Satu Kebanggan orang Papua Finalis Putri Indonesia asal Papua Yang Menjadi Relawan “ODHA”

Saat Bekerja sebagai Pramugari Dipeswat Garuda Indoneia foto bersama kedua rekannya

 

Saat Bekerja sebagai Pramugari Dipeswat Garuda Indoneia foto bersama kedua rekannya

JAYAPURA,  – Elsa Irwanti Elisabeth Kaize (25) lolos menjadi finalis Miss Indonesia 2019, mewakili Papua. Prestasi tersebut tentunya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Papua, serta mengharumkan nama provinsi paling timur Indonesia ini di kancah nasional.

Capaian itu ia peroleh sebagai berkat atas keyakinan disertai usaha kerasnya mempersiapkan diri hingga pada ujian yang diberikan panitia kepadanya, ditengah-tengah persaingan yang ketat antar sesama kontestan dari berbagai daerah lain.

Mimpi ini telah lama dikejarnya setelah sebelumnya, pada 2011 lalu, juga pernah mengikuti ajang yang sama dengan capaian terakhir runner up (Juara 3). Saat itu Elsa baru saja lulus dari SMA Negeri 1 Jayapura, dan mengikuti audisi di kota teluk ini.

Setelah lulus SMA, perempuan Melanesia kelahiran Biak 17 April 1993 itu melanjutkan studi Ilmu Komunikasi di Universitas Terbuka di Kota Denpasar, Provinsi Bali. Sembari menuntut ilmu, ia tetap mengisi hari-hari dengan mengasah bakat bernyanyi dan menari, hingga akhirnya diterima bekerja sebagai pramugari di maskapai Garuda Indonesia.

Selama 7 tahun ia geluti pekerjaan itu, dan masih berlanjut hingga sekarang. Namun ditengah kesibukan kerja ia tetap merasa tertantang lagi untuk memutuskan mengikuti kembali seleksi Miss Indonesia 2019, dan lolos.

“Jangan pernah takut bermimpi, dan gapailah mimpimu,” ujar Elsa paggilan akrabnya kepada generasi muda milenial Papua ditengah acara “meet and greet” yang dinakhodai oleh tim suksesnya dari berbagai latarbelakang komunitas di Resistance Café, Ruko Dok II Kota Jayapura, Jumat 22 Februari 2019.

Sejumlah pengalaman pahit maupun manis ia curahkan kepada seluruh audiens, untuk meyakinkan bahwa siapapun anak-anak Papua bisa menggapai mimpi seperti yang dialami olehnya. Elsa menuturkan sejumlah kisah diluar yang diluar dugaannya selama bekerja, contohnya memperoleh kehormatan sebagai pramugari kepresidenan ketika mantan presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi Rusia dan beberapa negara di Benua Eropa dan Timur Tengah pada Tahun 2013 lalu,

Alasan lainnya yang memotivasi Elsa terjun mengikuti Miss Indonesia 2019, adalah untuk menaikkan harkat dan martabat kaum perempuan Papua agar tidak dianggap remeh oleh masyarakat daerah lain di Indonesia.

Kampanye HIV/AIDS (Odha)

Meskipun banyak tema menarik yang ditawari dewan juri kepada para finalis, seperti pariwisata, pemberdayaan anak dan perempuan, dan lainnya. Namun Elsa memutuskan pilihannya pada soal HIV/AIDS (Odha). Mengingat, hal ini paling mengkhawatirkan di Indonesia, khususnya Papua dengan jumlah kasus sebanyak 4 ribu selama tahun 2019.

Dalam pemaparan gagasan finalis yang akan disiarkan langsung di stasiun televisi SCTV beberapa waktu kedepan, Elsa akan mengupas tuntas soal diskriminasi pengidap Odha di Indonesia. Salah satunya Kota Jayapura dengan posisi 5 besar pengidap Odha tertinggi di Indosesia. “Bahkan diskriminasi terhadap Odha juga banyak sekali. Ini tidak adil,” kata dia seraya mengatakan akan mengkampanyekan sekaligus melakukan upaya pencegahan pengidap penyakit tersebut di kalangan masyarakat Papua, tentunya dengan kerjasama dan dukungan dari seluruh stakeholder terkait serta masyarakat.

“Ayo kita lakukan aksi dengan memberikan semangat agar mereka (pengidap HIV/AIDS) dapat terus bertahan dan berjuang melawan sakit yang dideritanya,” ujar Elsa mengajak masyarakat.

Dukungan Sangat Diharapkan

Elsa mengakui bahwa banyak ujian berat yang akan menghampirinya selama mengikuti ajang Miss Indonesia kali ini. Namun hal itu tidak lantas menyurutkan semangatnya untuk mewujudkan mimpinya. Terlebih menjadi motivator bagi perempuan Papua agar memperoleh tempat yang lebih terhormat dibidang manapun.

Fans dari Artika Sari Devi, salah satu finalis Miss Indonesia pada 2004 ini pun sangat mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat Papua agar meringankan langkah Elsa meraih Miss Indonesia 2019 ini. Baik melalui polling SMS maupun dalam bentuk dukungan yang akan ditentukan dewan juri saat berlangsungnya tahap eliminasi.

“Saya membuktikan kita perempuan tidak harus cantik, tetapi harus berprestasi. Putri Papua itu tidak boleh dipandang sebelah mata oleh masyarakat di daerah lain,” katanya dengan mantap, seraya mengajak masyarakat pengguna media sosial twitter, instagram, atau facebook untuk memberikan dukungannya dengan cara mengetik #ElsaforPutriIndonesia2018 dan #StopDiskriminasiOdha. (Pewarta: Ara Kawattimur.com)

Facebook Comments
7Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *