OPD dan KONI Papua Bahas Sinkronisasi Cabor PON 2020

OPD dan KONI Dalam Dalam Rapat Sinkronisasi Cabor PON 2020

YOUTEFAPOST.COM

JAYAPURA( Senin 17/09/2018 )Pemerintah Provinsi Papua, Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Papua, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua menggelar rapat pertemuan bersama guna membahas progress infrastruktur venue pertandingan, sekaligus dalam rangka sinkronisasi dan rasionalisasi cabang olahraga (cabor) dan venue pertandingan pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua.

Rapat yang dipimpin langsung Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum Sekda Papua Doren Wakerkwa SH, didampingi Kepala Bappeda Papua Muhammad Musaad dan Sekretaris Umum KONI Papua Kenius Kogoya, serta dihadiri Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah
(OPD) di jajaran lingkup Pemprov Papua juga Pengurus KONI Papua, berlangsung di Sasana Karya Kantor Gubernur Papua, Senin 17 September 2018.

Asisten I Setda Provinsi Papua Doren Wakerkwa SH. mengatakan, membangun sarana prasarana maupun venue harus
disesuaikan juga dengan cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada PON ke-
XX Tahun 2020, sehingga
sinkronisasi dan rasionalisasi cabor dan venue sangat diperlukan,
apalagi Papua bukan
hanya sukses penyelenggaraan, namun juga harus sukses prestasi.

“Mestinya momen seperti ini dibahas 2015 atau 2016, sebelum SK
50 cabor dari KONI pusat di turunkan dan
71 nomor pertandingan. Kan harus ada cabor baru ada venue jangan dibalik-balik itu seharusnya, tapi kita tetap optimis. Sehingga pemantapan cabor ini akan diserahkan ke Gubernur,
ditanggal 24 akan dimantangkan lagi dengan Bupati/Walikota di 5 cluster
juga dilibatkan semua kepala daerah 29 kabupaten/kota dalam berpartipasi PON,”ujar Doren, Senin, 17 September 2018.

Kalau terlalu besar, tidak mungkin 50 cabor kita bangun venue baru,
apalagi nomor pertandingan tiap cabor ini berbeda dan ada yang tidak sama. Tidak
cukup tahun 2019 dibangun, jadi ini rapat untuk tetapkan cabor yang akan di
distribusikan pada lima cluster PON XX/2020, sehingga menjadi fokus juga dari kepala daerah yang ditunjuk
tuan rumah.

“Rapat ini dalam rangka rasionalisasi cabor yang dilaksanakan di Papua harus
berdasarkan kebutuhan daerah, itu apa-apa yang dilaksanakan dan itu
akan ditetapkan.
Karena keputusan KONI Pusat ada 50 cabor, 71 nomor pertandingan itu
terlalu banyak
dan terlalu besar dengan waktu yang sudah mepet,” ujar Asisten Bidang
Pemerintahan
dan Hukum Sekda Papua Doren Wakerkwa kepada awak media usai rapat pertemuan
tersebut, Senin (17/9/2018).

Sementara itu ditempat yang sama Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Papua Daud Ngabalin menambahkan, rapat ini untuk menetukan cabang olahraga yang
akan dipertandingkan pada PON XX sekaligus akan menyampaikannya kepada lima
cluster berdasarkan kemampuan dan potensial Papua dan akan diberikan
kepada pihak
terkait seperti Kemenpora, KONI Pusat.

Daud menambahkan, seharusnya sebelum membangun venue

OPD dan KONI Dalam Dalam Rapat Sinkronisasi Cabor PON 2020

pertandingan, terlebih
dahulu di tetapkannya cabang olahraga (cabor) pada PON 2020 Papua, apalagi SK
KONI Pusat menetapkan 50 cabor 71 nomor pertandingan yang tidak berdasarkan
kemampuan Papua sebagai tuan rumah.

“Tapi kita akan diskusikan lagi kepada KONI Pusat mengenai cabor yang menjadi
kemampuan Papua, tetap cabor olimpiade kita pertandingkan, karena bukan hanya
PON, tetapi juga multi event kedepannya. Apalagi kita sebagai tuan rumah tidak
mungkin kita terima 50 cabor itu sesuai SK KONI,” Ungkapnya, (Rep, GET, Edit SONNY)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *