta sebanyak 1.147 orang , Guru Jemaat 220 orang , Guru Injil 125 orang dan tenaga non pelayan 225 orang jadi secara rasional kebutuhan tenaga pelayan masih di butuhkan tenaga,” tuturnya.

“Selain itu juga, mengingat luasnya medan pelayanan di tanah Papua yang menjadi medan pelayanan GKI menuntut adanya kesiapan dari para pelayan. Maka masih di butuhkan tenaga pelayanan untuk melayani, dan memberi dampak baik bagi pertumbuhan jemaat,”tambahnya.

Selain itu kata Pdt Andrikus, sejauh ini tingkat koinonia jemaat baik di kota, pinggiran maupun di pelosok belum ada satupun jemaat yang mencatat tingkat partisipasi jemaatnya di bawah 50 persen.

“Di harapkan kita kedepan bekerja maksimal bersinergitas yang tinggi, konsen, memberi perhatian, memberikan pelayanan dan hal ini bukan hanya di fokuskan bagi hamba tuhan yang baru saja di teguhkan, namun bagian juga bagi para pelayan yang bekerja dalam jemaat GKI hari ini,” jelasnya.

Untuk itu Andrikus mengharapkan 260 hamba Tuhan yang baru saja di teguhkan di tambah dengan 174 nantinya memberikan kontribusi pelayanan secara maksimal, agar supaya seluruh tugas pelayanan yang di kerjakan dapat memberi dampak bagi pertumbuhan gereja.

“Saya yakin mereka mempunyai komitmen, mereka akan melayani dengan hati, setia dan taat. Karena selama masa vicaris mereka telah mengabdi di medan-medan yang sulit.Berharap juga mereka tidak bekerja bukan hanya karena uang atau di gaji namun bekerja dengan setia untuk memberitakan injil,” pungkasnya. (Gracio/lintaspapua.com)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *