“PERINGATAN HARI HAM DI PAPUA SUDAH TIDAK DIHARGAI” !!!!

: AKSI PENGGALANGAN MASA DARI MAHASISWA SEKOLAH TINGGI FILSAFAT TEOLOGI FAJAR TIMUR DI MERPATI

JAYAPURA-(yp) – 10 Desember 2018 pukul 10.25 WIT, bertempat di Ruko Merpati Abepura, Jln. Abepura Kotaraja, Kelurahan Kota Baru, Distrik Abepura sedang berlangsung aksi penggalangan mass dari Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Fajar Timur dalam rangka melakukan aksi demo damai di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) untuk memperingati 70 Tahun Hari HAM Sedunia (10 Desember 1948 – 10 Desember 2018) dan memperingati 57 Tahun Pelanggaran HAM di Tanah Papua (1961 – 2018). Aksi tersebut dikoordinir oleh Ketua BEM Sekolah Tinggi Falsafat Teologi Fajar Timur (Yohanes Kayame) diikuti sekitar 30 orang dengan membawa spanduk dan Pamflet yang bertuliskan :
1. Sanduk 1.
Perayaan Hari HAM 10 Desember 2018.
1) Selesaikan kasus Pania 8 Desember 2014.
2) Selesaikan Kasus pelanggaran HAM berat di tanah Papua
3) Stop ekploitasi Sumber daya alam di tanah Papua
4) Stop militerisme di tanah Papua
5) Stop jual tanah dan Deforestasi di tanah Papua
6) Kekerasan bukanlah solusi untuk masalah di tanah Papua
7) Tiada masa depan tampa pengampunan.
2. Spanduk 2
Kami BEM STFT Fajar Timur mendesak :
1) Negara selesaikan kasus Pelanggaran HAM di tanah Papua :
Paniai (8 Desember 2014, Biak berdarah (6 Juli 1998), Wamena berdarah ( Tahun 2000) dan Wasior berdarah (Tahun 2001).
2) Hentikan segala kekerasan dan pembunuhan di tanah Papua
3) Negara dan Investor menghargai hak-hak masyarakat adat Papua
4) Pemerintah bertanggung jawab terhadap pemerataan akses pelayanan kesehatan dan pendidikan di tanah Papua.

2) Pamflet
1) Hentikan perusahaan yang tidak memperhatikan HAM
2) Stop Militerisme di Papua
3) Kekerasan !!! Bukanlah solusi untuk masalah di Papua
4) Tuntaskan kasus pelanggaran HAM berat di Papua !!!
5) Hentikan penindas dan pembunuhan di Papua !!!

2. Adapun kronologis kejadian sebagai berikut :
a. Pukul 10.25 WIT Masa dari Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Fajar Timur yang berjumlah sekitar 30 orang berjalan menuju merpati Abepura dengan bagikan selebaran yang bertuliskan sebagai berikut :
1) Hak Asasi Manusia adalah Hak yang melekat pada dir manusia. Hak ini waj┬╗
dihormati dan dijunjung tinggi serta dilindungi oleh Negara.
2) Pelanggaran HAM di Papua sudah terjadib berulang-ulang, bahkan menjadi suatu
kebiasaan dari Negara. Peristiwa-peristiwa pelanggaran HAM itu masin terus menyimpan luka yang mendalam bagi para korban dan keluargaiya. Hingga saat
ini, masyarakat Papua yang mengalaminya masih trauma. Beberapa contoh kasus pelanggaran HAM di Papua yang belum diselesaikan adalah, Kasus Biak Berdarah (6 Juli 1998), Wasior Berdarah (tahun 2001), Wamena Berdarah (tahun 2000), Paniai Berdarah (8 Desember 2014), dan segala bentuk eksploitasi sumber daya alam Papua. Selain itu hak untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat Papua belum sepenuhnya terpenuhi.
3) Dalam rangka merayakan Hari HAM 10 Desember 2018, kami darI Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tingai Filsafat dan Theologi Fajar Tirmur
(STFT FT) menegaskan beberapa hal untuk diperhatikan bersama, erutama kepada Negara Indonesia, antara lain:
1. Selesaikan Kasus Pelanggaran HAMdi Tanah Papua Paniai (s
esember 2014), Biak Berdarah (6 Juli 1998), Wamena Berdarah (tahun
2000) dan Wasior Berdarah (tahun 2001)
2. Hentian segala kekerasan dan pembunuhan di Tanah Papua
3. Negara dan Investor menghargai hak-hak masyarakat adat Papua
4. Pemerintah Bertanggung jawab terhadap Pemerataan Akses Pelayanan
Kesehatan dan Pendidikan di Tanah Papua
5. Stop Militerisme di Papua

b. Pukul 10.30 WIT Masa di hadang oleh Aparat Kepolisian di depan Auditorium Universitas Cenderawasih untuk berkoordinasi terkait dengan kegiatan yang di lakukan.

c. Pukul 10.40 WIT Masa diijinkan oleh kepolisian untuk menduduki di Merpati depan Kantor Pos Untuk menyuarakan terkait dengan hari HAM sedunia selama 30 menit sebagai wujud kepedulian terhadap korban yang meninggal atas penindakan dan kekerasan yang di lakukan oleh pemerintah Indonesia.

d. Pukul 11.00 WIT Masa melaksanakan drama keatrikal sebagai tampa berorasi.

e. Pukul WIT 11.20 Masa membubarkan diri. Situasi aman terkendali. (Aktivitis IPM 2000)

(Editor SONNY Papua)

Facebook Comments
6Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *