Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Politik, Hukum dan Kriminal » “PERISTIWA NDUGA HARI INI DAN MASA LALU”

“PERISTIWA NDUGA HARI INI DAN MASA LALU”

(177 Views) Desember 8, 2018 3:34 am | Published by | No comment
OK

KANTONG JENASAH PARA KORBAN

: PERISTIWA NDUGA HARI INI DAN MASA LALU .
OLEH : Paskalis Kosay

YOUTEFAPOST.COM

Nduga, sebuah kabupaten yang kini baru berumur 8 tahun hasil pemekaran dari kabupaten Jayawijaya sejak 2007. Daerah ini tergolong daerah rawan keamanan sejak peristiwa penyanderaan tim peneliti Lorenz Mapenduma 1996. Semenjak itu nama Mapenduma mulai tersiar dan terkenal diseantero dunia karena korban penyanderaan melibatkan juga warga negara asing .
Upaya pembebasan sandera pemerintah Indonesia pun cukup mengalami kesulitan , karena medan topografi yang sangat sulit sehingga menantang para aparat TNI AD hampir frustrasi . Karena frustrasi , ditingkat pimpinan komando sendiri saling baku tembak , saat itu terjadi di bandara Moses Kilangin Timika.
Setelah komando diambil alih pimpinan tertinggi Brigjend Prabowo Subianto kemudian berhasil dibebaskan para sandera tersebut dengan konsekwensi ada sandera lain gugur dalam pembebasan itu. Sejak pembebasan sandera itu bintang Prabowo Subianto mulai bersinar hingga cepat melejit bintang tiga dan menduduki pos – pos strategis dijajaran TNI.
Ekses buruk dari upaya pembebasan sandera itu diikuti dengan operasi penyisiran terhadap warga sipil ( masyarakat lokal ) yang sampai hari ini masih trauma dalam kehidupan mereka. Dalam operasi pembebasan sandera ternyata tindakan aparat TNI diluar batas perikemanusiaan. Nyawa dan harta benda milik rakyat di bumi hancurkan.
Pengalaman buruk ini masih menganga bagaikan luka lama masih apsis dimana sewaktu – waktu bisa pecah nanahnya. Psikologi masyarakat papua pada umumnya dan masyarakat Nduga pada khususnya sama . Pengalaman buruk masa lalu menjadi ingatan kolektif dalam menantang tantangan hidup kedepannya. Aksi – aksi brutalisme yang dilakukan masyarakat Nduga belakangan ini sebenarnya pengejawantahan memori pasionisme yang dimiliki masyarakat Nduga.
Pilihan menjadi kelompok KKB , mungkin bisa jadi sebagai tempat pelarian dari perasaan traumatisme masa lalu . Dari labeling KKB itu kemudian ingin membalas tuntas pengalaman buruk masa lalu itu kepada siapa saja terutama kepada aparat TNI dan POLRI.
Dalam logika berpikir normal, tidak mungkin KKB muncul tanpa sebab dan akibat. Pasti ada sebabnya sehingga seseorang muncul pikiran dan niat untuk melakukan kejahatan terhadap pihak lain yang dianggapnya paling bertanggung jawab melukai dia.
Karena itu orang papua pada umumnya menganggap kehadiran TNI /POLRI dilingkungan mereka sebagai ancaman dalam kehidupan seharian mereka. Pengalaman buruk masa lalu terus membayangi, jangan – jangan aparat TNI / POLRI disitu datang menyusahkan mereka. Apalagi jika ada tindakan represif aparat terhadap warga tertentu, su pasti masyarakat akan segera mengambil posisi lawan dan menyerang .
Sekarang peristiwa memilukan sudah terjadi di Distrik Yigi dan Mbua dalam kawasan Kabupaten Duga 2 Desember 2018 kemarin. PERISTIWA ini sudah menelan 19 korban jiwa warga sipil. PERISTIWA ini tergolong kejadian luar biasa karena mengorbankan banyak jiwa warga sipil. Karena itu wajar banyak pihak mengecam pelaku peristiwa ini sebagai tindakan kebiadaban dan diminta TNI / Polri bertindak tegas terhadap pelaku. Dikejar sampai tuntas hidup atau mati.
Memang siapapun tidak bisa menerima peristiwa piluh dan menyedihkan seperti ini. Tentu semua pihak menaruh simpati, ibah dan prihatin dengan peristiwa ini. Maka itu semua pihak berharap TNI / POLRI supaya bisa mengejar pelaku KKB itu sampai ketemu dan dimusnahkan keberadaannya.
Agak sulit memang kalau sampai harus dimusnahkan keberadaan KKB tersebut. Mengapa ? Karena mereka menguasai medan. Mereka pasti bersembunyi dibalik tingkat kesulitan medan. Maka sudah jelas, aparat TNI / Polri akan mengalami frustrasi. Dalam keadaan demikian , aparat akan mengambil langkah pintas dimana sasaran pengejarannya justru membabi buta mengorbankan warga sipil seperti pengalaman buruk pada 1996 .
Jika seandainya pengalaman buruk 1996 terulang lagi maka luka lama kembali menganga. Kolektivitas perasaan buruk, teraniaya semakin tumbuh dan berkembang luas menjadi sikap antipati dan musuh terhadap negara. Kemungkinan muncul semakin banyak kelompok pembangkangan terhadap kebijakan pemerintah terhadap pembangunan disekitar wilayah Nduga serta papua secara umum.
Oleh karena itu dalam upaya pencarian pelaku ( KKB ) sebaiknya fokus pada pelaku. Hindari operasi penyisiran terhadap warga sipil yang tidak tahu menahu dengan peristiwa ini. Walaupun pelaku adalah bagian dari warga Nduga, namun rencana kejahatan KKB belum tentu disetujui seluruh warga Nduga . Maka tidak perlu dikaitkan dengan keberadaan semua warga Nduga.

Sekedar Spekulasi Politik.

Momentum terjadinya peristiwa pembantaian 19 warga pekerja jalan trans papua ruas wamena – Nduga ini bertepatan dengan momentum pemilu presiden 2019. Terkait dengan hal ini , pesan politik dibalik pembantaian 19 warga sipil sangat terindikasi kuat. Indikasi dimaksud dapat dibaca dari :
1. Semua orang tahu tanggal 1 Desember berbahaya karena mengandung dimensi politik. Sehingga jauh sebelumnya sudah diwaspadai . Biasanya pihak TNI / POLRI di papua sudah pada posisi siaga penuh. Anehnya justru pada tanggal tersebut rombongan pekerja ini berani menuju ke lokasi proyek dimana daerah tersebut tergolong daerah merah.
2. Kemungkinan diantara rombongan pekerja yang menuju ke lokasi proyek ada unsur aparat TNI atau POLRI.
Dari dua indikasi tersebut diatas bisa dianalisa , peristiwa pembantaian 19 warga ini bisa diasumsikan sebagai spekulasi politik pihak lawan presiden Jokowi. Adapun insentif politik dari peristiwa pembantaian ini dua hal yaitu :
1. Membentuk persepsi publik bahwa kepemimpinan Jokowi lemah , kedepan Indonesia butuh presiden yang kuat yang bisa menjamin keamanan seluruh warga negara.
2. Dengan peristiwa pembantaian itu ingin menggagalkan proyek infrastruktur Jokowi yg kini sedang gencar dikerjakan . Apalagi di ruas jalan ini , Jokowi pernah treatment dengan motor trail menempuh puluhan kilometer.
Kalau peristiwa pembantaian ini terjadi karena kontestasi politik maka patut prihatin korban 19 warga sipil begitu mudah diambil nyawa oleh pelaku kebiadaban ini. Di papua kejadian seperti ini sudah biasa terjadi . Bukan baru kali ini. Cuma kali ini korban lebih banyak dari yang lain sebelumnya. Memang papua ini boleh dikatakan sebagai lahan percobaan untuk menguji kemenangan atau meraih kesuksesan. Diatas penderitaan rakyat serta pengorbanan nyawa warga elit Di jakarta berpesta pora meraih kesuksesan.
Semoga anal isa bodoh ini bisa mendekati kenyataan. Walaupun bersifat spekulatif . ( paskalis kossay ).
[editor berita : SONNY)

OK

KELOMPOK BERSENJATA KKB NDUGA

 

Facebook Comments
8Shares
This post was written by admin
About

nama : Simson winand Maurit Rumainum,Amd. IP Tempat dan Tanggal Lahir : Jayapura 28 Juni 1970 status : Lajang Pekerjaan : Jurnalis asli Papua Tamat : Universitas Cenderawasih Jayapura Papua,Fisip Uncen angkatan 2000

Categorised in:

No comment for “PERISTIWA NDUGA HARI INI DAN MASA LALU”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *