Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Science » Tips Bagaimana Cara Mencegah Banjir Bandang Dan Longsor

Tips Bagaimana Cara Mencegah Banjir Bandang Dan Longsor

(207 Views) April 2, 2019 1:51 pm | Published by | No comment

YOUTEFAPOST.COM

OK

RETAKAN TANAH YANG DI SEBABKAN KARENA BANJIR DAN LOGSOR

Gambar kiri : tanah lereng bisa nempel di gunung karena ada akar pohon. Perhatikan rumusnya ada kohesi akar. Gambar kanan : bila pohon hilang maka tanah lereng menjadi tidak stabil akan ditandai dengan munculnya retakan retakan

Alam terkadang memiliki caranya sendiri untuk menyeimbangkan diri. Namun, hadirnya manusia sebagai saksi menjadikan “bencana” terjadi. Tentunya peristiwa – peristiwa ini menghadirkan hikmah yang membuat manusia harus terus belajar memahami alam ini sembari berupaya beradaptasi, termasuk banjir bandang yang beberapa waktu lalu terjadi.

Ada penjelasan menarik dari Paklhe Amien Widodo kali ini, mengenai bagaimana setiap komponen pada alam memiliki fungsi yang saling berkaitan satu sama lainnya untuk menciptakan kesetimbangan, dan bagaimana kemudian manusia bisa berupaya untuk meminimalisir bencana.

Mari kita simak penjelasan dari Paklhe Amien..

Banjir bandang hampir selalu menimbulkan korban dengan jumlah yang banyak, kerusakan yang masive dan kerugian ekonomi sangat besar. Kenapa? sebab banjir ini tidak hanya banjir air tapi juga diikuti lumpur, batu batu, batang batang pohon dll. Material yang ikut hanyut ini bisa membunuh dan menghancurkan apa saja yang dilewatinya. Seperti yang baru saja terjadi di Sentani Jayapura dengan korban meninggal 79 orang.

☹ Kok ya materialnya bisa hanyut ya Paklhe? Gunung itu kan disusun sama batuan

😀 Lha lama – lama batuannya lapuk karena pengaruh topografi dan iklim, adanya pepohonan, dan sifat batuannya itu sendiri thole, seberapa banyak mineral penyusun batuan yang mudah lapuk. Tergantung juga sama seberapa lama proses pelapukannya berlangsung

☹ Banyak faktornya ya Paklhe, berarti makin tua gunungnya, makin tebel lapisan tanahnya dan makin lebat pohonnya.. gitu ya Paklhe..

Pembentukan Tanah

Tanah adalah material alam yg lepas atau belum terpadatkan yang terbentuk karena pelapukan batuan yang masih menempel diatas batuan induknya. Pembentukan tanah ini akan banyak di jumpai di daerah puncak sampai lereng bukit/gunung dikenal dengan Tanah lereng. Awal mulanya sebagian besar gunung dibentuk oleh batuan kemudian karena iklim dan POHON. Pohon yang semula berukuran kecil dan terus berusaha mencari nutrisi mineral tanah lewat akar. Ujung ujung akar mengeluarkan enzim untuk melapukkan batuan. Seiring dengan berjalannya waktu pohon bertambah besar, akarnya tambah panjang dan tanahpun tambah tebal. Hutan menjadi lebat menutupi seluruh gunung.

Keterangan : Retakan terisi air, retakan jenuh air, tanah kehilangan kekuatannya dan longsor. Tanah akan longsor tapi tidak tiba tiba, butuh waktu puluhan tahun setelah penggundulan hutan.

☹ Berarti salah pohonnya juga ya Paklhe..

😀 Itu kan proses alam, thole. Pohon juga punya peran penting. Tanah hasil pelapukan yg tebal bisa stabil dan bertahan di lereng yg tajam karena dipegang oleh alar serabut hutan, sedangkan akar tunjang pada pohon berfungsi sebagai angker (paku) ke lapisan tanah di bawahnya.

Pohon, Media Resapan Air

Banyaknnya hutan asli di pegunungan  berfungsi sebagai penyeimbang alam : tata iklim, tata air dan tata angin. Energi air hujan yang jatuh ke bumi ditahan kanopi hutan dan jatuh ke bawah masuk lewat SERASAH yang akhirnya meresap ke dalam tanah. Hutan di gunung mampu meresapkan air hujan semusim kedalam tanah  sebesar  > 80%, dan sebagian kecil air hujan dialirkan sebagai air permukaan.  Ini berarti hujan semusim lebih dari 80 persen diresapkan kedalam tanah dan dikeluarkan secara proporsional di sekeliling gunung sebagai mata air (sumber air) yang akan menyuplai dan menambah debit air sungai di sekeliling gunung sehingga sungai bisa berair selama setahun.

Akibat Menghilangnya Pepohonan

Manusia bertambah banyak dan mulai merambah kawasan yang mestinya tidak boleh dihuni. Penggantian hutan asli di pegunungan dari hutan menjadi kawasan wisata penuh dengan hotel, villa2,  permukiman, persawahan, perkebunan dll. menyebabkan tanah gunung tidak terlindungi dan tidak stabil. Tanah gunung yang semakin tidak stabil sangat berpotensi longsor.

Awalnya akan muncul retakan retakan tanah di puncak sampai lereng dan air hujan yang turun >80% akan mengalir, sebagian  yang lain akan meresap lewat retakan.  Retakan retakan semakin melebar dan mulai menurun. Masyarakat mengenal sebagai tanah bergerak. Banyaknya retakan akan dimasuki air hujan sehingga tanah lereng tambah berat dan mulai turun yg ditunjukkan bagian bawah lereng menggelembung. Bila hujan terus menerus, tanah lereng akan longsor seperti cairan dan bila masuk sungai akan mengalir sebagai banjir bandang yang akan menerjang dan membawa apa saja yang dilewatnya.

Retakan memanjang atau tanah gerak atau tanah ambles di lereng gunung merupakan salah satu tanda tanah mau longsor. Biasanya retakan tidak tunggal tapi banyak retakan dan umumnya akan mempengaruhi keadaan di sekitarnya misalnya banyak rumah ikut retak, pintu pintu tidak bisa dibuka, tiang listrik miring, pohon miring dsb. Retakan sudah berbahaya kalau sudah memunculkan mata air dan atau ada penggelembungan tanah dan basah di bagian bawah lereng (gambar bawah). Maka disarankan untuk segera ditindak lanjuti penanganannya oleh ahli. Disarankan permukiman di bawah retakan diungsikan terlebih dahulu (gambar atas) sampai dinyatakan aman oleh para ahli.

Retakan atau tanah gerak atau tanah ambles di Pacitan

Solusi Pencegahan Banjir Bandang

Bagaimana mencegahnya atau mengurangi risiko banjir bandang? Satu satunya jalan menghutankan kawasan pegunungan. Penghutanan kembali dengan reboisasi jelas tidak efektif karena butuh waktu lama unt uk tumbuh, untuk itu bersamaan dengan reboisasi dibarengi dengan rekayasa vegetasi yaitu dengan penanaman batang pohon yang masih hidup dengan aturan sekitar 2/3 masuk ke dalam tanah, 1/3 muncul di permukaan atau ditaruh seperti di gambar. Harapannya dari batang yang tertanam tumbuh akar serabut yang akan meningikat dan memperkuat tanah.

Gambar kiri : tanah lereng bisa nempel di gunung karena ada akar pohon. Perhatikan rumusnya ada kohesi akar. Gambar kanan : bila pohon hilang maka tanah lereng menjadi tidak stabil akan ditandai dengan munculnya retakan retakan

Peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk mengembalikan fungsi kawasan puncak gunung mengingat kawasan tersebut sudah beralih fungsi secara masive, sistemik, dan terstruktur. Saat ini kawasan itu dimiliki pejabat pejabat dan pengembang kakap. Pemerintah harus tegas untuk mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai kawasan hutan lindung dan kawasan resapan

☹ Mantuuul Paklhe.. karena semua komponen di alam itu sudah kodratnya bersama, bersinergi menciptakan kesetimbangan, tanah, gunung, iklim, vegetasi asli, tidak bisa dipisahkan..(penulis : Maghfira/ https// Geologi.co.id Editor : SONNY)

Facebook Comments
6Shares
Categorised in:

No comment for Tips Bagaimana Cara Mencegah Banjir Bandang Dan Longsor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *