Bank Papua belum bisa memastikan sponsori Persipura

Persipura latihan,- Jubi/dok

Persipura latihan,- Jubi/dok

Jayapura, Jubi – Manajemen Bank Papua mentargetkan Gross Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet pada tahun 2018 mendatang turun 5 persen atau tinggal 10 persen dari angka kredit macet tahun 2017 yang mencapai 15 persen.

“Memang 15 persen secara gross, itu sudah turun dari awal tahun yang menyentuh 19,5 persen. Sedangkan nett-nya sudah 4 persen pada bulan ini, dan kami harap akan terus turun,” ujar Direktur Utama Bank Papua, F Zendrato kepada wartawan, disela-sela peresmian ATM Galeri Bank Papua, Kamis (28/12/2017)

Upaya menurunkan NPLnya tersebut, dilakukan penagihan dan penjualan aset atau lelang yang ada jaminkan. “Tak ada upaya lain selain metagih dan menjual yang dianggunkan. Saat ini ada beberapa yang akan kami lelang, itu semua sesuai dengan persyaratan hukum, kami juga memberikan kesempatan bagi debitur,” ujar  Zendrato, menambahkan.

Zendrato menyatakan pemberian kredit saat ini sangat selektif, terutama pembenahan pada pokok permasalahan seperti  standar operasional prosedur (SOP), sumber daya manusia, kebijakan atau aturan main kredit.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua hingga kini masih mendampingi Bank Papua  agar NPL berkurang dari angka kredit macet sempat mencapai 19 persen di awal tahun.

“Status NPL saat ini masih waspada, dan masih kita pantau, setiap dua minggu sekali, masih dilakukan pengawasan ketat terhadap Bank Papua,” ujar Kepala OJK Papua, Misran Pasaribu .

OJK berharap Bank Papua ini semakin membaik pada tahun 2018 mendatang . Ia mengakui saat ini kondisi  kredit bermasalah Bank Papua sudah mulai membaik dibanding enam bulan yang lalu.

“Selain itu angkanya pun terus menurun,” katanya.

OJK terus meminta manajemen Bank Papua tidak lagi menyalurkan kredit di luar wilayah Papua dan fokus untuk menyalurkan pembiayaan bagi pengusaha Papua. (*)

Facebook Comments
0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *